Hari ini, saya sangat merasa bahagia duduk sendiri dan diapit oleh wanita-wanita hebat.

Duduk diantara wanita yang senantiasa didoakan oleh para malaikat, dan setiap hari ditetapkan seribu kebaikan kepadanya serta dihapuskan seribu kejelekannya oleh Allah Swt.

Meski rasa canggung hadir dihati, tapi kata Ibu Bidan. Santai aja!! Karena suami memang selayaknya diberi edukasi terkait kehamilan istri.

Peran suami sangat dibutuhkan untuk mendukung mental dan kesehatan istri. Karena masa kehamilan sebaiknya tidak ditanggung sepihak oleh istri.

Suami harus senantiasa berperan aktif dan memastikan perhatian terhadap istri selalu ada. Baik dalam bentuk peluk, cium, dan menemani istri.

Karena istri yang dalam keadaan hamil, pasti akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun emosi.

Sebagai calon ayah. Suami harus senantiasa memberi perhatian kepada janin di perut istri, dengan cara mengelus-elus perut istri dan mengajak anak berbicara, meskipun ia masih ada didalam perut istri. Karena hal tersebut akan menumbuhkan ikatan jalinan antara anak dan ayahnya.

Saya banyak mendengar, curahan hati ibu hamil kepada ibu Bidan, baik perubahan fisik yang mereka alami hingga perubahan emosinya.

Cukup duduk diam mendengarkan, karena memang berat dan tidak mudah menjadi seorang ibu hamil.

Bisa dibayangkan. Perut saja yang lemaknya berlebihan sudah sangat berat untuk diajak kompromi.

Bagaimana dengan ibu hamil!!

Yang membawa manusia didalam perutnya. MasyaAllah.

Maka Merugilah suami-suami yang tidak memuliakan istrinya.

So..Mulai hari ini, bagi bapak-bapak yang belum menemani istri tuk ikut posyandu. Yuk segera.

Hehehe sedikit lagi, saya kampanye soal Posyandu. Bisa jadi nanti saya diangkat jadi duta Posyandu.

Kalo gitu. Sekian tulisan ini.

#AH

(Visited 48 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.