Buku : Sir Francis Drake
Penulis : Edyth Harper
Penerbit : Ladybird Books Ltd.
Tempat : Loughborough, Inggris
Tahun : 1977
Jumlah Halaman : 52
Bahasa : Inggris
ISBN : –
Sir Francis Drake adalah seorang pelaut dan penjelajah ulung dari Inggris Raya. Keperkasaannya dalam mengarungi samudra mungkin tidak ada bandingannya sampai sekarang. Selain sebagai penjelajah samudra dan pengeliling dunia, beliau juga dikenal sebagai pemerhati budaya dan seorang yang senang akan keindahan dan kemegahan. Kisah hidupnya penuh warna dan sekaligus penuh rasa kemanusiaan.
Sir Francis Drake hidup pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I pada abad ke-16. Petualangannya berlayar keliling duni dimulai pada tahun 1577, ketika meninggalkan pelabuhan Plymouth di Inggris Raya, menyeberangi Samudra Atlantik, menuju Amerika Selatan, dan singgah di beberapa pelabuhan yang ada Amerika Selatan. Dari Amerika Selatan, menuju ke Amerika Utara, singgah selama beberapa hari di Amerika, lalu lanjut menyeberangi Samudra Pasifik.
Dikisahkan bahwa, setelah menyeberangi Samudra Pasifik yang maha luas, Kapal Golden Hind yang dinakhodainya dan sekian puluh orang anak buahnya, sampai ke pulau Ternate (di negara Indonesia saat ini). Di Ternate, Sir Francis Drake dan rombongannya tinggal selama 3 pekan. Selain untuk beristirahat dan menyegarkan badan, kru kapal juga membeli segala kebutuhan pelayaran senjutnya yang masih separuh dunia.

Dari Ternate, selanjutnya menuju ke pulau Jawa dan singgah berlabuh di Batavia (Jakarta saat ini) lalu lanjut menyeberangi Samudra Hindia menuju Madagaskar dan Afrika bagian selatan. Selanjutnya dari Afrika kembali menyusuri Samudra Atlantik menuju kota kelahirannya di Inggris. Pelayaran dengan Kapal Golden Hind keliling dunia ditempuh dalam waktu 3 tahun lamanya yaitu dari tahun 1577 – 1580.
Selain kisah petualangannya di lautan, diceritakan pula kehidupan pribadinya, yang menikah dua kali karena istri pertamanya meninggal dunia. Dikisahkan pula, bagaimana armada kapal kerajaan Inggris bertempur dilaut melawan musuh bebuyutan pada masa itu yaitu kerajaan Spanyol. Banyak kapal dari Armada perang Spanyol yang tenggelamkan dan diambil muatan hartanya. Harta rampasan perang dari kapal kapal Spanyol itu kemudian dibawa pulang ke Inggris dan sebagian besar di serahkan kepada Ratu Elizabeth I, dan sisanya dibagikan kepada kru kapal.
Karena sering membawakan harta rampasan perang kepada Ratu Elizabeth I, akhirnya sang Kapten Kapal mendapat gelar kehormatan “Sir” yang dianugrahkan langsung oleh Ratu Elizabeth I.
Pada tahun 1595 dengan Kapal Defiance bersama kapten Sir John hawkins disertai 27 kapal armada perang Inggris lainnya, kembali berlayar untuk menyerang armada Spanyol. Ketika sampai di Puerto Rico, kapal mereka mendapat serangan tak terduga dari armada Spanyol. Tembakan meriam dari kapal Spanyol menerjang Kabin tempat Sir Francis Drake. Armada mereka masih menyempatkan diri menghindar dan bermaksud menuju Nombre de Dios, namun sebelum sampai ke tujuan, Sir Francis Drake menderita penyakit Disentri dan akhirnya meninggal dalam pelayaran, di dekat Porto Bello, Panama pada tanggal 28 Januari 1596. Jenazahnya dilarung ke laut.
Rumah tempat tinggalnya- Buckland Abbey- masih ada sampai sekarang dan dihuni oleh keturunan Sir Francis Drake di Inggris. Berbagai benda peninggalannya masih dipajang sampai sekarang dan dapat (sering) dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam negeri Inggris sendiri maupun dari manca negara.
Buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

