Oleh: Rosita Samad, S. P*)
Menyusuri jalan dari kota Merauke melewati jembatan Tuju Wali-Wali kearah distrik Tanah Miring distrik Kurik dan distrik Malind sepanjang jalan didominasi kebun dan hamparan savana pada sisi kanan kiri jalan. Memasuki distrik Tanah Miring mulai terlihat aktifitas alat berat yang sedang mengerjakan pencetakan sawah yang merupakan program strategis Nasional pada lahan-lahan gambut. Terlihat kayu berserakan bekas tebangan yang belum sempat dirapikan atau dimanfaatkan.
Lanjut ke distrik Kurik kita akan disuguhi pemandangan bangunan coklat tanah yang menjulang diantara pohon pandan Bali dan semak belukar khas Savana sepanjang jalan. Jumlahnya banyak, saya tertarik dan menanyakan kepada masyarakat sekitar dan mereka menyebutnya Musamus atau sarang semut. Musamus ini bervariasi baik ukuran maupun bentuknya.

Maha besar Allah bila kita menyaksikan bagaimana bisa semut sekecil itu bisa membuat rumah yang begitu besar dan kokoh dan ini tak dijumpai di Sulawesi Selatan. Mungkin ada tapi ukurannya tidak sebesar yang ada di Merauke ini. Suatu produk ekosistem yang masih terjaga, sehingga makhluk hidup dapat memanfaatkan ruang hidup mereka dengan baik. Tidak bisa dibayangkan bila padang savana yang menjadi habitat mereka dialih fungsi atau perlakuan pestisida yang tidak bijaksana perlahan akan menggangu keseimbangan ekosistem mereka.

Musamus adalah keajaiban atas ekosistem yang belum ter eksploitasi dan menjadi bukti bahwa makhluk seperti semut juga memberi peran besar terhadap alam kita. Menyadarkan kita bahwa tidak ada yang sia-sia dari ciptaan Allah SWT, sehingga manusia tidak berhak merusak apa yang seharusnya tetap baik. Satu kesempatan saya mengunjungi destinasi wisata seribu musamus di Salor distrik Kurik, sayangnya destinasi tersebut tidak terkelola dengan baik. Fasilitas penunjang seperti gazebo, flying fox dan off road sudah ditumbuhi rumput liar. Sangat disayangkan mengingat tidak jauh dari lokasi tersebut pusat kantor pemerintah Provinsi Papua Selatan, sehingga kedepannya keunikan ini bisa menjadi produk pariwisata andalan bukan hanya Kabupaten Merauke tapi juga Provinsi Papua Selatan.

Musamus yang indah dan kokoh memberi isyarat pada kita bahwa selama kita bekerja sama dan ulet tidak mustahil kita akan mencapai tujuan bersama sebagaimana yang kita telah canangkan bersama. Keselarasan alam menciptakan harmoni dan biarlah musamus menjadi bangunan alam yang menjadi benteng kencangnya angin dataran rendah dan sekaligus menjadi rumah bagi semut yang menjadi pakan alami jutaan burung yang beraneka ragam dan masih sangat mudah dijumpai di padang savana ini.

Kepedulian masyarakat akan sangat menentukan berapa lama musamus ini berdiri di tanah Papua, tanah yang indah dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kultur budaya yang memukau. Indahmu mungkin biasa saja bagi orang sekitar, tapi akan menjadi luar biasa bagi kami yang sangat peduli pada kelestarian sumberdaya alam.
Catatan perjalanan dari Papua
*Penulis adalah Penelaah Teknis Kebijakan
Pada DLHK Prov. Sulawesi Selatan
