Oleh: Elvira Pereira Ximenes
Kebahagiaan adalah salah satu tujuan yang paling dicari dalam hidup setiap pribadi bahkan sampai akhir eksistensi manusia. Bagi orang tertentu tampaknya sulit dipahami, sangat mudah berimajinasi bahwa ketika aku memiliki rumah mewah, mobil baru, berjalan-jalan ke luar negeri, memiliki hp bermerek dan keinginan untuk memiliki harta benda maka aku bisa bahagia. Namun, kenyataannya kebahagiaan tersedia bagi kita semua saat ini. Tergantung setiap pribadi menyikapi dan mengelola hidup ini agar bisa memperoleh dan menikmati keindahan kebahagiaan.
Menurut Brilio net, ada beberapa cara sederhana agar kita dapat memulai menjalani kehidupan yang lebih bahagia saat ini yaitu dengan melakukan apa saja yang kita cintai, membantu orang lain, bersyukur, memberikan sedekah, memberi senyum, olahraga, menemukan mentor yang tepat, temukan cara untuk mengelola stres, konsumsi makanan sehat, habiskan waktu dengan orang tersayang, buang pikiran negatif, berikan lebih banyak hadiah, memaafkan dan melupakan dan berjalan di alam.
Aku senang menjadi diriku sendiri, tak perlu mempedulikan orang lain (Tori Kelly). Jadikan hati kita selalu damai, agar kita bisa membahagiakan diri kita sendiri, serta membahagiakan sesama. Jangan mencari kawan yang membuat anda merasa nyaman, tapi carilah kawan yang memaksa anda terus berkembang (Thomas J. Watson). Berbahagialah dengan apa yang kamu miliki. Bersemangatlah dengan apa yang kamu inginkan (Alam Lohan).
Langkah awal menuju kebahagiaan adalah kegembiraan. Menariknya, dampak dari rasa senang dan suka cita bagi kesehatan menyimpan berbagai keistimewaan. Di mana ada kedamaian hati dan hidup dalam suasana gembira, maka badan pun semakin sehat. Menurut halodoc.Jakarta;, rasa senang, gembira atau bahagia membawa manfaat bagi kesehatan tubuh. Tubuh dan pikiran saling terhubung, bahkan keduanya begitu intim dan tak terpisahkan. Dalam dunia sains, relasi keduanya melahirkan cabang ilmu eksak baru, yaitu: Psiko-neuroimunologi (PNI) ilmu yang mengeksplorasi hubungan antara pikiran, otak, dan sistem imun tubuh. Jadi dampak rasa senang, bahagia, suka cita, bagi kesehatan turut serta memengaruhi kondisi, dan bahkan fungsi tubuh seseorang.
Selain dari pada itu, jangan mengandalkan kekuatan kita sendiri tapi mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Dalam menjalankan relasi dengan Tuhan tanpa melampaui batas ruang dan waktu. Bersama Tuhan akan menemani Hidup kita sampai di akhirat. Tetaplah berdoa karena dengan berdoa maka dapat mengubah hidup kita.

Mantap sekali Bu Elvi….salut bahasanya keren, Maju trus pantang mundur, suatu saat jadi penulis profesional.
Salam sahabat pena, dari Lospalos, ufuk timur Lorosa’e.