Spesifikasi Buku :
Judul : Politik Muka Ganda
Penulis : Yasona H. Laoly
Penerbit : Insan Kamil
Ukuran : 15 x 23 cm
Cover : Hard Cover
ISBN : 602-6247-51-3
Tebal : 427 Halaman.
Sinopsis
Sebuah karya yang harus saya review, sebelum direkomendasikan untuk dimiliki dan sebagai referensi bagi mahasiswa, khususnya peserta mata kuliah Sosiologi Politik. Buku ini cukup tebal 427 halaman terdiri dari 4 pokok pembahasan.
Realitas buruk yang senantiasa mengiringi perwajahan politik itu, bila menggunakan pandangan David Runciman, dalam bukunya “Political Hypoccrisy: The Mask of Power, from Hobbes to Orwell and Beyond” (2010),
|David Runciman|
Kata orang, politik itu busuk. Ruang yang berlumur kebengisan.
Tak heran, ada sebagian orang yang anti terhadap politik. Mereka alergi, bahkan sekadar untuk membincangkannya.
Tidak, sejatinya tidaklah demikian.
Politik adalah arena perjuangan yang mulia.
Di sana, orang bisa memperjuangkan keyakinan dan ideologi untuk meraih kesejahteraan bersama.
Nyaris perjuangan di semua ranah, baik pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain, tak bisa ditegakkan tanpa perjuangan politik.
Politik, sesungguhnya, adalah medan perjuangan mulia. Di situlah, hampir seluruh hajat hidup orang banyak ditentukan.
Jika ada kebusukan dalam politik, itu sebenarnya bukan kebusukan politik itu sendiri, tapi para oknum politisi yang berperilaku busuk, dengan menunggangi keagungan politik.
Mereka bersikap pragmatis-oportunis, yang bergerak dengan kendali keuntungan pribadi, dan abai terhadap kepentingan dan kemaslahatan banyak orang.
Orang-orang inilah yang mencoretkan noda dalam politik, yang mempraktikkan “politik muka ganda”, tanpa dasar ideologi politik yang kuat.
Ke mana angin keberuntungan mengarah, ke sana mereka berkerubung.
Inilah yang menjadi sebab runtuhnya peradaban politik,
Buku ini terdiri dari empat Bab pembahasan pokok yakni:
Diawali sebuah prolog, Merawat peradaban politik di negeri demokrasi.
Kemudian pembahasan 4 Bab.
1] . Jejak Peradaban Politik Indonesia [hal.13]
2] . Anomi Politik [hal.99]
3] . Peradaban Politik era Digital [hal.169] .
4] . Mewujudkan Keadaban Politik Indonesia [hal.225] .
Kemudian buku ini di tutup tentang pembahasan Menjadi Indonesia yang menjadi berkepribadian dalam kebudayaan. (Epilog).

Tentang Penulis
Yasonna Hamonangan Laoly (lahir 27 Mei 1953) adalah politisi Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014 hingga pengunduran dirinya setelah terpilih sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2019.
Namun, ia kembali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menduduki kursi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Yasonna Hamonangan Laoly (lahir 27 Mei 1953) adalah politisi Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia di Kabinet Kerja sejak 27 Oktober 2014 hingga pengunduran dirinya setelah terpilih sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2019. asonna pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Komisi II pada periode 2004–2009.
Ia merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ia berlatar belakang sebagai aktivis organisasi, akademisi, intelektual dan pimpinan di perguruan tinggi.
Jika ada kebusukan dalam politik, itu sebenarnya bukan kebusukan politik itu sendiri, tapi para oknum politisi yang berperilaku busuk, dengan menunggangi keagungan politik. Mereka bersikap pragmatis-oportunis, yang bergerak dengan kendali keuntungan pribadi, dan abai terhadap kepentingan dan kemaslahatan banyak orang. Orang-orang inilah yang mencoretkan noda dalam politik, yang mempraktikkan “politik muka ganda”, tanpa dasar ideologi politik yang kuat. Ke mana angin keberuntungan mengarah, ke sana mereka berkerubung. Inilah yang menjadi sebab runtuhnya peradaban politik.
Politik Bermuka Ganda |2020
Alasan untuk membaca dan memiliki buku ini
1] . Ditulis oleh seorang mantan anggota DPR periode 2004-2009, dan saat ini menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM, beliau adalah Yasona Hamonangan Laoly.
2] . Buku ini mengulas peradaban politik, dari sejarah hingga praktiknya di banyak negara khususnya Indonesia.
3] . Anda akan dipandu untuk menyusuri jejak perpolitikan Indonesia.
4] . Buku ini membuat Anda dapat mengidentifikasi anomali politik yang terjadi antara dualisme partai politik yang sempat menodai demokrasi di Indonesia.
5] . Anda akan lebih bisa memahami posisi dan peran pemerintah dalam mengatasi sengketa partai politik
Setelah saya mereview buku ini saya sangat rekomendasikan untuk dimiliki dan di baca bagi mahasiswa dan politisi. Buku ini ditulis oleh politisi partai yang tentu sangat kaya praktek di arena politik Indobesia.
Sudirman Muhammadiyah[reviewer]
|mereview sangat efektif untuk menguasai seluruh isi buku, tapi tentu lebih bagus kalau anda baca sendiri bukunya secara utuh|
