​Matahari baru saja tergelincir ke ufuk barat, menyisakan semburat jingga di atas langit Simpang Kapuak.
Di lepau Mak Itam, kabar yang dinanti-nanti selama bertahun-tahun itu akhirnya menjadi nyata.

Sebuah spanduk ucapan selamat membentang gagah di gerbang nagari: “Selamat dan Sukses atas Pelantikan Uda Yori Anggara sebagai Anggota DPRD.”

​Mak Itam mengaduk teh taluannya dengan senyum lebar. “Akhirnya,” gumamnya, “Simpang Kapuak punya orang kita di sana.” ​Kenangan di Masjid Annur Bukiktogang

​Bagi masyarakat Simpang Kapuak, perjuangan memenangkan Uda Yori bukan sekadar urusan politik, tapi urusan kekeluargaan. Kenangan yang paling melekat adalah setiap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

​Setelah salat ied di Masjid Annur Bukiktogang, suasana kekeluargaan pecah saat tradisi makan bersama dimulai. Di sanalah Uda Yori selalu membaur, duduk bersila tanpa sekat di lantai masjid. Menu yang paling dinanti tak lain adalah Limpiang dan Sipuluk (ketan) yang disajikan di dalam Katidiang Boghuak.

​”Ndak ado yang bisa mengalahkan masakan Tek Ses,” puji Uda Yori kala itu sambil menyuap sipuluk hangat. Tek Ses hanya tertawa renyah, bangga melihat anak nagarinya lahap memakan masakan tradisional dari keranjang anyaman khas itu.

​Momen-momen di Masjid Annur itulah yang mengikat batin Uda Yori dengan masyarakat. Di sela-sela mengunyah limpiang, ia sering mendengar bisikan warga tentang jalan yang rusak dan harapan akan masa depan anak cucu mereka.

​Membangun Jalan, Membangun Harapan

Kini, setelah resmi dilantik, Uda Yori tidak lupa pada rasa Sipuluk di Masjid Annur. Ia tahu bahwa amanah ini adalah cara untuk membalas budi baik tanah kelahirannya.
​”Sabar ya, Sanak,” ujar Uda Yori saat meninjau jalanan yang berlubang. “Inilah tugas pertama saya.

Bukan hanya menambal, saya ingin Simpang Kapuak punya akses jalan yang layak agar hasil tani kita tidak terhambat dan sarana prasarana umum kita bisa dinikmati semua orang.”

​Kualitas SDM: Warisan untuk Masa Depan

​Namun, bagi Uda Yori, aspal yang mulus hanyalah permulaan. Dalam sebuah pertemuan di balai adat, ia berbicara dengan penuh semangat.

​”Membangun fisik itu perlu, tapi membangun manusia adalah keharusan. Saya ingin anak-anak muda Simpang Kapuak punya kualitas SDM yang unggul. Kita akan buat pelatihan dan beasiswa.

Saya ingin anak Simpang Kapuak hebat di rantau, tapi tetap cinta pulang ke kampung halaman.”

​Perpanjangan Tangan yang Amanah

​Bulan demi bulan berlalu. Suara mesin penggilas aspal mulai terdengar, lampu jalan mulai menerangi sudut nagari yang dulunya gelap. Fasilitas umum satu per satu diperbaiki.

Simpang Kapuak kini punya saluran aspirasi yang nyata.
​Setiap kali Idul Fitri tiba dan mereka kembali berkumpul di Masjid Annur Bukiktogang untuk makan Limpiang dan Sipuluk buatan Tek Ses, warga menatap Uda Yori dengan penuh syukur. Beliau bukan sekadar “Bapak Dewan”, tapi adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk membawa perubahan di segala bidang bagi Simpang Kapuak.

​Semoga amanah dan pengabdian Uda Yori Anggara membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Simpang Kapuak.

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.