Oleh : Juharman Muliadi
Tulisan ini mungkin tak mampu
Mengambarkan betapa hebatnya dirimu
Namun, kuingin sampaikan sebagai pemuda
Ini ungkapan kekagumanku
Orator ulung yang memerdekakan jiwa yang kelaparan
Peletak dasar ideologi, yang meneriakkan kata merdeka
Kisahmu, mungkin tak seindah perjalananmu
Pahlawan bangsa yang diakhir hidupnya dianggap sampah
Engkau pernah berkata berikan aku sepuluh pemuda
Maka, akan kuguncangkan dunia
Tapi, engkau mungkin malu melihat pemuda hari ini
Apatis tak berbuat apa-apa
Sibuk berbenah lupa pada keluarga apalagi masyarakat
Engkau adalah bekas pemuda,
Yang tak hanya pandai menjual kata
Namun, mampu mengubah dunia
Mengubah luka menjadi senyuman indah
Warisan leluhur retak bagaikan telur, layaknya telur asin
Bahasa senyap saat engkau diasinkan dunia
Teriakan kata merdekamu kini kehilangan arah
Idealisme yang menjadi kemewahan pemuda kini mengalami erosi
Engkau pahlawan sejati sosok yang berani
Tau membedakan mana hitam dan mana yang putih
Bukan jiwa yang mengadai harga diri
Semoga semangatmu selalu melekat dalam sanubari
Dulu, engkau hanya meminta sepulu pemuda
Hari ini kupastikan, cita-citamu takkan pernah mati
Selama pemuda memegang ideologi
Berbahagialah engkau disana
Warisanmu kami akan jaga
Namun jika kamu melihat banyak propaganda
Maka sadarilah, itu sudah menjadi karakter bangsa
Tak banyak yang ku tau tentang dirimu
Namun kisahmu selalu menginspirasi
Jiwa-jiwa muda yang takut berinovasi
Semoga keberanianmu, kebijaksanaanmu
Rasa pedulimu menjadi virus yang baik
Dan menyebar ke dalam jiwa pemudamu
