Tidak berlebihan rasanya kalau dikatakan, siapa pun beruntung jika memiliki sosok sahabat sepertinya. Ia bukan hanya sekedar sahabat namun seperti saudara yang selalu menyiapkan ruang dalam jiwanya untuk berbagi.

Ia tak menghentikanmu bercerita meskipun sudah berulang kali engkau menceritakannya. Ia tak pernah lelah menanggapi apa yang sedang engkau ceritakan meskipun sudah berulang kali engkau menarasikannya.

Suatu waktu ia mengatakan, “Jangan sama sekali mengabaikan apalagi meninggalkan orang yang sedang bercerita, karena itu bagian dari keangkuhan dan kesombongan. Jangan pula pernah memaksakan pikiranmu sama dengan pikiran orang lain, karena itulah kediktatoran terganas dalam kehidupan”.

Mungkin begitu sepele jika tidak dibahas, namun kenyataanya? Ini sangat bermakna bagi orang-orang yang memiliki sahabat dan diperlakukan sedemikian. Ia terus memuliakan sahabatnya dalam karya-karya bukunya.

Ia sosok sahabat istimewa dengan berbagai alasan pembenar. Meluangkan waktu menjadi pendengar untuk kesekian kalinya adalah pilihan yang tak semua orang mau lakukan. Tetapi ia memilihnya sebagai pendengar yang baik bagi siapa pun yang ingin berbuat kebaikan.

Sahabat, sungguh beruntung bertemu dan menjalin silaturahim denganmu. Darimu kutemukan banyak hal bermakna dalam hidup ini, engkau bukan sempurna namun engkau berbeda. Egomu engkau lumpuhkan, kepentinganmu engkau singkirkan untuk mengurus kehidupan.

Engkau tidak butuh pujian, tetapi tak terbilang orang memujimu. Engkau tidak butuh sanjungan, tetapi tak terhitung orang menghargaimu tanpa syarat. Engkau lebih fokus mengurus kehidupan daripada hidupmu sendiri. Engkau tak jenuh menasehati kami, “Jika engkau ingin terbang karena kekayaanmu, jabatanmu, dan gelar akadenikmu, jangan pernah lupa meniitip hatimu di bumi, agar seluruh makhluk bumi merindukanmu”.

Benar katamu, untuk memaknai kehadiranmu, engkau persilahkan kami memperhatikan fungsi sebatang pensil. Walaupun habis karena diserut tetapi telah meninggalkan catatan-catatan masa depan di atas kertas. Meskipun engkau datang dan pergi, tetapi engkau telah meninggalkan optimisme dalam kalimat-kalimat inspiratifmu.

Hari ini 27 juli 2022 usiamu bertambah setahun, semoga sisa umur yang diberikan Allah Swt penuh dengan keberkahan. Tetaplah menjadi penggerak jiwa kami khususnya di komunitas menulis Bengkel Narasi Kolaka Utara.
Selamat ulang tahun saudaraku dunia akhirat Ruslan Ismail Mage (RIM).

(Visited 78 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.