Pengalaman sebagai seorang penulis, dimulai sejak saya mulai bekerja sebagai  guru di salah satu sekolah SMPK João Paulo II Iliomar pada tahun 1992. Pada saat itu saya sering menulis biografi atau riwayat hidup seserorang yang sudah meninggal dunia, dan juga menulis puisi-puisi dan kata sambutan pada acara-acara persepsi ritual keagamaan, pesta pernikahan, penyambutan tamu-tamu yang berkunjung ke sekolah dan desa saya.

Saya sangat gemar menulis puisi karena saya sendiri mempunyai perasaan sentimentil terhadap cinta, alam, ritual keagamaan, pesta pernikahan dan penyambutan tamu.

Karena saya berada di desa jauh dari kota sehingga sulit berakses dengan media cetak dan online untuk mempublikasikan tulisan saya ke media-media tersebut. Tapi saya tidak putus asa dengan hal itu, saya selalu berusaha untuk menulis apa saja yang saya suka, dari hasil pemikiran saya sendiri.

Namun setelah saya mengikuti kursus ini saya mendapat banyak input, motivasi dan inspirasi dari pak Chayadi Takariawan, bagaimana caranya menulis yang baik dan menarik, saya mulai termotivasi dan ingin berkarya di dunia literasi.

Sampai saat ini saya belum sempat menulis buku, novel yang terlalu banyak isinya, tapi saya hanya menulis opini, cerita singkat, biografi dari orang-orang tertentu yang telah meninggal dunia terutama para veteran Timor Leste yang meninggal dunia akibat perang.

Tulisan-tulisan saya hanya dipublikasikan ke medosos terutama FB saya “Aldo Jlm”, dikirim lewat WA untuk kolega, kerabat, sahabat dan murid-murid saya yang ingin membaca karya saya. Mereka semua memberi komentar bahwa isi tulisan saya bagus, kreatif, motivatif terutama bagi anak didik saya yang saat ini sedang melanjutkan studinya di jenjang perguruan tinggi.

Untuk merealisasikan impian saya sebagai seorang penulis salah satunya adalah membuat Bank ide. Maka saat ini saya sudah mempunyai bank ide antara lain:

  1. Menulis tentang “Kunci sukses menjadi guru profesional” (Buku)…(dalam impian)
  2. Menulis puisi dan cerpen “percintaan antara Emi dan Rita” (puisi dan cerpen)
  3. Menulis tentang SMPK JP.II Iliomar (1992-2002)—(artikel)
  4. Menulis tentang EB-SD (Ensino Básico-Sekolah Dasar) Iliomar—(artikel)
  5. Menulis tentang “Aneka Puisi”—-(puisi)
  6. Menulis tentang “Aneka Biografi orang-orang terdekat”—-(biografi)
  7. Menulis tentang “Pelaksanaan Yudisium XXV UNTL di Lospalos”—-(artikel)
  8. Dan masih banyak lagi di Bengkel Narasi (BN)….

Dari deretan bank ide tersebut di atas no.1 masih dalam proses, no.2-7 sudah ditulis dan telah dipublikasikannya ke medsos terutama ke FB, WA, BN, dan kirim ke orang-orang terdekat yang saya kenal, terutama pada mahasiswa saya yang telah saya bimbing selama kurang-lebih 3 tahun di bangku kuliah UNTL. Untuk ke depannya saya ingin menulis tentang sejarah desa dan kota kelahiran saya, tapi masih dalam mimpi dan belum merealisasikannya.

Saya sangat termotivasi dengan motonya Pramoedya Ananta Toer bahwa, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam peradaban dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Motto inilah yang sangat memotivasi saya untuk menulis dan terus menulis selagi saya masih bisa bagi waktu untuk menulis apa saja yang saya tahu, pahami, kenal dan selami baik dalam karir saya maupun apa yang saya lihat, dengar dan merasakannya, namun belum satupun yang muat dalam media cetak dan elektronik.

Agar dapat termotivasi menjadi penulis, disini saya menyajikan 10 tips antara lain:

1. Kebebasan waktu

    Setiap penulis bebas menentukan kapan waktunya menulis. Saya sendiri tidak menentukan waktu tertentu ketika menulis, namun setiap saat saya menulis, asalkan sedang tidak ada kesibukan lain.

    2. Berpotensi mendapat income (penghasilan)

    Seorang penulis kreatif bisa juga mencari uang dengan menulis buku di sebuah penerbitan. Kalau bukunya laku, ia akan mendapat jasa berupa royalti yang besarnya sekitar 10% dari harga jual buku. Penghasilan penulis mendapat potongan pajak sebesar 15% dari jumlah royalti yang diterimanya.

    3. Berpotensi menjadi orang terkenal (Top)

    Menjadi penulis top itu memang tidak mudah, tetapi peluang itu bisa anda dapatkan. Syaratnya yaitu anda harus mau berusaha berjuang untuk mencapainya. Caranya dengan belajar dari penulis top, rajin berlatih, fokus, konsisten, dan berani mempublikasikan tulisan ke penerbit.

    4. Mengisi waktu luang dan mendapatkan teman

    Menulis bisa menjadi salah satu cara mengisi kekosongan aktivitas tersebut. Penulis yang tulisannya baik dan disukai banyak orang, tentu bisa mendapatkan pengemar yang setia.

    5. Menginspirasi orang lain

    Sebuah tulisan yang baik mampu membuat orang lain terinspirasi. Misalnya anda menulis sebuah artikel tentang pentingnya seorang anak berbakti kepada kedua orang tuannya. Dalam tulisan itu anda ceritakan betapa mudahnya rezeki seorang anakn ketika orang tuanya senang dan ridho atas perbuatannya.

    6. Menambah ilmu pengetahuan

    Membaca bisa menambah wawasan, sehingga tulisan kita semakin renyah dan banyak maknanya. Oleh sebab itu seorang penulis wajib membaca untuk menambah pengetahuannya.

    7. Obat Stress

    Tulisan bisa juga menjadi obat bagi seseorang yang sedang menderita gangguan psikologis. Dengan mengungkapkan apa saja yang sedang ada dalam pikirannya ke dalam sebuah tulisan, maka hal itu bisa mengurangi beban yang ada dalam dirinya.

    8. Kepuasan Batin

    Melalui tulisan, segala uneg-uneg yang ada dalam diri seseorang bisa ditumpahkan dengan vulgar. Jika ada sumpah serapah, semuanya bisa dilampiaskan dalam bentuk tulisan, baik dalam bentuk artikel atau cerpen, pada intinya, semua yang ada dalam pikirannya harus bisa ditumpahkan ke dalam tulisan, agar bisa puas.

    9. Menjadi Bos terhadap diri sendiri

    Enaknya menjadi penulis itu, selain bebas menentukan kapan waktu menulis, juga bebas menentukan berapa penghasilannya. Penulis bebas mau menulis apa saja, serta bebas kapan mau menyelesaikan tulisannya sendiri. Penghasilan yang didapatnyapun bervariasi tergantung pada banyaknya atau sedikitnya tulisan yang kita produk dari hasil kreativitas kita.

    10. Membantu menyenangkan orang lain

      Menulis juga bisa membuat orang lain senang. Contohnya ketika anda menulis sesuatu yang sifatnya menghibur, misalnya menulis cerita lucu atau humor yang sering disisipkan sebagai selingan di koran atau majalah.

      Demikianlah pengalaman menulis saya, kiranya dari 10 tips yang saya dipaparkan di atas dapat memberi kita cahaya dan inpirasi, input untuk mengembangkan karya tulis kita agar bisa dimuat di media cetak maupun online. Mudah-mudahan apa yang saya sumbangkan ini bisa bermanfaat bagi orang yang lain yang membacanya.

      Fonte: Buku Kunci Sukses menjadi penulis Kreatif & Profesional, J. Haryadi; serta pengalaman penulis.

      by prof. EdoSantos’25

      (Visited 38 times, 1 visits today)
      Avatar photo

      By Aldo Jlm

      Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.