Cinta itu laksana bilangan rasional
Walau hakekatnya terkadang irasional
Ia mampu mengintegralkan rindu
Hingga mengakar ke palung kalbu

Cinta itu seperti bilangan real
Yang selalu terlihat imaginer di bilik akal
Ia menjadi identitas bagi kehidupan
Walau terkadang dipandang negatif

Cintaku padamu bukanlah negasi semata
Ia lahir dari vektor cinta Sang Pemberi
Seperti jiwaku terpatri prima di pelukmu
Hanya boleh terbagi oleh aku dan dirimu

Mungkin aku hanyalah bilangan nol di matamu
Cuma menjadi kontanta di hidupmu
Yang kau substitusi di kala kau rindu
Dan kau eliminasi setelah kau puas

Ini adalah kisah cinta tanpa limit
Dari pemilik rasa tak terbilang
Jiwanya mengangkasa ke langit tertinggi
Menembus masa tak terhingga

Selamat Hari Puisi Nasional 2022
Samrin Samad

(Visited 349 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.