Oleh : Devinarti Seixas
Hari itu sebelum seminggu aku dari Kecamatan Iliomar menuju ibukota Kabupaten Lautem yakni Lospalos, karena kami liburan jadi aku pergi untuk bermain seminggu sama ayah & ibu serta sanak-saudara.
Seminggu sebelum tanggal 2 november 1993 aku mau berangkat, tiba-tiba adik mama ku datang ke rumah yakni Rita. Saat itu ia sedang mengandung bayi pertamanya.Wajahnya pucat saat ia datang ke rumah. Ia memakai satu tas perempuan yang warna biru.
Sambil ke rumah ia berkata padaku, “Dwi kamu mau ke Lospalos kan? Jawabku ia mama, kenapa? Tanyaku pada adik mama aku yang cantik dan pirang itu.
Nanti kalau tiba kasi tahu kakak aku berdua bilang belikan aku ikan digoreng, taruh di toples lalu kau bawakan ya? Okey mama, jawabku.
Tiba-tiba ku lihat ia berlinang air mata entah mengapa. Lalu ia berpesan lagi bilang ke kakak aku, kalau aku sedang mengandung, tapi orang semua tidak mau sama aku dan bayi ini. Aku hanya terdiam sejenak menatap adik mama. Kenapa ia di luar kamar & di luar rumah ia selalu tersenyum seolah tidak ada apa-apa, tapi tiba-tiba menangis, apa ingat sama kakak-kakaknya? tanya aku dalam hati .
Sambil mengusap rambutku ia berkata lagi jika ikan itu bukan dia yang minta tapi katanya bayi dalam kandungan yang minta. Setelah berpesan ia lalu balik ke rumah dan aku berangkat ke Lospalos bersama adik mama yang lain juga suaminya.
Di tengah perjalanan, aku terus memikirkan mama Rita, kenapa hanya pesan ikan juga air matanya berlinang? Apakah ia sedang sedih karena pernikahan, emang tidak direstui waktu itu oleh ayah mertuanya, tapi suaminya begitu mencintainya.
Sesampainya di Lospalos aku turun dari mobil, dan langsung sampaikan pesannya pada mama juga papaku jika mama Rita, udah mengandung dan tadi dia pesan, kalau aku pulang papa & mama belikan ikan baru digoreng, nanti aku bawakan kalau hari libur usai.
Mama sambil aku beritahu bahwa, jika tadi mama Rita sempat nangis dan berkata, jika adik baby yang cari ikan bukan mama, kataku.
Mama kamu lagi hamil, mungkin adikmu yang cari ikan, makanya mamamu menangis. Nanti Dwi pulang baru mama goreng banyak, biar kamu bawa untuk mamamu juga adik babymu.
Aku bahagia karena telah sampaikan pesan mama Rita ke kakaknya. Hingga bermain dan menikmati momen liburanku di Lospalos. Tiba-tiba katanya mama Rita sakit, akhirnya suami mama Rita pulang duluan, tapi katanya sakit biasa saja.
Setelah lewat beberapa hari, masa liburan sudah mau usai. Pas tanggal 1 november 1993, kami mendengar kabar jika bayi mama Rita keguguran, karena hidup di luar kandungan jadi keluarga memanggil salah satu dayang, dan mengeluarkan bayi itu dari rahim ibunya. Katanya Mama Rita tidak apa-apa.
Akhirnya ketika mendengar demikian, tapi tanggal 2 november 1993, ibu lagi mengajak ayah ke pasar belikan ikan untuk di goreng buat mama Rita. Saat ayah balik dari pasar, ibu menerima ikan langsung membersihkan dan mulai menggoreng ikan itu. Yang sudah lebih dulu matang telah dimasukan ke dalam kaleng biskuit. Belum sempat selesai ikan itu digoreng, tiba-tiba om Artur pagi-pagi aja ke rumah.
Selamat pagi, aku langsung memanggil ayah & Ibu jika, om datang tapi dengan seragam ABRI.
Ayah lalu keluar dari kamar, ibu sedang sibuk menggoreng ikan di dapur. Om langsung berkata, “kakak ada di mana?” Ayah jelasin, kakak kita lagi goreng ikan untuk adik kita Rita, karena berpesan sama putri kita dan ia mau pulang hari ini ke ILIOMAR.
Beritahu kakak persiapan dan segera pulang ke Iliomar, karena adik Rita telah meninggal dunia. Aku yang lagi siap mau bawa ikan agar ia tersenyum, justru berlinang air mata, merasa Tuhan tidak adil karena telah mengambil mama Ritaku.
Ibu langsung berhenti menggoreng ikan tersebut dan menangis. Ibu lalu bertanya, “Dwi saat kamu datang ibu kamu baik-baik saja kan? Ya, mama hanya menangis dan memelukku sambil berkata katanya, mama Rita lagi mengandung baby, tapi katanya orang tidak menerima dia, itu kata terakhir.
Ayah langsung berkata, “ayo siap-siap kita semua berangkat ke kecamatan Iliomar. Rita sudah meninggal tapi jangan lupa bawa pesanannya.
Akhirnya, pada tanggal 2 november kami sekeluarga terpaksa pulang, dan hari itu merupakan hari terakhir bagi mama Rita.
Semua saudara merasa sangat kehilangan karena kehilangan adiknya yang paling cantik. Duka terdalam juga di alami oleh sang Suami Emil, beserta seluruh teman-teman sekolah mama Rita.
Gadis cantik berambut pirang yang meninggalkan banyak nostalgia. Rita gadis cantik multitalenta pada eranya baik di bidang nyanyi, tarian, dansa maupun voley meninggalkan duka di hati banyak orang pada momen 2 november 1993.

ide ceritanya bagus…mengingatkan kita kembali ke masa lalu…ttpi bhsanya perlu dirapikan…