Penulis: Elvira Pereira Ximenes
Dewasa ini ada satu diantara sekian banyak orang mulai menyadari keheningan. Semakin bertambah umur semakin sedikit berbicara. Rupanya semakin mengerti banyak hal, semakin mengalami banyak hal, semakin sadar bahwa banyak hal bisa selesai bukan dengan dibicarakan, tetapi dengan dijalani, disyukuri, dan dengan tekun dilaksanakan. Ternyata hasilnya sangat bagus.
Makin tenang, makin silent ternyata mendapat keuntungan banyak sekali. Karena cinta bukan untuk dibicarakan tetapi untuk dilaksanakan, diwujudkan dan dibuktikan dengan hati yang penuh kedamaian. Kedamaian lebih penting dari keributan. Jadi tidak perlu meladeni orang lain untuk berdebat. Karena kedamaian batin lebih menghasilkan buah yang positif. Maka lebih baik memilih diam dan mengelolanya dengan tenang dan sabar.
Banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus dibicarakan tetapi dihadapi dengan sabar, penuh cinta dalam diam. Sebab dalam keheningan kita menemukan kedamaian, keikhlasan, ketulusan dan kepasrahan. Di momen inilah kita disadarkan untuk mengalami kasih Tuhan yang mendalam. Bagaikan ragi mengembang dalam adonan terigu.
Cinta dalam diam adalah puncak dari cinta itu sendiri karena lebih berupa tindakan bukan kata- kata. Ada ungkapan menyatakan bahwa Jika engkau mencintai katakanlah. Tetapi ada pendapat lain menyatakan bahwa kalau engkau mencintai tidak perlu dikatakan. Tetapi diwujudkan saja melalui tindakan dalam diam. Itu jauh lebih berarti Karena mengurangi banyak salah paham. Buahnya fokus pada pertumbuhan Iman. Misalnya sakit hati di masa lalu bisa dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk bertumbuh dan berkembang dalam Iman. Semuanya ini Bisa terjadi ketika kita berada dalam keadaan diam. Dalam diam itulah pikiran kita tidak mencari alasan untuk membenarkan diri.
Maka bersyukurlah selalu dalam keadaan tenang. Makin banyak menyadari dan berdoa dalam keheningan. Mengikuti teladan Yesus Kristus. Ia rela wafat di kayu salib demi keselamatan umat manusia. Sadarilah bahwa Yesus sangat mencintai umat manusia. Ada pepatah menyatakan luangkan waktu untuk berdiam Karena itu merupakan kesempatan untuk mencari Tuhan.
