Kematian adalah misteri, umur 60 adalah misteri, dan uban yang sering muncul pada umur itu sendiri juga adalah misteri, sampai-sampai Rosulullah SAW melarang umatnya untuk mencabut uban yang telah tumbuh memutih di kepala.
Dikisahkan, bahwa Ibnu Ash Shummah tatkala sadar bahwa ia telah berumur 60 tahun yang setara dengan 21.500 hari, kontan ia berteriak, “Celaka! Aku akan menjumpai Robbku dengan 21.500 dosa? Lalu, bagaimana pula bila setiap harinya aku melakukan banyak dosa?”. la pun jatuh tersungkur, pingsan, dan langsung meninggal saat itu juga. Seseorang berkata, “Sungguh engkau telah melakukan lompatan hebat menuju surga Firdaus tertinggi.”
Buku Misteri 60 yang ditulis oleh Ali Bin Sa’id Bin Da’Jam ini mengulas pernik-pernik kehidupan di usia kritis 60 tahun saat manusia berada diambang maut. Ada apa di balik umur 60 tahun? Misteri apa yang ada di balik tumbuhnya uban di usia itu? Bagaimana menjalani umur 60 tahun secara tepat? Dapatkan jawabannya di dalam buku ‘misterius’ ini!
Usia enam puluh tahun menjadi batas umur umat Rasulullah SAW. Karena memang usia itu dekat dengan ‘pertarungan maut’. Bisa dikatakan sebagai kepasrahan dan kekhusukan usia menanti kematian. Kesemua itu merupakan udzur demi udzur yang diberika Allah sebagai wujud kasih sayang-Nya terhadap para hambanya agar taat mengikuti perintah dan menahan diri agar tidak berbuat maksiat.
Dalam buku Ali Bin Sa’id Bin Da’jam berjudul misteri umur 60, menyibak pernak-pernik usia kritis diambang maut. Penulis menyebutkan siapa saja yang memasuki usia enam puluh tahun atau lebih, apa saja yang layak dilakukan seseorang pada usia tersebut.
Hadist Riwayat Bukhori menuliskan pertarungan maut itu berada diantara usia enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun.
Dituliskan juga dalam Tuhfatul menyebutkan bahwa usia pemuda itu adalah sekitar tiga puluh lima tahun, usia setengahbaya sekitar lima puluh tahu, sedangkan usia manula mulai enam puluh tahunan.
Pada usia tersebut seyogyanya mulai terpupuk cinta kepasrahan kepada Allah SWT. Meski rejeki, jodoh dan maut itu atas kehendak Allah, namun usia enam puluh tersebut merupakan sinyal berakhirnya umur manusia pada umumnya, selebihnya bonusnya kehidupan.
Sesungguhnya puncak kedewasaan dan kekuatan seseorang terjadi pada umur empat puluh. Umur tersebut merupakan umur yang paling sempurna dan umur setelahnya akan senantiasa berkurang dan melemah.
Jika seseorang telah mencapai umur enam puluh tahun, maka itu adalah umur perenungan dan tak lagi produktif. Rosululloh SAW bersabda, “Jika hari kiamat telah datang, orang-orang yang berumur enam puluh tahun akan dipanggil, Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir’ (Fâthir [35]: 37).”
Kalau seseorang sudah diberi usia panjang hingga enam puluh tahun, maka sudah saatnya untuk melakukan perenungan, karena empat puluh tahun adalah puncak optimalisasi energi tubuh. Kalau sudah lebih dari usia tersebut hingga enam puluh tahun, berarti ia sudah melalui dua puluh tahun masa penurunan, yakni setengah dari usia empat puluh yang merupakan puncak energi tubuhnya. Artinya, ia sudah kehilangan setengah kekuatannya.
Oleh sebab itu, seharusnya realitas itu menjadi pukulan bagi dirinya, seyogyanya ia menciptakan sebuah kehormatan baru, dengan memasrahkan diri kepada Alloh dalam hal yang diridhoi-Nya, yaitu perenungan. Karena kalau seseorang melakukan perenungan, pasti akan terilhami melakukan berbagai ketaatan. Ia hanya akan menjadi hina dina, bila usianya menjadi bencana dan hujah yang menggugat dirinya.
Melalui upaya menelusuri pelbagai tulisan dan situs resmi atau semi resmi, melalui dunia internet milik berbagai organisasi peneliti peradaban atau milik kemiliteran di negara-negara Arab atau negara-negara non Arab, terbukti bahwa sebagian besar para pegawai dipensiunkan pada usia enam puluh tahun, bahkan terkadang lebih cepat bagi kaum wanita. Memang sebagian diberikan dispensasi dengan waktu tambahan, dalam kondisi-kondisi khusus.
60 Tahun dan Uban Rambut
Pada umur 60 tahun, bisa jadi hampir seluruh rambutnya tertutup dengan uban. Namun beruban tidak hanya terjadi pada seseorang yang berusia lanjut saja namun lazim terjadi pada semua orang, ada juga yang beruban sebelum berusia 40 tahun, hal tersebut terjadi karena adanya faktor genetik ataupun emosi yang mempengaruhi perubahan warna rambut menjadi putih pada usia relatif muda.
Perubahan warna rambut yang memutih dan berbeda dari helai rambut lainnya membuat banyak orang kehilangan percaya diri atau insecure. Sehingga banyak yang memilih untuk mencabut uban agar tampilan rambut kembali seperti semula, dan ada juga yang mewarnainya apabila rambut uban tersebut sudah mencapai jumlah yang banyak, padahal Rasulullah Saw sendiri telah melarang mencabut uban dan mewarnai rambut seperti warna rambut asli atau warna hitam.
Nabi Muhammad bersabda, “Jangan kalian mencabut uban, karena itu adalah cahaya Islam. Karena setiap muslim yang memiliki rambut uban dalam Islam, pasti ubannya itu akan menjadi cahaya baginya di hari kiamat nanti.”54)
Nabi bersabda, “Barangsiapa yang memiliki rambut uban dalam Islam, pasti ubannya itu akan menjadi cahaya baginya di hari kiamat nanti. “55).
Dalam riwayat Hâkim disebutkan, “Selama ia tidak mengubahnya. “56)
Berikut Keistimewaan Uban dalam Al Qur’an antara lain;
Cahaya bagi seorang Mukmin
Uban merupakan cahaya bagi seorang mukmin, Tepatnya, uban akan menjadi sumber cahaya yang menerangi orang mukmin dan menaikkan derajatnya di hari kiamat kelak. Hal ini dijelaskan dalam Hadis Al Baihaqi :
Dari Abdullah bin Umar , Rasulullah Saw bersabda, “ Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban walaupun sehelai dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
Pengingat Ajal
Tanda uban baik di usia muda maupun tua adalah sebagai pengingat ajal. Manusia sering lupa bahwa ajal itu tidak memandang usia. Maka dari itu, Allah SWT dalam Qur’an surat Ar Rum ayat 54 berfirman mengenai perintah berpikir saat melihat tanda-tanda dari Allah, termasuk mengenai uban.
Artinya : Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa. ( Q.S. Ar-Rum: 30 Ayat 54 )
Membuat beribawa
Uban sering membuat beberapa orang kehilangan percaya diri padahal walaupun memiliki warna putih, uban yang tumbuh dapat memancarkan sikap wibawa dari dalam diri seseorang. Hal itu dijelaskan dalam Hadis riwayat Abu Dawud :
Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Sesunguhnya termasuk dari pengagungan kepada Allah ialah menghormati orang muslim yang sudah beruban (orang tua)” (H.R. Abu Dawud). Semoga bermanfaat.
