kekuasaan tidak dapat dipisahkan dengan pengetahuan. Kekuasaan menghasilkan pengetahuan dan pengetahuan dibentuk oleh kekuasaan.

Michel Foucault

A. Mengenal Michel Foucault
Michel Foucault.Ia lahir pada tanggal 15 Oktober 1926 di Poiters, Prancis bernama lengkap Paul Michel Foucault.

Michel Foucault adalah salah satu pemikir post-modernisme yang menyumbangkan ide dan pemikiran khas yang cukup berpengaruh dalam perkembangan pengetahuan manusia.

Analisisnya yang kritis dan tajam tentang berbagai hal, seperti sejarah, budaya, kekuasaan, dan pengetahuan mampu memberikan warna baru dalam pemikiran dan kajian ilmu sosial.

Teori dan konsep yang ia paparkan dapat kita gunakan sebagai kacamata untuk melihat berbagai fenomena sosial, seperti konstruksi sosial, struktur kurikulum, politik, medikalisasi masyarakat, sampai seksualitas.

Foucault menulis cukup banyak karya di bidang sosial-humaniora yang sangat berpengaruh di abad 20. Dalam karyanya, Foucault banyak melahirkan pemikiran yang kritis dan kontroversial.

Studi kritisnya terhadap institusi sosial, seperti klinik, rumah sakit, penjara berpengaruh cukup luas. Pengagum Friedrich Nietzsche ini juga melakukan kritik terhadap pandangan tentang seksualitas.
(https://www.sosiologi.info/2020/07).

B. Konsep Pengawasan Michel Foucault
Konsep kuasa dan pendisiplinan ala Michel Foucault tak bisa dipahami tanpa konsep pengawasan.

Bahkan bisa disebutkan bahwa di mana ada kuasa, di situ terdapat mekanisme pengawasan.

Pengawasan sendiri bekerja melalui panoptikon, sebuah bangunan yang dirancang oleh Jeremy Bentham, yang kemudian diadopsi oleh Foucault, untuk menjelaskan bagaimana kuasa dan pendisiplinan bekerja.

Lantas bagaimana pengawasan ini bekerja? Pengawasan sendiri bagi Foucault terdiri dari tiga mekanisme:

1). Pengawasan mentransformasi ekonomi kenampakan ke pelaksanaan kekuasaan.

Pengawasan bekerja melalui objektivikasi terhadap individu. Objektivikasi sendiri bekerja melalui pandangan (gaze).

Dalam mekanisme ini individu tidak bisa melihat secara langsung kuasa itu sendiri bekerja, akan tetapi mereka hanya merasakan pengawasan itu sendiri pada efek yang tertoreh pada tubuh.

2). Pengawasan memasukan individu pada dokumentasi.
Individu yang diawasi ditangkap melalui dokumentasi, yang mana tiap gerak, gestur dan pola gerak tubuh individu dicatat dan kemudian difiksasi sebagai sebuah dokumen.

3). Pengawasan memosisikan individu sebagai sebuah kasus.

Tiap individu yang diawasi tidak diposisikan sebagai sebuah generalitas, namun ia diletakan dalam individualitasnya yang spesifik.

Individu ini, yang juga telah didokumentasi, dinilai, diukur dan dibandingkan untuk kemudian dikoreksi, dinormalisasi, dieksklusi dan diklasifikasi.

Sumber: Michel Foucault, Discipline and Punish: The Birth of The Prison, New York: Vintage Book, 1995.
( https://t.co/GotiAyTAFW).


Demikian materi kuliah Sosiologi ini tentang konsep pengawasan dari Sosiolog Michel Foucault,  tentu ini hanya salah satu buah pemikiran beliau, karya karyanya sangat banyak pada tulisan tulisan berikutnya.
Makassar, 12 Juni 2022.
Disunting dan diberdayakan :

Sudirman Muhammadiyah
(1305.SDM).



(Visited 217 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

2 thoughts on “Karya Michel Foucault : Konsep Pengawasan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.