Rantingku diterpa angin
Patah, layu, jatuh ke tanah
Ke mana lagi aku harus berpegangan
Terakhir aku hanya pasrah pada Sang Maha Segalanya.
Maha mengetahui yang nyata dan kasat

Langit tempatku mengangkasa kini mulai tertutup awan kelabu
Kiranya ada pelangi yang akan tersenyum setelah turun hujan di senja hari
Kuingin mencari dahan yang tangguh
Kuingin kembali bertengger
Memeluk dengan kokoh
Namun, nyaliku sudah enggan

Pohon itu kini sudah semakin rapuh
Tidak ada lagi keindahan yang memesona
Wanginya juga sudah hilang
Daun-daunnya sudah luruh ke tanah
Melebur bersama debu

Tidak ada yang abadi
Tempat berpijak yang kokoh sudah tumbang
Aku bagian dari pohon itu
Dia luruh, aku pun juga
Pesonanya tenggelam
Wanginya memudar

Adakah yang peduli?
Adakah rasa melebihi kehilangan?
Kehilangan segalanya
Namun, sekali lagi
Tidak ada yang abadi

Bahkan cahaya yang terang benderang pun akan meredup
Ketika tiba sang waktu
Senja pun akan menghilang berganti malam
Akhirnya aku sadar
Bahwa semua itu sudah ada yang mengatur

Cerita indah berganti luka
Itu sudah digariskan
Apa ini?
Fatamorgana?
Bukan. Ini dunia
Tempat segalanya bergulir sesuai kehendak-Nya

(Visited 117 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.