Ada banyak hal dalam hidup ini yang telah kurencanakan dengan sungguh-sungguh.
Aku menata langkah, menetapkan waktu, membuat daftar prioritas, dan menggantungkan harapan pada langit. Tapi di antara rencana-rencana itu, seringkali hidup membawa kejutan yang tak pernah masuk dalam agendaku.
Dan saat itulah aku belajar:
Rencana Tuhan jauh lebih sempurna dari rencanaku sendiri.

Aku pernah kecewa.
Pernah merasa waktu Tuhan terlalu lambat,
atau bahkan bertanya-tanya mengapa seolah-olah Dia diam saat aku begitu bersemangat memperjuangkan sesuatu.
Namun dalam perjalananku, berkali-kali aku menyadari:
di balik setiap penundaan, ada perlindungan.
Di balik setiap penolakan, ada pengarahan.
Dan di balik setiap kehilangan, ada ruang kosong yang sedang disiapkan untuk diisi dengan sesuatu yang lebih baik.

Tuhan bekerja dalam keheningan.
Ia menata ulang hal-hal yang tak bisa kulihat dengan mata manusia.
Ketika aku belajar melepaskan kontrol dan berserah, di situlah aku menemukan damai.
Bukan damai karena semuanya berjalan sesuai keinginanku,
tetapi damai karena aku tahu hidupku tidak pernah keluar dari genggaman tangan kasih-Nya.

Aku belajar bahwa berserah bukan berarti menyerah.
Berserah adalah sikap hati yang percaya bahwa segala sesuatu yang datang dari Tuhan akan datang dengan cara dan waktu terbaik.
Kadang aku tidak paham saat ini, tapi suatu hari nanti aku akan bersyukur bahwa tidak semua keinginanku dikabulkan.

Aku pernah memohon jalan dibukakan, tapi justru diarahkan ke jalan lain.
Dan jalan itu — yang awalnya terasa asing — ternyata membawa lebih banyak makna, pertemuan, pertumbuhan, dan cinta yang tak terduga.

Kini aku berjalan dalam hidup bukan hanya dengan perencanaan, tapi juga dengan kepercayaan.
Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang sedang Ia lakukan.
Percaya bahwa ketika aku berserah, semesta pun mulai bergerak untuk menuntunku kepada versi terbaik dari hidupku.

Aku tak lagi menggenggam terlalu erat.
Aku menaruh hatiku di tangan-Nya dan berkata,
“Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”
Karena aku percaya:
Rencana Ilahi jauh lebih sempurna dari segala rencanaku.

by profa.EPXim’25

(Visited 9 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Elvira P. Ximenes

Elemen KPKers Dili TL, telah menyumbangkan puluhan tulisan berupa, artikel, cerpen, dan puisi ke BN, dengan motonya, "Mengukir makna dalam setiap kalimat, menghidupkan dunia dalam setiap paragraf", pingin jadi penulis mengikuti jejak para penulis senior lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.