Ibu bukan hanya melahirkan dan membesarkan saya, tetapi dia adalah orang yang selalu berusaha selalu ada untuk anak-anaknya. Ibu adalah seseorang yang selalu memperhatikan kita di mana pun kita berada. Ibu selalu mendoakan kita agar kita selalu menjadi yang terbaik. Sejak kita dilahirkan, ibu selalu dengan sabar mengajari kita banyak hal dan berharap anaknya akan sukses kelak di masa depan. Ibu selalu membimbing kita supaya berada di jalan yang benar.

Tetapi sayang, saat ini semakin kita dewasa, bukannya kita semakin dekat dengan ibu. Sebaliknya, kita malah menjauhi ibu kita karena kita selalu beranggapan kita sudah mampu sendiri, kita sudah dewasa, kita sudah mampu melakukan apa pun sendiri. Walaupun sejauh jarak kita dengan ibu, kita masih bisa berhubungan dengan ibu melalui komunikasi telepon dan video call.

Ibu adalah orang pertama yang selalu menghawatirkan kita. Di manapun kita berada, ibu selalu menanyakan kabar kita, apakah kita sehat saja di sana, apakah kita baik-baik saja, berada di tempat yang jauh.

Kadang terasa menyebalkan. Ibu selalu menanyakan kabar, sementara kita berpikir bahwa kita sudah mandiri dan tidak perlu diperhatikan oleh orang tua. Namun, dengan konsep mandiri yang kita jalankan, semakin tua umur kita, seharusnya tidak semakin ingin mandiri dari orang tua, terutama ibu kita.

Kita tidak akan mungkin selamanya bisa bertemu dengan ibu kita. Kemungkinan yang paling besar adalah ibu akan lebih dahulu pergi meninggalkan kita. Ibu akan pergi meninggalkan kita sendirian. Jika hal itu terjadi, tidak mungkin lagi mendengar suaranya yang kita anggap menyebalkan .

Kita tidak ingin di suatu malam, setelah ibu pergi, kita melihat telepon dan berpikir, “Seandainya aku bisa mendengar suara ibu sekarang.” Saat itu juga, kita sangat ingin menghabiskan waktu dengan ibu, mendengar ibu berkali-kali menelpon dan bertanya, “Kamu baik-baik saja, Nak? Apa kabarmu? Lagi apa, Nak?”

Berbahagialah bagi kita yang saat ini masih memiliki ibu. Masih ada yang selalu memperhatikan kita. Kapan pun dan di mana pun kita berada, jangan pernah sia-siakan ibu kita. Buatlah ibu kita tersenyum dengan apa yang kita lalukan untuknya.

Kasih sayang seorang ibu adalah sebuah harga yang mahal yang tidak bisa dibeli oleh apa pun yang kita punya. Kasih sayang inu untuk kita sepanjang masa. Secerewet apa pun, bukan karena ibu tidak sayang pada kita. Justru ibu melakukan hal itu karena sayang kepada kita.

Buat ibu bangga dengan kehadiran kita di dunia ini. Saat ibu kita telah tiada, ingatlah pesan ibu agar kita selalu berbuat baik, menjalankan ibadah dengan baik, dan menjadi orang yang berguna untuk bangsa dan negara. Itu saja untuk membuatnya bahagia. Dia tidak mengharapkan imbalan apa pun atas apa yang sudah dia lalukan untuk kita. Tanpa kita perintah pun, ibu akan membelikan kita segalanya yang dia punya, yang terbaik untuk kita.

Mungkin kita saat ini kita berpikir ibu kita berisik, bawel, cerewet. Kata-kata itu akan menjadi terbalik saat ibu kita telah tiada. Menyesallah kita yang tidak pernah memperhatikan ibu dengan baik. Mungkin di saat ibu kita telah tiada, kita akan berpikir bahwa sesungguhnya terlalu perhatiannya ibu adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.

Dan aku bersyukur memiliki sosok ibu seperti dirinya. Aku mencintaimu, Ibu. From Dulcia to Mama Melly.

Dulcia Carmel
Senin,13 Juni 2022

                                                                                                                       

(Visited 121 times, 1 visits today)
4 thoughts on “Perjuangan Seorang Ibu Mama Melly”
  1. “Kamu merawat Ibumu sambil menunggu kematiannya. Sementara Ibumu merawatmu sembari mengharapkan kehidupanmu”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.