Judul : Abdul Qahhar Mudzakkar, Dari Patriot Hingga Pemberontak
Penulis : Anhar Gonggong
Penerbit : Ombak
Tempat terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2004
Jumlah Halaman : xx + 519
Ukuran : 15 x 21 cm
ISBN : 979-3472-17-0
Banyak buku yang diterbitkan pada awalnya merupakan karya skripsi atau disertasi dari penulisnya saat menempuh pendidikan tinggi. Salah satunya adalah buku ini, yang merupakan karya ilmiah disertasi dari Dr. Anhar Gonggong ketika beliau menyelesaikan program doktornya di Universitas Indonesia. Menurut penulisnya, tema utama buku ini adalah sebuah pertanyaan, ‘mengapa seorang patriot dapat menjadi pemberontak?’ Lewat buku ini, Anhas Gonggong berusaha menjawab pertanyaan tersebut.
Buku setebal 519 halaman ini dibagi menjadi 8 bab, dengan didahului oleh Pengantar Penerbit, Pengantar Penulis (cetatakan pertama), Pengantar Penulis (cetakan kedua), Daftar Isi dan Daftar Tabel. Selanjutnya pada uraian bab pertama diuraikan masalah masalah teori dan metodologi penulisan. Sedangkan bab kedua dan bab ketiga membahas hal hal yang menyangku keadaan geografi, penduduk dan sosial ekonomi serta keadaan sistem pendidikan yang berkembang pada masa periode berlangsungnya gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan. Pada bab ketiga juga diuraikan tentang pengaruh budaya Siri na pesse sebagai unsur yang sangat penting dan menentukan dalam tata kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.
Pada bab bab selanjutnya diuraikan tentang pasang surut keberlansungan gerakan DI/TII, termasuk lahirnya masalah gerilya setelah kemerdekaan RI, sambutan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap proklamasi, serta bagaimana rakyat berusaha mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Sekutu yang ingin kembali menguasai Sulawesi Selatan, dan Indonesia pada umumnya. Munculnya Abdul Qahhar Mudzakkar sebagai pemimpin yang disegani oleh para pengikutnya.
Pada bab kelima diuraikan masalah ide Negara Islam di Indonesia yang dirangkai kemudian dengan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara RI. Tokoh tokoh gerakan DI/TII juga menginginkan Islam dan Pancasila dalam kedudukan sebagai dasar negara.
Pembahasan pokok pada bab keenam yaitu usaha usaha yang pernah dilakukan oleh Pemerintah RI terhadap gerakan pemberontakan yang bertujuan mendidikan Negara Islam Indonesia. Gerakan ini diproklamasikan oleh R.M. Kartosuwirjo di Jawa Barat pada tanggal 7 Agustus 1949. Pemerintah RI berusaha menyelesaikan konflik konlik ini baik melalui jalan damai melalui perundingan, maupun jalan kekerasan senjata melalui operasi militer.
Bab VII membahas tentang berbagai pertentangan pertentangan secara intern antara para pemimpin dan anggota gerakan ini. Sedangkan bab terakhir adalah kesimpulan yang diambil dari uraian uraian peristiwa yang dijabarkan pada bab bab sebelumnya.
Bagian akhir buku ini daftar pustaka dimana berisi kumpulan dokumen, arsip, dan buku buku yang dijadikan bahan rujukan penulisan disertasi/buku dari Anhar Gonggong. Tak lupa juga ada Indeks yang dapat memudahkan pembaca mencari topik topik tertentu dalam buku ini. Terakhir riwayat hidup penulis secara ringkat.
Koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan (Ruang Deposit dan ruang Referensi).

