Catatan Ramadan

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah:

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”
(QS. Al-Baqoroh: 185)

Maka sudah semestinya kita memuliakan bulan mulia ini dengan banyak membaca Al-Qur’an, mentadabburi dan memahami isinya. Rasulullah sebagai teladan kita, “Beliau selalu mengecek bacaan Al-Qur’annya pada malaikat Jibril pada bulan ini.”
(HR.Bukhari 1/30, Muslim 3308).

Demikian juga para ulama salaf kita dahulu, mereka berlomba-lomba membaca Al-Qur’an di bulan mulia, bahkan sampai ada yang sehari khatam sekali dan dua kali!

Dahulu Az Zuhri رحمه الله apabila memasuki bulan ramadhan beliau berkata :

Hanyalah ia (ramadan) membaca Al-Qur’an dan memberikan makanan.
📚 At Tamhid Libni Abdil Barr (6/111)

Cukuplah keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebuah hadist yang berbunyi:

🎙️ Dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa yang membaca satu huruf Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan, setiap satu kebaikan dilipat gandakan hingga sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Aliif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Aliif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah: 660)

🎙️ Syeikh Abdul Karim Al-Khudhair berkata:
“Ketika dirimu dihinggapi rasa malas tuk baca Al Qur’an, maka ingatlah hal berikut:
1️⃣ Satu lembar mushaf, pahalanya 5.000 kebaikan.
2️⃣ Satu juz, pahalanya 100.000 kebaikan.
3️⃣ Sekali khatam semua, pahalanya = 3 juta kebaikan”.

🎙️ Sahabat Utsman bin ‘Affan berkata:

“Seandainya hati kalian bersih, niscaya kalian tidak akan pernah merasa kenyang dari firman Allah”.
(Az-Zuhd karya Imam Ahmad bin Hanbal hlm. 106).

Nasehat ini direaliasasikan oleh pelontarnya dengan praktek nyata.
Beliau pernah mengatakan: “Saya tidak ingin jika ada satu haripun terlewatkan tanpa membaca Al-Qur’an”.
(Fadhoil Utsman hlm. 115 hlm Abdullah bin Ahmad)

Subhanallah, beliau mengatakan demikian padahal beliau adalah seorang khalifah yang sibuk, lantas bagaimana dengan kita?!

Bukankah kita sering sibuk dan cinta dengan medsos daripada Al-Qur’an?! Bukankah kita sering khatam koran bukan Al-Qur’an?!

Ya Allah.. Beningkanlah hati kami dari noda-noda dosa dan jadikanlah diri kami bersemangat membaca Al Qur’an, bukan hanya sibuk dengan medsos dan hp.

✍️ Al-ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

[Al Quran Memorization Training Centre Indonesia]

Semoga Berkah.

Watansoppeng, 9 April 2022

(Visited 36 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.