Di sebuah rumah sederhana di Simpang Kapuak, sebuah peradaban kecil sedang dibangun.
Jika orang-orang hanya melihat seorang ibu yang dianggap “gila” karena mimpinya, mereka lupa melihat sosok laki-laki di sampingnya: Aba.
Aba mungkin tidak menamatkan sekolah dasar, jemarinya lebih akrab dengan kasar pekerjaan fisik daripada halus kertas ijazah.
Namun, bagi Aba, kecerdasan bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan tentang ketajaman hati nurani.
Di tengah kesulitan ekonomi, Aba teguh pada satu prinsip yang tak bisa ditawar: halalan thayyiban.
Setiap butir nasi yang masuk ke mulut Kak Chilot adalah hasil cucuran keringat Aba yang dipastikan bersih dari debu-debu syubhat.
Aba adalah sosok yang sangat jujur dan rajin; baginya, lebih baik pulang dengan tangan hampa daripada membawa rezeki yang tidak jelas asalnya.
“Biarlah kita tidak punya, asal jangan mengambil hak orang,” mungkin itulah kalimat tak tertulis yang selalu Aba ajarkan melalui perbuatannya.
Kejujuran Aba inilah yang menjadi pondasi bagi Ibu untuk terus bermimpi.
Sinergi keduanya sangat indah: Aba menjaga perut anak-anaknya dengan makanan halal, sementara Ibu menjaga jiwa anak-anaknya dengan cita-cita besar.
Berkat keteguhan Aba dalam mencari nafkah yang baik dan kegigihan Ibu dalam mendidik, doa-doa itu menembus langit.
Alhamdulillah, Kak Chilot kini telah menjadi ASN di Surantiah.
Keberhasilan ini bukan hanya milik Kak Chilot, tapi merupakan kemenangan bagi prinsip kejujuran Aba dan keteguhan mimpi Ibu.
Kini, setiap kali Kak Chilot menulis dan memperkenalkan diri dengan bangga membawa cita-cita menjadi penulis seperti Buya Hamka, Kak Chilot tidak hanya membawa pena Ibu, tapi juga membawa karakter Aba.
Menjadi penulis yang sukses di dunia dan akhirat—seperti pesan Buya Hamka—membutuhkan dua hal: pikiran yang luas (seperti mimpi Ibu) dan hati yang bersih (seperti kejujuran Aba).
Satu per satu mimpi itu terwujud.
Di Simpang Kapuak, tidak ada lagi yang berani menyebut mereka gila, karena mereka telah membuktikan bahwa kombinasi antara kerja keras yang halal dan mimpi yang tinggi adalah jalan menuju keberkahan.
