Waktu kecil aku suka gula -gula karena kutahu kala itu gula-gula rasanya manis, namun sekarang gula- gula yang ku rasakan pahit sepahit kopi hitam.

Aku tak tahu apa lidahku yang salah atau gula-gula nya yang tak bersahabat lagi denganku.

Usut punya usut ternyata rasa pahit yang ada di lidahku disebabkan penyakit yang biasa orang sebut “gommangeng“(hilang selera makan) yang ditandai dengan lidah berwarna putih dan terasa tebal. Konon obatnya “daun pellekaliki” (getah jarak) dengan cara dikerik warna putih tersebut.

Semoga dengan cara ini semua yang manis -manis tak kurasakan lagi bagai kopi.
Membahas tentang kopi selalu identik dengan kepahitan, namun yang pahit juga memiliki kenangan indah, seperti halnya kopi di balik hitamnya, ada dua rasa yang seimbang.

Manis dan pahit menyatu diakhir seruput
Kopi hitam walaupun manis dicampur gula namun tetap terasa pahit pada akhirnya.
KOPI selalu mengajarkan kita tentang PAHIT…

Yaitu tentang RASA yang kebanyakan orang TIDAK SUKA…

Mengapa demikian?
Agar kelak jika harapan kita berbuah MANIS…

Kita pun RINDU dengan pahitnya HARAPAN…

Mengapa demikian?
Karena…
Yang kita harapkan, BELUM TENTU mengharapkan kita…

 By butiq wihda lasusua
(Visited 457 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

2 thoughts on “Sepahit Gula Semanis Kopi”
  1. Perbedaan dua rasa pahit & manis walau disatukan ttp aja mempertahankan rasax masing”
    rasa pahit yg kta rasakan tdk selamax
    akan berujung pahit, begitupun sebalikx
    suguhan rasa manis di awal tdk slmx berahir manis . pahit & nanis ini akan dirasakan seiring berjalanx waktu mana yg manis & mana yg pahit ,itulah kehidupan rasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.