Oleh: Aldo Jlm
Pesta Don Bosko ini merupakan salah satu event yang selalu diadakan setiap tahun di penghujung bulan januari yakni tanggal 31, yang memperingati hari kepulangannya ke pangkuan sang Ilahi, dimana dirayakan di tiga tempat yakni, di gereja, di lapangan dan di ruang makan.
Semasa hidupnya “Pater Don Bosco” ini memulai misinya dengan suatu perkumpulan anak-anak gelandangan di jalan raya yang dinamai “oratorium” di Turim Italia. Semasa hidupnya ia bersama dengan ibunya “Margarida Ochiena” mengurus oratorio ini, dengan memberikan nafkah, pengajaran, pekerjaan, penginapan, dengan pembinaan yang dikenal “metode preventif”, artinya mencegah anak-anak muda melakukan tindakan kejahatan di publik, dan mengajari mereka agar patuh dan taat pada peraturan oratorium, berdevosi pada Bunda Maria, dan jadikan mereka sebagai “seorang kristen yang baik dan warga negara yang jujur”.
Dengan penuh keyakinan dan kepercayaan total pada Bunda Maria Penolong Umat Kristiani, maka apa saja yang Pater Don Bosco lakukan semasa hidupnya, selalu mendapat hasil yang gemilang dan sukses karena berkat adanya intervensi Bunda Maria yang selalu menolongnya, di saat-saat yang genting dan penting dalam hidupnya, terutama dalam misinya membawa anak-anak muda gelandangan yang tak punya keluarga dan rumah itu menjadi lebih baik dari semula.
Misinya ini, telah diperlihatkannya oleh Bunda Maria dan Yesus sendiri, lewat mimpinya di kala ia masih berusia sembilan tahun, dimana ia melihat suatu penampakkan bahwa, “ada segerombolan anak muda yang berkelahi, lalu berubah menjadi serigala, yang kemudian menjadi domba”. Hal ini ditunjukkan oleh Bunda Maria Penolong Umat Kristiani pada Don Bosko (Yohanes Bosko) bahwa inilah misimu di masa depan kelak nanti.
Maka ketika ia mengalami masalah, ia selalu lari dan mengadu masalahnya pada Bunda Penolong ini, dan memperoleh banyak mukjizat dalam misinya, membawa anak-anak muda gelandangan ini menjadi anak-anak domba Allah yakni menjadi Kristen yang baik dan warga negara yang jujur.
Kegiatan metode preventifnya ini dilakukannya di tiga tempat yakni di gereja, di lapangan dan di ruang makan. Di gereja mengajarkan mereka agar memahami moral Kristiani, dengan mengaku dosa dan mengikuti misa, sehingga kelak menjadi anak-anak Allah yang baik di dunia maupun di mata Tuhan. Di lapangan mengajarkan mereka agar selalu gembira melakukan kegiatan olahraga, tetapi jangan berbuat dosa. Di ruang makan mengajarkan mereka bahwa, tidak pernah kekurangan sandang-pangan dan saling membagi pengalaman mereka sehari-hari pada sesamanya di saat makan.
Setelah kematiannya pada tanggal 31 januari tahun 1888, misinya sekarang telah menyebar luas di dua ratus lebih Negara di dunia, yang mengajarkan anak-anak muda masa kini dengan metode preventifnya, agar menjadi manusia yang lebih baik di mata manusia maupun di mata Tuhan.
Di sela-sela pesta inilah, dilakukan acara pelantikan Pastor Paroki Baru, Pater Venancio de Fátima Freitas,SDB; yang menggantikan pastor paroki lama, Pater Tomas de Carvalho Gusmão, SBD; yang akan melanjutkan misinya ke luar negeri yakni di Negara Filipina untuk mengajar para frater disana. Yang dipimpin oleh Vikaris Keuskupan Baucau (Sanceler) Pater Aureo Pr, disaksikan oleh Pater Provinsial Anacleto,SDB, para pastor lainnya dari berbagai paroki yang eksis di munisipiu Lautém, dan umat Kristen Katolik yang mendiami di paroki ini. Diramaikan oleh Koor dari MJS (Movimento Juvenil Salesiano) atau Pergerakan Pemuda Salesian Don Bosko Lospalos.
Misi para pastor atau pater ini, adalah untuk melanjutkan misinya Don Bosko di dunia, dimana telah terinstalasi misi Don Bosko, mereka akan berkarya disana, membina para kawula muda ke jalan yang benar yaitu, menjadi Kristen yang baik dan warga negara yang jujur.
Pada acara pelantikan ini, pastor sesante Pater Tomas SDB, menyampaikan laporannya bahwa, selama tiga setengah tahun di Lospalos, ia telah melakukan banyak hal, melanjutkan pendahulunya Pater Agapito SDB; dengan mengganti nama para bairo di kota Lospalos dengan nama santo santa, membangun gereja-gereja di stasi yang bernaung di bawah paroki S.Paulo Lospalos. Selain itu ia juga menjabat sebagai Vigariu Foráneo (Perwakilan Uskup Baucau) di Munisipiu Lautém, dan guru agama di salah satu SMA “ESG LAT” (Ensino Secundária Geral Lere Anan Timur) Lospalos.
Dalam laporannya ia menuturkan bahwa, pendahulunya menyerahkan uang gereja sebanyak US$35.000, dan selama kurang lebih tiga tahun meningkat menjadi US$45.000 lebih di kas gereja paroki S.Paulo Lospalos, di masa kerjanya.
Sementara itu pastor baru, Pater Venancio SDB, menyambut dan menerima tugas yang diembangkannya, untuk memimpin paroki ini selama lima tahun ke depan. Bukan hanya sebagai pastor paroki S.Paulo saja tetapi juga sebagai Vigariu Foráneo di Munisipiu Lautém, artinya bukan hanya memimpin dan melakukan saja pekerjaan di paroki tetapi juga memimpin beberapa paroki yang eksis di Munisipiu Lautém.
Selain itu, Administrador Munisipiu Lautém, Sr.Domingos Sávio, selaku kepala daerah mewakili umat Kristen Katolik menyampaikan ucapan terima kasih kepada pastor sesante yang telah memberikan kontribusi dalam koordinasi dan kerja sama yang baik di gereja maupun di pemerintah. Meski pater akan melangkah jauh tetapi kita akan tetap berkomunikasi lewat medsos. Ia mengusulkan agar pastor baru Pater Venancio SDB, juga mengikuti pater sesante ini, agar mengikuti jejaknya supaya dapat membawa umat Kristen dan populasi munisipiu Lautém ini ke jalan yang benar, pater di pihak rohani penyelamatan jiwa, saya di pihak badaniah yakni membangun manusia menjadi warga Negara yang baik dan jujur menurut ajaran Don Bosko.
Seusai Missa di Lapangan basket Paroki S.Paulo Lospalos, dilanjutkan dengan pemotongan kue dan makan siang di ruang makan Orfanatu D.Bosco Lospalos. Acara dilanjutkan dengan final volly ball dari kedua team Beimar Otcho-tchau dan Beiramar Com, berakhir sebagai pemenangnya adalah tim Beimar Otcho-tchau, Posto Administrativo baru Loré.
Dengan adanya aktivitas dan ajaran preventif ala Don Bosko ini di bumi Lorosa’e, dapat mengurangi pengacauan yang sering terjadi negara kecil ini oleh segelintir anak muda yang tak bermoral, yang mayoritasnya beragama Kristen Katolik, sekaligus sebagai beranda Vatikan dan Eropa di bumi Lorosa’e, tetapi kehidupan dan kelakuan penduduknya tidak sesuai dengan ajaran Kristen Katolik dan gelar yang diembannya.
By Aldo Jlm, Edisi 31012023
Penulis: Alumni Orfanato Don Bosco Lospalos.

Viva Dom Bosco.
Profisiat prof.