Oleh: Gusnawati Lukman
Selamat Hari Puisi Sedunia 21 Maret 2022 untuk semua pencinta puisi, penyair, dan penulis luar biasa! Tetap bersinar, bukan hanya hari ini tetapi setiap hari!
Hari puisi sedunia merupakan bentuk perayaan salah satu bentuk ekspresi dan identitas budaya dan bahasa yang paling berharga bagi umat manusia.
Hal paling indah dalam mengekspresikan segenap rasa adalah lewat bait-bait puisi. Tak ada yang dapat mencelanya karena itu adalah bentuk kejujuran. Bentuk kebebasan tanpa tekanan. Menulis adalah perjuangan, dan puisi adalah kebebasan.
Kusebut namamu dalam bait dan larik-larik puisiku. Doaku selalu terucap, meski tidak ada yang peduli. Kadang aku ingin pergi. Kadang aku ingin berlari menjauh. Sadar diri tidak berarti apa-apa lagi. Sadar diri yang tidak punya kelebihan apa-apa. Menarik diri adalah yang terbaik. Aku ingat kembali semua puisi-puisi yang pernah aku tulis. Semua bercerita tentangmu.
Memendam rasa dalam diam. Rindu pun dalam senyap. Kadang dalam puisiku ada tangis. Kadang aku bahagia, tertawa sendiri dalam kesepian diri. Menghibur hati nan lara. Ada jarak yang menghalau, mengabaikan hati yang merindu.
Senja adalah teman sejati. Ia tidak pernah bosan mendengar kala diri mengadukan rasa. Ia tidak pernah dengan arogan menolak diriku. Walaupun hadirnya sekejap, namun aku damai bersamanya. Keindahannya menghapus kegalauan diri.
Puisiku selalu tentangmu. Monoton. Keindahanmu selalu kuceritakan. Tapi ah…sudahlah.
Selamat Hari puisi sedunia 21 Maret 2022
