Oleh: Aldo Jlm
Apalah gunanya jika dunia tanpa musik? Rasanya bagai sayur tak bergaram dengan bumbunya. Semuanya terasa hambar, untuk dihidangkan. Teringat moto seorang santo besar “S.João Bosco” bahwa, “rumah yang tanpa musik itu ibarat manusia yang hidup tanpa jiwa”. Maka dimana ada rumah dan asrama D.Bosco berada selalu ada music untuk menghibur para penghuninya.
Berawal dari modal hobi yang hanya ingin menghibur diri dikala kesepian, dan kesenangan berbaur dengan teman-teman seperjuangan dulu, dikala masih duduk di bangku SMA, saat masih remaja meskipun nakal tapi tidak terlalu seperti teman-teman lainnya, namanya juga anak muda enjoy dengan masa mudanya. Kalau jam kosong di sekolah terutama di kelas, kami selalu bawa gitar mulai asyik bermain layaknya artis jalanan atau pengemis yang menghibur teman-teman di kelas.
Namun, berawal dari iseng-iseng itu, dan sedikit bekal di asrama Yatim Piatu tentang musik baik itu guitar maupun piano. Waktu itu saya bersama teman-teman lainnya seperti Arsenio dan Isolino yang punya hobi dengan musik, mereka berdua hanya suka bermain guitar, tapi saya sendiri mempunyai hobi keduanya guitar dan piano.
Kala itu, kami sering ada acara pesta kecil-kecilan di akhir pekan di asrama, menerima tamu dari luar negeri maupun dalam negeri, yang datang mengunjungi kami Yatim Piatu untuk memberi sedekah dan sumbangan, kami sambut dengan menyanyi dan puisi. Saya dan kedua teman lainnya selalu siap mengiringi nyanyian penghibur sebagai ucapan selamat datang pada tamu-tamu kami.
Begitu juga saat kami tanggung missa di gereja, kami bertiga selalu join untuk mengiringi lagu-lagu rohani dalam perayaan misa. Baik itu misa biasa maupun misa pada hari-hari raya seperti natal dan paskah (napas) yang sering diadakan di lingkungan kami berada.
Sejak saat itulah, aku selalu mencuri waktu untuk belajar sendiri piano di gereja, seusai misa mingguan. Meskipun sebelumnya aku tidak pernah ikut kursus, tapi aku sangat ingin tahu (kuriosidade) main piano, maka setiap kali para kakak senior saya seperti kak Julio, Paulino, dan Bernadino, mereka bermain dan mengiringi lagu-lagu rohani di misa, saya selalu mendampingi mereka dan ingin tahu, kunci apa yang mereka mainkan. Selanjutnya aku belajar sendiri, berdasarkan teori musik yang saya dapat di sekolah.
Lama-lama saya mencoba untuk mengiringi sendiri sebuah misa, dan mengisi acara-acara bebas di saat perayaan pesta S.João Bosco, Maria Auxiliadora, dsb…selalu mencoba bermain musik piano, dan mendapat kritikan dan input dari para senior saya, maka tahap selanjutnya sudah mulai memperbaiki cara bermain organ/piano saya, dikala mengiringi lagu-lagu rohani di gereja terutama dalam mengiringi sebuah misa.
Dari situ pula di sekolah kami bentuk sebuah group band dan berlatih di Asrama batalyon 745, dan tampil di ulang tahun mereka (batalyon 745) di tahun 1992. Saya sendiri dengan organ, dan teman-teman lainnya memegang gitar dan drum. Lagu yang kami bawakan adalah “Kisah Kasih di Sekolah”. Seusai tampil mereka semuanya memberi ucapan selamat, karena kami tampil sempurna.
Berawal dari iseng-iseng bermain musik, lalu rasa ingin tahu mendalam mengenai cara bermain musik piano/organ, dimana kakak-kakak senior saya mengajar saya dengan cara yang sangat sederhana. Bila ingin jadi pemain organ/pianista, pertama harus melatih sepuluh jari kita agar menjadi lentur, lalu mulai belajar, do, re, mi, di tuts piano.
Namun sebelumnya kita juga harus mengenal piano, agar kita tidak terbiasa dengan menulis do,re,mi (C,D,E) atau 1,2,3 di tuts piano, cukup mengenalnya bahwa kalau satu oktaf itu ada dua 8 tuts putih dan 5 tuts hitam, jadi dimana ada tuts hitam 2 di sebelah kirinya ada nada do (1-C), dan dimana ada tuts hitam 3 di sebelah kanannya ada nada si (7-B), maka nada lengkapnya adalah 1,2,3,4,5,6,7,1 (C,D,E,G,A,B,C). Jadi dengan pelajaran singkat dan simple inilah saya sering mencuri waktu dan melatih sendiri akhirnya tahu sendiri juga.
Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Setelah saya mulai tahu cara bermain organ/piano, maka para group yang ingin menanggung sebuah misa, selalu berurusan dengan saya untuk mengiringi lagu-lagu rohani mereka. Setelah saya menamatkan sekolah SMA saya di Lospalos, saya pindah ke Iliomar jadi guru di SMPK João Paulo II Iliomar juga, saya selalu melibatkan diri dengan kegiatan dan aktivitas di gereja, dalam mengiringi lagu-lagu rohani untuk menanggung sebuah misa. Akhirnya dipercayakan juga Pastor Paroki untuk jadi ketua musik di gereja, supaya dapat mengiringi lagu-lagu rohani dalam sebuah misa, baik itu misa dalam hari raya besar seperti “napas” maupun hari-hari minggu biasa.
Setelah 10 tahun di Iliomar, lalu pindah ke Dili untuk melanjutkan studi saya di IKIP Kristal, mengajar di SMPK S.Pedro Comoro juga, saya selalu dibutuhkannya untuk mengiringi lagu-lagu rohani pada misa di acara-acara penting di sekolah maupun di gereja Comoro-Dili.
Sekembalinya dari Dili, saya melanjutkan karir saya di ESG Nino Conis Santana Lospalos, ESG Lere Anan Timur Lospalos, selalu membantu mengiringi lagu-lagu rohani di Paroki S.Paulo Lospalos, dalam mengiringi sebuah misa di acara-acara khusus di sekolah, di publik maupun di gereja sebagai basis saya.
Setelah saya beraktivitas di gereja S.Paulo Lospalos, sekitar 5 tahun, Pastor Paroki S.Paulo Lospalos mulai mengangkat saya sebagai Ketua Musik Gereja di Paroki ini sampai sekarang. Sehingga semua group bairo di kota Lospalos saya mengiringi lagu-lagu rohani mereka dikala mereka membutuhkan tenagaku.
Mungkin itulah rencana Tuhan bagi saya lewat hobi dan rasa keingintahuan saya dalam belajar piano/organ untuk jadi pianista bagiNya di gereja dalam mengiringi lagu-lagu rohani untuk memuji dan memuliakan kebesaran dan kekuasaan namaNya di muka bumi ini, terutama di bumi Lorosa’e, paroki S.Paulo Lospalos.
Semoga apa yang Tuhan berikan padaku sebagai sebuah talenta bagiku, bukan hanya untuk menghibur diriku saja, tapi untuk melayani dan menghibur para umatMu, terutama dalam memuji dan memuliakan namaMu, di gereja dan dimana saja, kini dan sepanjang masa. Amin.
By Aldo Jlm
Edisi, 050822

Profisiat professor. Jadikanlah yang terbaik di hadapan Tuhan.