Oleh: Elvira Pereira Ximenes

Akulah biji sesawi
Bijiku tak kelihatan
Jika tak dilihat dengan seksama
Karena bijiku begitu kecil ukurannya

Ketika aku ditaburkan ke dalam tanah
Saat itu juga aku menyendiri dalam kegelapan
Aku diproses lebih lanjut
Tubuh fisikku mulai mengalami perubahan

Aku diserapi oleh air tanah
Diberi makan oleh unsur hara
Dipeluk hangat oleh tanah
Dalam kegelapan aku bersyukur

Ukuranku begitu kecil nan mungil
Bila dibandingkan dengan biji yang lain
Namun aku sangat disayangi oleh tuanku
Dari singgasana

Hari lepas hari
Bertambah usiaku dalam tanah
Tubuhku terbelah nan hancur
Inilah misteri kehidupan

Terbentuklah organ-organ tubuhku
Mulai bermunculan akar-akarku menyerap unsur hara
Batang dan daunku nampak mulai memanjang
Hingga muncul di atas permukaan tanah

Saat itulah aku dikenal
Aku pun mulai berkarya
Dengan bantuan sang Surya
Daunku mulai berfotosintesis

Aku menyadari
Aku bukan apa-apa
Juga bukan siapa-siapa
Jika aku tak mendapat bantuan dari berbagai pihak

Aku sungguh berbahagia
Atas anugerah hidup ini
Aku begitu dicintai
Oleh semua elemen di dalam maupun di atas permukaan tanah

Terima kasih kawanku air
Terima kasih kawanku unsur hara
Terima kasih sang mentari
Sahabatku semua yang tak kusebut namanya

Tanpamu aku tak berarti
Tanpamu aku tak hadir
CintaMu begitu dalam
KasihMu begitu luas seluas samudra raya

Akhirnya aku dikenal
Aku pun mulai bertumbuh dan berkembang
Bagian dari organ tubuhku berkarya sesuai fungsinya
Demi kemuliaan NamaMu di surga

(Visited 57 times, 1 visits today)
One thought on “Aku Bagaikan Biji Sesawi”
  1. Mantap sekali isi puisimu kawanku profa… realitasnya demikian…aku salut dan kagum pada idemu yg cemerlang…. prifisiat Jawa.
    Aku mesti belajar darimu kawan….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.