Oleh: Aldo Jlm

Seminar Munisipal sehari ini bertemakan, “Rintangan, Tantangan dan Kesempatan sebagai persiapan Pemerintahan Daerah di masa depan” dalam rangka menyambut hari Referendum tanggal 30 agustus mendatang ini, dilaksanakan di aula Orfanato Dom Bosco Lospalos, pada tanggal 25 agustus 2023.

Seminar Munisipal ini menghadirkan pembicara dari para tokoh politik dan intektual nasional seperti, Eks-Jendral Lere Anan Timur, Asesor special Vice-PM Sra.Idelta Maria Rodrigues, Presiden Funsaun Publika Sr.Faustino Cardoso, Eks-Dubes Joaquim Fonseca, dan Intelektual Tourism Sr. Jose Filipe Dias Quintas.

Dari orador/pembicara seminar ini, ke-4 pembicara lainnya merupakan putra-putri terbaik dari Losquinamokos atau Lospalos, hanya presiden Funsan Publika saja yang berasal dari Bobonaru.

Seminar ini secara resmi dibuka dan ditutup oleh Administrador Munisipiu Lautém, Sr.Domingos Sávio, memberi ucapan selamat datang dan selamat pada seminar ini, dimana seminar ini atas inisiatifnya sendiri supaya dapat memberikan input positif bagi generasi muda masa kini, para lider lokal dan intelektual di munisipiu Lautém khususnya dan munisipiu lain pada umumnya. Pada kesempatan ini, ia menyebutkan beberapa lapis dekrit hukum yang meregulasi otonomi pemerintahan daerah di masa yang akan datang, sehingga kita harus mempersiapkan sumber daya manusia, agar desentralisasi pemerintahan daerah ini dapat terealisasi secepatnya.

Orador pertama, eks Jendral “Lere Anan Timur”, menyampaikan opininya, dengan tema “refleksi visi kemerdekaan dan tantangannya dengan progres pembangunan dalam negeri” bahwa, yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana kita merubah mentalitas generasi baru masa kini, untuk mengetahui sejarahnya sendiri daripada negara lain, dengan mengenal para pahlawannya sendiri daripada pahlawan negara lain, seperti memakai atribut Cheguevara ketimbang Nicolau Lobato. Para pejuang veteran juga harus membagi pengalamannya ke sekolah-sekolah agar mereka dapat tahu dan mengenal sejarah TL sendiri dengan bekerja keras untuk memajukan negeri kita Timor Leste.

Orador kedua, Asesor special Vice-PM, “Sra.Idelta Maria Rodrigues”, menyampaikan opininya, dengan tema “Pembangunan pedesaan dan perumahan komunitas dengan analisis kemampuan sektor pertanian, pertenakan, dan perikanan bagi Ekonomi Munisipiu Lautém dalam lingkup Desentralisasi” bahwa, pemerintahan ke-IX memprioritaskan pedesaan karena ada perbedaan besar antara perkotaan dan pedesaan, dan kebanyakan masih tergantung pada bantuan luar negeri. Hal ini masih didominasi oleh egosektoral dalam pemerintahan, sehingga membingungkan pada komunitas itu sendiri. Untuk itu perlu merubah mentalistas dengan bekerja sama di munisipiu Lautém, harus ada icon spesifik dan program prioritas, mentransformasikannya melalui proses perubahan mentalitas berbasis ekonomi. Seperti, menata sebuah bairo/kampung baru dengan semua fasilitasnya.

Orador ketiga, eks-dubes “Sr.Joaquim Fonseca”, dengan tema: “Proses dan Taktik Politik Otonominisasi Gradual bagi penetapan pemerintahan daerah”, bahwa, area desentralisasi dari pemerintahan pusat ke pemerintahan daerah Lautém, berdasarkan pada empat hal yaitu, desentralisasi politik, administrasi, keuangan dan pasar bebas. Mencari kepentingan Munisipiu Lautém mana yang mau diprioritaskan, seperti: pertanian, pasar bebas dan roteiru (satu rumah banyak kamar).

Orador ke-empat, presiden Funsaun Publika, “Sr. Faustino Cardoso”, dengan tema: “Manajemen Sumber Daya Manusia pada lingkup pemerintahan daerah dari perspektif Administrasi Negara” bahwa, Sumber daya manusia desentralisasi pada pemerintahan daerah berdasarkan dekrit hukum no.23/2021,tertanggal 10 november, berpacu pada otonomi administratif, dan otonomi organisasinya. Diperkirakan kurang lebih 1400 pegawai yang akan bekerja disini, sehingga manajemen sumber daya manusia ini sangat penting.

Orador ke-lima, Intelektual Tourism, “Sr.Jose Felipe Dias Quintas”, dengan tema: “Analisis Kekuatan Sektor Pariwisata bagi Ekonomi Munisipiu Lautém dalam ruang lingkup Desentralisasi” bahwa, sektor pariwisata yang baik, dapat membawa keuntungan bagi masyarakat dan sektor lainnya. Tourism/pariswisata ini di Asia Tenggara menduduki urutan ke-2 dunia, bagi Munisipiu Lautém hal ini merupakan satu kekuatan tersendiri, karena munisipiu ini mempunyai icon internasional seperti, pulau Jaco, Ilikerekere, rumah adat dan panen meci. Menurutnya bahwa, ada 4 macam wisata tourism yaitu; tourism cruzeiro, sejarah, adat-istiadat, pantai/marina. Dari ke-4 hal ini, mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihannya kita mendapat banyak income, tetapi kekurangannya adalah merusak lingkungan.

Seusai penyampaian materi, para peserta seminar juga memberikan apresiasi, pertanyaan dan input bagi seminar minisipal ini. Diharapkan agar event seperti ini dapat direalisasi kembali pada tahun-tahun mendatang. Turut hadir dalam seminar municipal ini, PAM Ermera, AM (Aileu, Ainaro dan Viqueque). Peserta sebanyak 200 lebih ini datang dari berbagai lapisan elemen seperti para APA dari 6 kecamatan, para kepala desa dari 34 desa, para kepala pemerintahan dari berbagai instansi, intelektual, para veteran, dan para rohaniawan.

Lpls-BN, 26082023
By Aldo Jlm’69, Chefe Depart-EIPA

(Visited 15 times, 1 visits today)
Foto profile

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Timor Leste, Penulis & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Selalu tersenyum pada siapa saja baik kawan maupun lawan. Ingin belajar menulis dari para seniornya yang telah makan garam di dunia literasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: