OLeh: Dev.Seixas’25

Setiap hari Iwid sudah berusaha untuk menghindari Vad tapi justru terjadi sebaliknya.Iwid dan Vad adalah dua remaja cilik yang saling menyukai satu sama lain.IWid putri seorang tentara sedangkan Vad putra seorang yang memiliki rasa sosial tinggi tapi telah minggal akhirnya Vad harus tinggal di asrama yatim piatu.

Kisah Iwid dan Vad terjadi saat usia Ivid 10 menjelang 11 tahun begitu pun Vad.Suatu ketika Vad menyukai Iwid secara diam-diam.Iwid juga memilki perasaan yang sama.Mereka hanya di ejek oleh teman-teman di asrama yatim piatu,ketika mereka melihat Iwid di tengah perjalanan pulang sekolah atau berangkat sekolah.Iwid jadi grogi waktu itu jika ia di ejek sama reman-teman Cas katanya pacarnya Vad.

Kejadian itu terus terulang,antara dua Sejoli terebut.Mereka saling menyukai satu sama lain tapi masih malu -malu sampai suatu hari Iwid bermain di asrama susteran Vad juga datang turut bermain bingo dan yang menang di kasih rosario atau foto Yesus & Bunda Maria.

Hari itu Vad yang menang Roasrio tapi Iwid tahu isi hati Bad ia ingin Iwid yang meminta tanpa perantara teman tapi karena yang meminta untuk Iwid melalui teman Vad pun terus menatap Iwid.

Iwid gadis manja yang tak pernah keluar rumah ketika kecil hingga beranjak remaja.Tempat Favorit hanya gereja dan sekolah atau bermain di rumah susteran. Hari itu Iwid dan Vad baru akrab meskipun hanya saling megejek tapi terjadi secara 4 mata.

Lalu terus terjadi sepeti itu hingga Iwid tamat SD meinggakan Bad karena Vad waktu itu adik kelas.Mereka tidak pernah bertemu sejak 1997 ketika Iwid sekolah di Dili.

Sepanjang mereka semua sibuk sekolah,antara Vad & Iwid makin menjauh tapi perasaan masa kecil itu tetap ada.Iwid mengira Vas telah melupakan dia sedangkan Vad mengira Iwid telah melupakan dia. Hingga mereka berpisah terlalu lama .

Masing -masing sibuk sekolah hingga hampir 28 tahun tidak saling bertemu.Suatu hari mereka bertemu di suatu tempat di mana Vad sudah tak mengenal Iwid akhirnya Iwid pun menghadiri acara yang sama pada hari itu.

Vad terus menatap Iwid ketika Menujuh lapangan tapi Bad udah benaran tak ingat lagi siapa gerangan wanita itu.Terlintas lagi di pikiran Vad,tiba-tiba ada salah seorang teman Vad yang kenal sama Iwid akhirnya langsung memanggil Iwid.Vad terkejut lalu ya beratnya sama temanya,siapa nama wanita itu ? Temanya menjawab oh nama dia Iwid.Dav tanpa tanya langsung menghampiri objek cinta pertamanya dan tanpa tanya langsung menujuh Iwid dan berjabah tangan.

Iwid hanya tercengang lalu yang tak mampu menghindari tatapan objek cinta pertamanya.Apa kabar kata Vad.Iwid menjawab dengan santai hmmm okey aku baik.

Mereka dua hanya tercengang karena masih terselip perasaan masa kecil antara dua remaja yang dulu saling menyukai.Ahirnya acara usai mereka pulang masing-masing.

Vad berusaha mencari no Iwid dan Vad ingin mereka berdua melewati lagi moment indah berdua agar kerinduan masa kecil antara mereka berdua bisa terobati.

Iwid hanya berkata jika waktu mampu memisahakan kita terlalu lama maka aku tidak bisa menjawab ya atau tidak Tapi serahkan aja sama waktu yang kembali menjawabnya Vad kata Iwid.

Vad terus berjuang agar mereka berdua bisa melewati lagi moment romantis meskipun hanya sekali dan itu juga jawaban Iwid jika serakan saja semua pada waktu karena Pertemuan serta perpisahan sudah di atur oleh Tuhan.Namun di hati Iwid Vad adalah objek cinta pertamanya yang tak bisa pudar dari ingatannya.

Meskipun mereka belum pernah di dunia nyata sejak pulang dari acara yang sama namun mereka sudah mulai sering habiskan waktu selain menelfon satu sama lain.

Vad sering di kasih saran sama Iwid agar lanjut kuliah sampai mencapai gelar Sarjana.Sebaliknya Vad berkata jika aku melakukan hal itu maka kamu juga harus janji kalau kita akan melewati momen romantis agar hilangkan kerinduan kita selama bertahun-tahun.Tanpa berkata Iwid langsung menerima tantangan Vad tapi katak Iwid jalani aja dulu.

Vad lalu tersenyum begitu pun Iwid langsung jujur jika perasaan aku tetap sama buat kamu sejak dulu hingga sekarang Vad.

Saling berjanji ♥️

(Visited 59 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.