Kisah “Layla Majnun” adalah kisah roman dua anak manusia yang saling jatuh cinta namun takdir tidak mempersatukan mereka sampai akhir hayat. Ditulis dengan sangat indah dan puitis oleh Syekh Nizami (1141 – 1209 M), seorang pujangga atau sastrawan Persia dari daerah yang bernama Ganja di negara Azerbaijan sekarang ini. Pada masa itu Azerbaijan masuk dalam kekuasaan Kesultanan Selcuk. Syekh Nizami dengan nama lengkap Nizam Ad-Din Abu Muhammad Ilyas ibn-Yusuf ibn-Zaki ibn-Muayyid, selama hidupnya menulis banyak kisah kisah dengan aliran epic romantic khas Persia. Diantara sekian banyak karyanya, kisah Layla Majnun inilah yang paling terkenal di dunia terutama di negara negara Islam. Karya karyanya banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia.
Kisah ini dihimpun dan kemudian ditulis pada tahun 1188. Pada awalnya, kisah cinta Layla Majnun ini hanya dikisahkan dari mulut ke mulut secara lisan (oral), oleh karena itu, ada beberapa versi yang ada. Namun yang dihimpun dan ditulis oleh Syekh Nizami inilah yang paling lengkap dan yang kita kenal sampai sekarang ini. Menurut catatan pengantar buku ini, tokoh Qays (alias si ‘gila’ atau ‘majnun’) adalah seorang pemuda yang memang pernah ada dan hidup dimasa lalu, dan bukan tokoh fiktif rekaan penulisnya. Nama aslinya adalah Qays bin Al-Mulawwah dari marga Amir, hidup pada masa Daulah Amawiyah (Bani Umayyah). Diriwayatkan bahwa Qays meninggal pada tahun 65 H dalam kesendirian dan kesepian didaerah terpencil, meninggal dengan membawa serta rasa cintanya yang membara kepada Layla Al-Amiriyah dari kabilah Qhatibiah. Kisah penderitaan dan duka yang dialami Qays dan Layla ini semua diungkapkan lewat syair syair yang indah dan menggugah hati orang yang mendengarnya, dikisahkan antara generasi ke generasi berikutnya, dari waktu kewaktu, sampai akhirnya syair syair itu terkumpul dan dituliskan oleh Syekh Nizami.
Buku versi bahasa Indonesia diterjemahkan dari dua bahasa sumber yaitu Arab dan Inggris, namun demikian novel roman ini-pun terasa sangat indah dan puitis, artinya, tidak sekedar diterjemahkan begitu saja, namun keindahan kata katanya, pilihan kosa katanya (diksi) sungguh luar biasa sehingga kita pembacapun akan terlena dengan kisah kasih tak sampai ini yang penuh duka derita dan airmata. Salah satu kisah klasik terbaik yang pernah ada. Rekomended bagi anda pencinta karya sastra klasik.
Buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.
Call No.: 808.3 SYA L.
ISBN : 978-623-94476-0-1

