By Dev Seixas’1125

Sahabat adalah seseorang yang bukan sedarah denganmu, akan tetapi selalu ada bagi kita kerena adanya kecocokan yang di bangun bermula dari Mindset yang sama, entah secara sengaja atau tidak di sengaja.

Relasi persahabatan terjaling tanpa adanya penentuan waktu, tempat serta rencana indah. Akan tetapi relasi persahabatan itu akan lahir dengan sendirinya tanpa kita sadari, proses mendidik kita menjadi akrab melebihi relasi kita dengan orang lain di sekeliling kita.

Terkadang kita tidak bisa membuka diri, membagi rasa dengan keluarga sendiri bahkan tidak nyaman dengan keluarga sendiri entah karena apa. Namun, kita justru lebih memilih relasi persahabatan karena banyak kenyamanan yang terjadi dan kita alami bersama, tanpa harus menentukan waktu, tempat dan durasi.

Karena itulah arti suatu hubungan persahabatan menurutku jauh lebih bermanfaat, dari pada hubungan yang lain. Terkadang ketika seseorang terjebak dalam situasi yang sulit bukan keluarga yang menyelamatkan, melainkan justru sahabat yang lebih dulu menyelamatkan kita, daripada keluarga sendiri atau lebih dekat dan memahami kita dari pada keluarga sendiri.

Karena sahabat tidak pernah mencari titik kelemahan kita, kerena sahabat tidak pernah mencari kenyamanan saja, karena sahabat tidak pernah mencari saat kita, ditempatkan pada karier yang baik.

Sahabat itu akan ada di setiap kesempatan ketika kita tak menyadarinya. Rela berkorban bagi kita, rela menyisihkan waktunya buat kita ketika kita sudah, sering mendoakan kita agar kita bisa bebas dari belenggu kehancuran.

Tiap relasi persahabatan akan terjaling tanpa kita sadari kapan dan dimana, dan itu yang terjadi sama aku dengan sahabat-sahabat terbaikku

Mereka yang selalu ada ketika aku benar-benar di masa sulit, mereka yang selalu memberikan nasehat ketika aku benar-benar ada pada situasi dimana aku merasa terjebak dalam masalah.

Kita tidak mengundang dengan surat undangan, agar mereka hadir, akan tetapi hadir tanpa kita duga, bahkan semua serba instan, pada akhirnya bertahan lama tanpa alasan yang pasti.

Suara-suara yang datang menyapaku, sayang kita saling doakan iya, waktu kita sama-sama sakit, meskipun beda penyakit. Suara-suara itu yang hadir menasehatiku, ketika kita ada masalah meskipun sama-sama masalah tapi beda permasalahannya.

Tangan-tangan lembut yang selalu membawa bekal, yuk mari kita makan bareng, yuk mari kita doa bareng, selalu terasa ketika berjauhan, karena relasi persahabatan itu indah.

Maka arti persahabatan bagiku, adalah sebuah relasi persahabatan yang diibaratkan sebagai darah yang membutuhkan tubuh atau tubuh yang membutuhkan darah selain nafas.

Kami memulai hubungan persahabatan dari hal-hal kecil yang mungkin menurut orang tiada artinya, akan tetapi menurut kami begitu berarti bahkan jauh lebih berharga.

Kami berjalan seadanya, kami berdoa seadanya, kami saling menyapa seadanya, kami saling mendoakan seadanya, kami saling membantu seadanya tanpa melihat value tertinggi. Kami justru memulai relasi dari hal-hal kecil yang menurut orang lain tiada nilainya.

Dili, 30 April 2025

(Visited 24 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.