Oleh : Sabrie Mustamin*

Hidup ini penuh dengan misteri yang menjadi rahasia Allah Swt. Setidaknya ada tiga hal berselimutkan misteri yang tidak bisa kita campuri ketentuannya sebagai hamba, yaitu jodoh, rezeki, dan ajal. Itu wilayah hak prerogatif Allah Swt yang tidak jarang kita sebagai hamba sering otak-atik.

Terkadang sebagai hamba melakukan hal-hal besar tetapi tidak berkah. Pada sisi lain terkadang melakukan hal-hal kecil yang menurut logika berpikir kita sebagai hamba tidak ada nilainya, tetapi di hadapan Allah Swt justru bernilai ibadah paling tinggi. Itulah misterinya kehidupan.

Sebagaimana dikisahkan seorang lelaki muda yang sudah ditentukan masa hidupnya tinggal sehari. Kematiannya yang tinggal sehari itu didengar langsung dari seorang Nabi yang menjadi sahabatnya. Mendengar ajalnya yang tinggal sehari dari informan ring satu yang tingkat kebenarannya hampir 100% itu, membuatnya gelisah dan bingung tidak mengetahui lagi apa yang harus dilakukan, selain berpasrah diri kepada Allah Swt.

Selesai mendengar kabar kematiannya itu, sang pemuda bergegas pulang ke gubuknya sesuai rute yang setiap hari dilaluinya harus menyeberangi sungai. Pada saat menyeberangi sungai itu ia melihat sekelompok semut yang sedang terhanyut dan berusaha berenang ke tepian sungai.

Melihat kejadian itu sang pemuda buru-buru menyelamatkan semut tersebut dan membawanya ke sebuah pohon besar. Setelah meyakini kelompok semuat itu sudah aman dari aliran sungai, ia kemudian bergegas pulang untuk mempersiapkan diri jelang kematiannya yang tinggal menghitung jam.

Sesampainya di gubuk tempat tinggalnya, sang pemuda merasakan ketakutan yang luar biasa menghadapi kematian di hari esoknya. Namun, apa yang terjadi kemudian, hari berlalu hari, hingga ke minggu, dan bulan pun datang. Pemuda itu tetap hidup sehat, tanpa ajal datang menjemputnya.

Pemuda tersebut pun heran dan bergegas menemui seorang Nabi sahabatnya yang menyampaikan kabar kematiannya tinggal sehari. Lalu menanyakan perihal yang dialaminya, ajal tidak datang-datang menjemputmya.

Pemuda tersebut mendapatkan penjelasan bahwa setelah engkau pulang menemuiku di hari itu; engkau telah melakukan dan menolong sekelompok semut dari kematiannya. Dengan sebab itu Allah Swt merubah takdir kematian dirimu.

Dalam perjalanan hidup ini kita tidak pernah mengetahui kebaikan apa yang dapat memberikan keberkahan dalam kehidupan kita. Namun, yang pasti kita dituntut untuk senantiasa bersegera melakukan kebaikan-kebaikan, walaupun dipandang kecil oleh manusia tapi pada pandangan Allah Swt bisa jadi itu luar biasa dahsyat.

*Penggerak literasi Kolaka Utara

(Visited 45 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.