Oleh: Yusriani Nuruse
Putra Bumi Latemmamala yang terus berkarya dalam sunyi. Dalam salah satu kalimat inspiratifnya ia menulis, “Teruslah berkarya dalam sunyi, lalu biarkan orang lain bercerita atau menulis tentang pencapaianmu”. Kalimat ini sangat penting untuk menghindari kesombongan diri. Baginya lakukan baru katakan, karena lebih baik menjadi anak pantai yang berani menaklukkan gelombang daripada berselancar di atas bibir penuh busa.
Begitulah Sang Inspirator dan penggerak mentrigger jiwa kami dalam menjalani hidup dan kehidupan. Adalah bapak Ruslan Ismail Mage atau sapaan akrabnya Bang RIM, sebagai salah satu tokoh inspiratifku di jagad literasi. Bersama orang-orang kreatifnya, Bang RIM mendirikan panggung di angkasa bernama “Bengkel Narasi” tempat kami mementaskan gagasan dan pikiran lewat karya-karya tulis.
Kendati dari satu suku dan daerah Bugis Soppeng, saya baru sekali bertemu dengan Bang RIM. Kesibukannya sebagai inspirator dan penulis buku-buku motivasi yang roadshow ke beberapa pelosok nusantara sampai melewati batas negara, membuatnya jarang bisa masuk ke kampung kelahirannya Cabenge Kabupaten Soppeng.
Sejak mengenal Bang RIM di dunia maya sampai akhirnya bisa bertemu dalam acara memotivasi anak-anak PAI (Pena Anak Indonesia) dibawa asuhan Bengkel Narasi, begitu banyak kalimat-kalimat Inspiratif Bang RIM telah bersemayam dalam jiwaku. Insya Allah narasi-narasi pembakar semangat ini akan saya wariskan untuk anak cucu sebagai modal utama menaklukkan gelombang kehidupan.
Berkat bimbingan Bang RIM tanpa syarat, saya bisa mewujudkan mimpiku untuk menjadi seorang penulis. Terasa masih mimpi gagasan dan pikiranku bisa mengangkasa dibaca banyak orang. Walau baru sebatas pemula dan menuliskan tentang apa yang kurasakan, kulihat dan kedengar, tetapi terasa begitu indahnya berbagi gagasan melalui tulisan.
Berkat tulisanku juga bisa menjadi penghubung silaturahmi sahabat-sahabat suamiku (almarhum) yang puluhan tahun lost contact. Saya juga merasakan berkah dan lesatnya buah pena, karena menulis cerita humanis kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, dengan tulisanku banyak orang darmawan tergerak hatinya memberi sumbangan.
Melihat mimpiku menjadi penulis terwujud, ucapan terima kasih tidak terhingga saya persembahkan untuk Bang RIM. Atas bimbingan, arahan, dan motivasinya saya dapat mewujudkan mimpiku. Lebih dari itu saya bisa lebih banyak mengenal orang-orang hebat di dunia literasi. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, umur yang berkah, agar terus bisa memberikan motivasi dan inspirasi banyak orang menjadi pribadi berkualitas tinggi yang memeluk kemanusiaan. Bang RIM, teruslah berkarya dalam sunyi, biarkan pengagummu menarasikan segala pencapaiannya.
Watansoppeng, 11 Agustus 2022
