Hari #1
(CORETAN RAYA MAKNA)
.
.
.
Dia sedang menumpahkan imaji yang terkurung dalam benaknya,

Serupa menulis,
Saat ini dia sedang memuntahkan kegelisahan yang membelenggu pemikirannya,
Pengejawantahan merdekanya inspirasi.

Aku tau,
Dia serupa aku,
Aku yang sedari kecil melukis maya di kertas buram,
Menghunus tembok dengan tumpulnya kapur tulis,
Hingga menggagahi sampul buku dengan tarian pena.

Kelak,
Aku benar-benar menginginkannya sebagai manusia yang kaya literasi.


Hari #2
(PATRI JANJI)
.
.
.
Hari kedua aku dijatah membersamai langkahnya menuju bangku pemberi ilmu.

Kebut laju motor kami sama-sama berburu dengan kepakan pipit ditepian “Banda Bakali”. Tentunya pelukan kami tak pernah terlepas sembari bercerita tentang pengelanaan hari pertama diruang pemberi ilmu.

Dibalik jendela kaca aku mengamati geriknya, dia duduk diam seperti jelata menunggu tembereng.

Aku tau,
Dia sedang mengamati sekitar, saat waktunya tiba riuhnya pasti melengking bergema. Bukan uni namanya jika tak menyuguh gaduh­čśé

Tapi dialog kami diroda dua,
Kami sama-sama mematri janji, jika kami akan selalu berusaha memecah sunyi tempat kami berpijak. Akan selalu menggetarkan jiwa-jiwa yang kami kasihi.

Uni Abe,
Kita adalah kolaborasi cinta yang tiada dua,
Abak sayang uni­čĄŚ


Hari #3,
(PARA RUH TUHAN)
.
.
.
Tuhan,
Engkau menitipkan raga,
Raga yang menghadirkan bangga,
Engkau menitipkan cinta,
Cinta yang sungguh luar biasa,
Engkau menitipkan cerita,
Cerita sempurna untuk hari tua,
Engkau menitipkan ruh,
Ruh yang menyentak hati hingga bergemuruh.

Ini hari ketiganya, kedua bagi kebersamaan pagi kami. Aku masih saja menulis bahasa haru, haru akan geliatnya yang semakin berkembang.

Dipintu ruang pemberi ilmu, Miss dan Misternya menyapa uni “Selamat pagi Sabai Raminang”. Aku seperti bernostalgia ke masa kanak-kanak, aku cepat dikenal guru juga karena nama yang aneh menurut pangkal telinga orang-orang dimasa ku, sepertinya uni mereinkarnasi­čśé. (je)

(Visited 58 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Je Osland

"Maka bermimpilah hingga gugusan antariksa terakhir dari bumi ini, setidaknya separuh dari planet ini akan terkunjungi"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: