Peralihan tahun tidak menyurutkan seseorang melakukan aksi diluar nalar, membunuh misalnya. Rupanya, bagi sebahagian orang, khususya percekcokan rumah tangga, dengan membunuh menjadi solusi. Apakah memang demikian caranya?

Penyebab suami nekat membunuh istri sebagai belahan jiwanya bisa sangat kompleks dan bervariasi, termasuk konflik interpersonal, masalah keuangan, ketidaksetiaan (perselingkuhan), dan masalah mental seperti gangguan jiwa atau kecemasan.

Pembunuhan suami dan istri banyak melibatkan banyak pihak. Bisa bermacam-macam tergantung pada kasusnya. Terkadang pembunuhan dilakukan oleh salah satu pasangan itu sendiri karena konflik dalam rumah tangga, sementara dalam kasus lain, pembunuhan bisa dilakukan oleh pihak ketiga seperti orang asing, kerabat, atau bahkan anggota keluarga sendiri.

Sementara kenekatan istri membunuh suaminya juga bisa kompleks dan bervariasi, seperti konflik dalam hubungan, ketidakpuasan, kekerasan dalam rumah tangga, atau motif finansial. Terkadang, masalah kejiwaan juga bisa menjadi faktor utama.

Pembunuhan pasangan suami istri bisa terjadi di berbagai tempat, mulai dari rumah tangga sendiri hingga tempat umum seperti jalanan, restoran, pasar, sawah, hotel atau bahkan tempat kerja. Itu bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk masalah cemburu buta hingga membabi buta, bahkan faktor keuangan, atau masalah mental tidak bisa mereka hindari.

Pembunuhan suami dan istri bisa terjadi kapan saja, karena disebabkan oleh berbagai faktor seperti konflik rumah tangga, masalah keuangan, atau faktor lainnya.

Pembunuhan bisa terjadi ketika seseorang sengaja merencanakan dan melakukan tindakan untuk membunuh orang lain. Motivasinya bisa bermacam-macam, seperti dendam, keuntungan finansial, atau gangguan mental yang menyebabkan hilangnya kendali atas perilaku.

Seperti yang menimpa pasangan suami istri di Dusun Matekko, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang pria berinisial DW (50) tahun membunuh istri. Mirisnya, jasad istrinya ditemukan terkapar tak bernyawa di kebun pisang milik warga, tubuhnya bersimbah darah.

Dihadapan polisi, DW mengaku tega membunuh istrinya karena cemburu.

Peristiwa berdarah serupa terjadi di Karawang. Hebatnya lagi pelakunya seorang wanita bernama Ossy Claranita (32), warga Karawang, Jawa Barat,  membunuh Arif (suami) dengan menyewa pembunuh bayaran.

Dari berita yang beredar, motif pembunuhan karena sakit hati, dendam, dan persoalan ekonomi. Alasan lain, istri tega membunuh suaminya, lantaran mempunyai pria idaman lain. Tulisan ini hanya ungkapan pribadi, jikalau ada yang tidak berkenan saya mohon maaf, sekedar berbagi.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.