Museum Jalaluddin Rumi

Catatan Perjalanan

Selasa pagi, 27 Oktober 2020, kami meninggalkan kota kecil Pamukkale yang juga di sebut kota Hierapolis pada zaman kuno. Tujuan kami adalah Kapadokya (Cappadocia)  yang terletak di Turki bagian tengah. Kapadokya adalah salah satu destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun manca negara. Perjalanan dengan bus sebenarnya cukup jauh, seharian penuh di dalam bus. Jarak Pamukkale ke Kapadokya adalah 649,8 kilometer dan ditempuh dalam waktu 7 – 8 jam lebih. Dalam perjalanan panjang itu, biasanya bus bus pariwisata singgah pada beberapa destinasi wisata tertentu. Dalam perjalanan kami hari itu, singgah di kota Konya untuk berkunjung ke Museum dan Makam Maulana Jalaluddin Rumi.

Makam Maulana Jalaluddin Rumi beserta keluarga dan ulama lainnya

Kota Konya terletak ditengah tengah antara Pamukkale dengan Kapadokya, yaitu di kilometer 393,2 dari Pamukkale, dan ditempuh dalam waktu hampir 5 jam. Kami tiba sekitar jam 3 sore dan langsung menuju Museum dan Makam Maulana Jalaluddin Rumi. Dari tempat parkir ke Museum sepanjang jalan yang dilewati, penuh dengan penjual souvenir khas Turki. Mungkin karena banyak turis Indonesia yang sering berkunjung, sehingga para penjual souvenir ini menawarkan dagangannya juga dalam bahasa Indonesia. Bahkan para pedagang itu bisa menerima mata uang Rupiah, kalau kita tidak punya uang Lira (Turki) atau Dollar.

Peta Google : Perjalanan dari Pamukkale ke Kapadokia dan singgah di Konya 650km

Memasuki pintu museum, tersedia plastik pembungkus sepatu. Plastik itu satu ukuran, dan memiliki karet diujungnya sehingga dengan muda kita bisa memakainya dikaki dan masuk ke museum dengan aman. Museum ini memang membolehkan pengunjung masuk dengan tetap memakai alas kaki, tapi alas kaki harus dilapisi plastik. Dibagian luar museum ada semacam kolam kecil (mungkin tempat wudhu) dan juga banyak makam/kuburan dengan batu nisan yang tinggi bercat warna perak. Yang aneh makam makam itu ditanami bunga mawar merah yang berbunga subur diatasnya.  Didalam kolam kecil itu, juga banyak koin yang mungkin sengaja dibuang oleh turis turis asing.

Di dalam kompleks museum Jalaluddin Rumi

Didalam museum, saya melihat banyak makam. Banyak pengunjung  yang memanjatkan doa doa didepan makam makam itu. Dinding interiornya penuh kaligrafi berwarna keemasan, dinding juga dicat warna emas. Sementara nisan makam Maulana Jalaluddin Rumi diletakkan surban besar. Didalam museum juga ada patung orang yang sedang membaca Al Quran, mungkin patung Maulana Jalaluddin Rumi. Banyak peninggalan benda benda bersejarah dalam museum, ada Al-Quran tua dengan tinta emas, kaligrafi, alat musik, pakaian, sajadah tua, kitab kitab kuno dan lain lain. Bahkan ada kotak keemasan yang konon berisi rambut Rasulullah. Koleksi museum selain barang peninggalan Rumi, juga sebagian peninggalan Sultan Sultan Ottoman (Ustmaniyah). 

Para makam Ulama di luar Museum yang penuh bunga hidup (Sumber: Dreamstime.com)

Siapakah Jalaluddin Rumi? Beliau adalah seorang Pujangga Sufi dari Persia kelahiran kota Balkh (kota Samarkand sekarang). Kota Balkh ini dulunya memang bagian dari Persia. Nama lengkapnya adalah  Jalāl ad-Dīn Mohammad Rūmī , juga dikenal dengan nama  Jalāl ad-Dīn Mohammad Balkhī mengacu pada kota kelahirannya. Sang pujangga lahir pada 30 September 1207 dan wafat pada 17 December 1273. Karya karyanya kebanyakan ditulis  dalam bahasa Persia, dan sebagian lagi dalam bahasa Arab, Turki dan Yunani. Karyanya yang paling terkenal adalah Kitab Mathnawi (Masnawi) berisi puisi puisi terbaiknya yang ditulisnya di Konya. Hasil karyanya sangat populer di Persia dan di wilayah lain yang berbahasa Persia. Selain itu juga dikenal luas di Turki, Azerbaijan, Amerika Serikat dan negara negara Timur Tengah dan Asia Selatan lainnya. Jalaluddin Rumi juga yang menginspirasi terciptanya tarian Whirling Dervishes (Darwis yang berputar) yaitu tarian sufi dimana penarinya mengenakan pakaian panjang warna putih dan berputar putar.

Museum Jalaluddin Rumi ini kalau di google map namanya Mevlana Museum. Mevlana mungkin sebutan bahasa Inggris untuk Maulana. Terletak di Aziziye Mah, Mevlana Cd. No:1, 42030 Karatay/Konya, Turki. Masih didalam kompleks museum dan makam, juga ada bilik bilik para murid Rumi yang berguru kepada  beliau pada masa itu. Di samping museum ada Masjid Suleymaniye  yang megah dan indah, yang dibangun pada abad ke-16. Sayang sekali karena waktu terbatas, kami tidak sempat berkunjung ke masjid agung tersebut, dan hanya sempat memotretnya dari atas bis.

 


(Visited 91 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.