Oleh : Sabrie Mustamin
Hadiah terbaik hanya pantas diberikan kepada orang terbaik, demikian juga dengan pahala bulan ramadan, Allah Swt akan memberikan pahala terbaik bagi mereka yang melaksanakan ibadah ramadan dengan sebaik- baiknya yaitu keimanan dan ketaqwaan. (QS Al-Baqarah ayat 183).
Bulan ramadan, yang dalam masyarakat muslim Indonesia lazim disebut dengan bulan puasa, adalah bulan yang penuh dengan kesucian dan kemuliaan. Bulan latihan jihad untuk menundukkan dan mengendalikan hawa nafsu. Bulan di mana umat Islam diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk membersihkan dan menyucikan dirinya dari perbuatan dosa yang pernah dilakukan, serta menghiasi pribadinya dengan budi pekerti yang luhur dan terpuji dengan cara melakukan ibadah ramadan dengan sebaik-baiknya.
Kita kadang mengharapkan hasil dan keuntungan yang banyak dari setiap usaha yang kita lakukan, tapi lupa dan lalai dari persyaratan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang akan diperoleh. Berangkat dari hadist Rasulullah Saw, bahwa bulan ramadan adalah bulan yang sangat mulia dan agung. Kemuliaan dan keagungan tidak dapat dilukiskan dengan untaian kata-kata. Khairun Min Alfi Syahrin, lebih mulia dari seribu bulan. Orang Arab menggambarkan sesuatu yang lebih dan tak terhingga dengan ungkapan seperti itu, Alfi Syahrin, seribu bulan.
Para alim ulama membagi bulan ramadan dengan tiga keutamaan berdasarkan jumlah hari. Awal ramadan sampai dengan hari ke-10 ramadan, Allah Swt membuka pintu ampunan bagi mereka yang meminta ampun. Kedua, dari hari ke-10 sampai hari ke-20 ramadan, Allah Swt akan memberikan rahmat-Nya kepada orang yang berpuasa. Ketiga, dari hari ke-21 sampai ke-29 atau hari ke-30, Allah Swt akan memberikan kebebasan kepada hamba-Nya yang beriman kalau telah melaksanakan amalan ramadan dengan sebaik-baiknya dan terbebas dari azab Neraka.
Untuk memberikan gambaran begitu besar keutamaan dan kemuliaan bulan ramadan, Rasulullah Muhammad Saw bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya, ” Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang dikandung di bulan ramadan itu, tentulah mereka mengharap supaya ramadan berlaku sepanjang tahun”.
Kesempatan yang paling istimewa ini kita gunakan dengan melaksanakan ibadah ramadan dengan memenuhi syarat wajib dan syarat sahnya puasa serta adab-adab ramadan dan yang lainnya dengan sebaik-baiknya, sehingga dengan demikian kita akan dapat melaksanakan ibadah ramadan dengan benar berdasarkan contoh dari Nabi kita Muhammad Saw, manusia terbaik yang diutus sebagai Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam.
Hadiah dan pahala terbaik hanya pantas bagi mereka yang melaksanakan perintah Allah dan rasul-Nya dengan baik dan benar. Semoga dari ramadan ke ramadan menjadikan kita Khairul Ummah, umat terbaik yang terlahir dari ketaatan kepada Allah Swt dan Rasulullah Muhammad Saw. Aamiin.

Terimakasih
Krna tiada henti dan lelah nya memberikan motivasi hidup ke orang2 banyak