Oleh: Hamsah*

Ketidakpuasan adalah sesuatu yang manusiawi bagi individu yang memiliki akal sehat. Setiap perjalanan hidup senantiasa terpaut dengan kebutuhan dan keinginan yang senantiasa selalu ingin melampaui kemampuan manusia. Meskipun dalam berbagai teori manusia diajarkan hanya untuk mengelola hidupnya berdasarkan kebutuhan agar ia bahagia dan tidak menuruti semua keinginan agar ia terhindar dari keserakahan. Kebutuhan dan keinginan menjadi variabel yang berbeda dalam diri individu. Ia bersifat dinamis dan situasional terhadap satu individu dengan individu lainnya. Boleh jadi kebutuhan orang lain justru menjadi sebatas keinginan bagi diri kita, begitupun sebaliknya apa yang menjadi keinginan kita itu justru menjadi kebutuhan orang lain.

Manusia tumbuh dan bergerak berdasarkan visi hidupnya. Ada yang bergerak untuk ketenaran duniawi dengan berusaha membingkai segala sesuatu yang merupakan variabel kebahagiaan dunia. Meskipun tingkat kebahagiaan juga berbeda-beda antara satu sama lain, yang pasti setiap manusia terkungkung dalam keinginan untuk terus melakukan suatu pelampauan. Misalnya setelah mendapat satu ingin menambah menjadi dua, setelah dua ingin mendapatkan tiga. Begitulah seterusnya.

Apakah bentuk pelampauan di atas adalah sesuatu yang salah? Tentu tidak. Kita semua sepakat bahwa mendapatkan hasil yang maksimal jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil yang sedikit jika kita mampu untuk melakukannya dan masih dalam koridor yang bermoral. Akan tetapi apa yang dapat mencederai proses pelampauan manusia? Tentu banyak hal. Sebagian dari manusia yang memiliki hasrat pelampauan yang tinggi atas keinginannya namun tidak didukung oleh variabel yang ada di sekelilingnya maka itulah salah satu yang dapat mencederai proses pencapaian manusia, melalui cara-cara yang instan.

Penghasilan yang sudah terukur namun menginginkan sesuatu yang lebih tanpa dibarengi oleh tindakan atau usaha lain terkadang menjadi pemicu utama dari penyebab perilaku amoral sebagian manusia. Menginginkan harta yang berlimpah misalnya, akan tetapi hanya mengandalkan sumber penghasilan yang sudah terukur tentu sesuatu yang absurd. Sehingga ketika keinginan manusia itu tidak bisa dikelola dengan baik, maka muncullah perilaku-perilaku kejahatan seperti korupsi, pencurian, penipuan dan sebagainya.

Oleh karena itu, setiap pelampauan yang kita inginkan baik dari segi materi dan non materi haruslah didukung oleh kerja keras. Seperti dalam quotes yang mengatakan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Sepertinya itu benar, sehingga konsekuensinya proses yang sama akan menghasilkan hasil yang sama. Inilah kegilaan dari penulis yang terkadang menginginkan sesuatu yang lebih namun tidak dibarengi dengan proses dan usaha yang maksimal. Sebagaimana yang dikatakan Albert Einstein, Kegilaan adalah ketika melakukan hal yang sama, namun mengharapkan hasil yang berbeda. Sehingga menjadi penting untuk terus memaksimalkan usaha agar dapat mencapai pelampauan keinginan dan tidak berhenti menjadi kegilaan semata. Meskipun pada akhirnya tidak semua apa yang kita inginkan dapat kita capai hanya saja setiap yang kita capai semua dapat kita syukuri.

* Akademisi Universitas Negeri Manado

(Visited 50 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Hamsah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.