Kemunculan teori strukturation oleh Anthony Giddens, merupakan tanggapan terhadap klaim post-strukturalis. Strukturasi menyatakan manusia memiliki kemampuan membuat struktur dan secara sukarela menentukan struktur untuk mereka sendiri, artinya manusia memiliki kebebasan penuh untuk membangun lingkungan hidup sendiri.

1 September 2020

A. Mengenal Anthony Giddens

Anthony Giddens, Baron Giddens (lahir 18 Januari 1938  adalah sosiolog asal Britania Raya.  Gill, J. (2009) Ia,dalah seorang Sosiolog Inggeris yang terkenal karena Teori STRUKTURASI dan pandangan menyeluruh tentang Masyarakat modern.

Times Higher Education, (2009) Lahir di London18 Januari 1938Ia dianggap sebagai salah satu kontributor sosiologi modern 
Routledge, (2003).

Ada tiga tahap terpenting dapat diidentifikasi di dalam kehidupan akademisnya. Hal yang (1). yaitu melibatkan penjabaran sebuah visi baru tentang apa sosiologi itu, menyajikan pemahaman teoritis dan metodologis dari bidang itu, berdasarkan reinterpretasi kritis terhadap klasik. The ReithLectures. BBC. (1999)

Pada tahap (2).Giddens mengembangkan Teori Strukturasi dan struktur, di mana keutamaan diberikan kepada keduanya. Karya-Nya periode itu, seperti Pusat Permasalahan dalam Teori Sosial (1979) dan tahap (3)Konstitusi Masyarakat, membawa dia terkenal di dunia internasional pada arena sosiologis.Times Higher Education (2010)

Teori strukturasi yang dibangun oleh Anthony Giddens berlandaskan pada kritik atas dua kutub aliran dalam sosiologi, terutama terkait dengan pemahaman atas struktur dan tindakan (action) manusia.

Dalam bagian pendahuluan The Constitution of Society, Giddens menyebut bahwa kedua kutub ekstrim tersebut yang cenderung alpa dalam melihat kaitan antara struktur dan tindakan manusia.

.

Gagasan baru yang muncul dalam sosiologi pada dekade 1960an dan 1970an (kerapkali disebut sebagai lingustic  turn) berada di kutub lainnya. Beberapa jenis aliran yang masuk dalam kutub ini adalah hermeneutika, interaksionisme simbolik, dan aliran lainnya yang masuk dalam kategori sosiologi interpretif.

Kritik atas interaksionisme simbolik disampaikan terkait dengan pengabaian atas struktur sosial dan sikap meremehkan kekuatan motivasional individu; teori peran dianggap sebagai sebuah perwakilan konsep bagi batasan normatif mengenai aktor yang memenuhi tugas yang diberikan kepadanya. Singkatnya, kutub ini meletakkan tindakan manusia dalam posisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur sosial.

Alih-alih menyetujui atau menolak sepenuhnya gagasan-gagasan yang terdapat dalam dua kutub tersebut, Giddens berusaha untuk “put and end to each of these empire-building endeavours” melalui pembentukan teori strukturasi.

Menurutnya, domain dasar dari mempelajari ilmu sosial “is neither the experience of the individual actor, nor the existence of of any form of social totality, but social practices ordered across space and time.”

Implikasinya, ilmu sosial tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus memanfaatkan gagasan dari dua ilmu lain yakni geografi (space) dan sejarah (time).

B. Struktur dan Strukturasi

Teori strukturasi adalah teori ilmu sosial tentang penciptaan dan reproduksi sistem sosial yang berbasis pada analisis struktur dan agen, tanpa memberi keunggulan pada keduanya.

Wikipedia

Giddens mendefinisikan struktur sebagai aturan dan sumber daya yang digunakan oleh agent dalam interaksi. Aturan (rules) adalah prosedur yang digeneralisasi dan metodologi yang dimiliki oleh agent reflektif dalam “stocks of knowledge” yang impilisit dan digunakan sebagai formula bagi tindakan dalam sistem sosial.

Struktur juga melibatkan penggunaan sumber daya (resources) yang terdiri dari peralatan material dan kapasitas organisasional.

Sumber daya merupakan hasil dari penguasaan peralatan material dan organisasi dan mereka yang memiliki sumber daya bisa memobilisasi kekuasaan.

Sepintas lalu, konsep struktur yang diajukan Giddens mirip dengan pandangan kubu yang meletakkan struktur di atas aktor individu.

Perbedaannya terletak pada pemahaman mengenai dualitas struktur. Dualitas berbeda dengan dualisme yang mengandaikan bahwa aktor terpisah dengan struktur. Dalam dualitas struktur,

Giddens menganggap bahwa struktur bukan hanya medium, tetapi juga hasil dari tingkah laku (conduct) yang diorganisasikan secara berulang.

Dengan kata lain, struktur bukan hanya memandu tindakan tetapi juga merupakan akibat dari tindakan agent dalam proses produksi dan reproduksi sistem sosial.

Guna menjelaskan bagaimana proses strukturasi berlangsung dalam masyarakat, Giddens mengajukan berbagai konsep turunan dari struktur seperti structural principles, strutural sets, dan sebagainya,

C. Agent dan Agency

Giddens menyebut bahwa usahanya membangun teori strukturasi merupakan perluasan reflektif atas pernyataan Karl Marx dalam 18th Brumaire  of Louis Bonaparte yang menyebut bahwa  “Men (let us immediately say human beings make history, but not in circumstances of their own choosing.

Guna memperluas cakrawala dari kalimat tersebut, pertama-tama Giddens menjelaskan konsep The Agent dan Agency sebagai elemen pertama dari teori strukturasi.

Tidak ada definisi jelas mengenai konsep agent dan agency yang diberikan Giddens. Bahkan penggunaan kata agent dan actor kerapkali saling tumpang tindih (misalnya dalam stratification model of the acting self dan the stratification model of the agent).

Asumsi utama yang diajukan Giddens atas konsep agent diambil dari sosiologi interpretif terkait kemampuan manusia untuk mengetahui (knowledgeability) dan keterlibatan kemampuan tersebut dalam pengambilan tindakan.

Menurutnya, ‘menjadi manusia’ adalah menjadi agent yang memiliki tujuan yang tidak hanya memiliki alasan logis bagi tindakannya, tetapi juga mampu melakukan elaborasi diskursif atas alasan-alasan tersebut.

Lebih jauh, Giddens menyebut bahwa knowledgeability memiliki bentuk reflektif yang merupakan bagian penting dari praktik sosial yang berulang.

Dalam melakukan tindakan sosial, agent selalu melakukan pemantauan reflektif (reflexive monitoring). Giddens menyebutnya sebagai karakter purposif dari tindak-tanduk manusia. Melalui pemantauan reflektif, agent tidak hanya dipengaruhi oleh struktur, tetapi juga mempengaruhi struktur. Dalam pemantauan reflektif, action bukanlah untaian tindakan (acts) yang memiliki cirinya masing-masing atau agregat dari tujuan, tetapi sebuah proses yang terus berlanjut.

Tindakan manusia dikerangkai oleh beberapa elemen yang disebut Giddens sebagai stratification model. Model tersebut diajukan sebagai usaha konseptualisasi human agency.

Dalam model tersebut ditekankan tiga lapis kognisi/motivasi. Pertama, kesadaran diskursif atau kapasitas agent untuk merasionalisasi dan memberikan alasan atas tingkah lakunya. Kedua, kesadaran praktikal atau apa yang dipahami agent sebagai kondisi sosial dan tidak bisa disampaikan oleh agent secara diskursif.

Kesadaran praktikal digunakan agent untuk menyesuaikan diri dengan terhadap situasi tertentu dan menfsirkan tingkah laku aktor lainnya.

Namun, tindakan manusia tidak hanya dipandu oleh elemen sadar, tetapi juga elemen tidak sadar yang dikategorikan Giddens sebagai lapis motivasi. Lapis ini terkait dengan kepercayaan bahwa apa yang berlangsung di dunia ini terjadi apa adanya (are as they appear to be).

Elemen tidak sadar ini dianggap sebagai kebutuhan agent atas keamanan ontologis yang timbul dari kebutuhan akan sebentuk kepercayaan.

Tanpa elemen ini, manusia akan mengalami kegelisahan akut karena mereka tidak memiliki identitas sosial.

Dari paparan panjang lebar tersebut, Giddens mendefinisikan strukturasi sebagai “the structuring of social relations across time and space, in virtue of the duality of structure”.

D. Kesimpulan

Dari pembahasan mengenai analisis teori strukturasi hasil pemikiran Anthony Giddens, dapat kita ketahui. Bahwasanya teori strukturasi yang menilai struktur masyarakat ini tidak menghilangkan unsur dari perspektif teori yang sudah ada.

Selanjutnya pada teori ini menjelaskan jika masyarakat atau individu memiliki hak untuk menentukan apa yang diinginkan, tanpa terikat oleh sistem yang ada. Tidak hanya itu, sistem dan individu juga saling memengaruhi. Hal ini dikarenakan sistem dan individu dipandang sebagai suatu hal yang berbeda. Sehingga menimbulkan dualitas. Strukturasi juga disebut sebagai kegiatan sosial yang melintasi waktu dan ruang karena adanya dualitas sruktur. 

E. Rujukan Referensi Sunting

1.Giddens, Anthony (1984). “The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration”. Cambridge: Polity Press.

2. Gill, J. (2009) Giddenstrumps Marx but French thinkers triumphTimes Higher Education, 12 June 2010

3. Times Higher Education Mostcitedauthors of books in the humanities, 2007Times Higher Education, 26 March 2009.

4. David HalpinHope and Education: The Role of the Utopian Imagination, Routledge, 2003, ISBN 0-415-23368-2Google Print p.63

5.“The Lecturer: Anthony GiddensThe ReithLectures. BBC. 1999. Diakses tanggal 12 June 2010.


(Visited 6,695 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

5 thoughts on “Teori Strukturasi : Anthony Giddens”
  1. Teori ini memungkinkan manusia untuk lebih mengenal dirinya sebagai mahluk sosial, dimana satu dengan yang lainnya ada saling ketergantungan. Nama kemudian melekat sebagai individual yang yg sering melahirkan kesembongan atas pristise capaiannya. Dan disaat itulah perlahan dan dan pasti mengikis kuadratnya sebagai mahluk sosial. Mahluk sosial memberikan makna bahwa stiap manusia memiliki kuasa atas dirinya, namun kuasa diatas segalahnya adalah yang punya kuasa itu sendiri, yakni Allah SWT. Kekuatan mahluk sosial adalah tentu sangat ditentukan sejauh mana mampu menterjemahkan kuasa yang ada pada dirinya. Sehinga kemampuannya bukan berkurang, akan tetapi akan mengalami peningkatan yg luar biasa. Karena disanalah melihat bagaimana ilmu tersebut didapatkan tdk lagi pada wacana membaca. Tetap lansung dibukakan pintu ilmu yg sebenarnya. Inilah sejatihnya sosiologi dan mahluk sosial yg individual tapi lebih bisa diterima secara sosiologi. Karena disana tidak ada lagi nama. Tapi yang ada adalah kita, dan inilah sejatinya mahluk sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.