Pedagang Pasar Pramuka kebanjiran pesanan produk multivitamin di tengah meningkatnya kasus COVID-19. Pasar Pramuka merupakan salah satu pusat grosir peralatan kesehatan dan obat-obatan di DKI Jakarta. Selain tabung oksigen, produk multivitamin turut menjadi produk yang paling dicari. Adapun beberapa vitamin yang paling banyak dicari yaitu Vitamin C, Vitamin D dan Vitamin E.

Saat ini, produk-produk multivitamin turut mengalami kenaikan permintaan yang signifikan sekitar 30-40%. Salah satu penyebab kenaikan produk multivitamin yaitu makin sadarnya masyarakat tentang kesehatan di tengah tingginya kasus COVID-19.

Meskipun Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka mengatakan belum ada kenaikan harga, temuan di berbagai daerah sudah terjadi lonjakan harga multivitamin, bahkan ada yang mengatakan sudah agak sulit mendapatkan multivitamin.

Berbeda dengan obat-obatan, vitamin ini boleh dibeli oleh masyarakat secara bebas. “Yang boleh (dibeli) vitamin saja, yang lain (obat) harus resep dokter,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/1).

Berikut daftar rekomendasi vitamin untuk Covid-19

  1. Vitamin untuk COVID-19 tanpa gejala
    Vitamin C, dengan pilihan:
  • Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
  • Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D

  • Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.
  1. Vitamin untuk COVID-19 derajat ringan
    Vitamin C, dengan pilihan:
  • Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
  • Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D

  • Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.
  1. Vitamin untuk COVID-19 derajat sedang
    Pada pasien COVID-19 derajat sedang pemberian vitamin dilakukan melalui intravena karena pasien derajat sedang umumnya sudah memiliki pneumonia dan dirawat di rumah sakit.
  2. Vitamin untuk COVID-19 derajat berat atau kritis
    Pada pasien COVID-19 derajat berat atau kritis berarti sudah membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pemberian vitamin dilakukan melalui intravena sesuai dengan resep dokter.

Bagi Anda yang melakukan isolasi mandiri atau sebatas meningkatkan daya tahan tubuh dan kondisi kesehatan, asupan vitamin tidak harus diperoleh dari produk suplemen. Sejumlah bahan pangan yang kaya vitamin dapat kita pilih. Salah satunya adalah tanaman kelor, terutama bagian daunnya.

Selama ini masyarakat Indonesia mengenal daun kelor sebagai tanaman penangkal gangguan mistis. Namun, daun kelor juga diyakini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sangat bermanfaat pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Seperti diketahui, dengan kekebalan tubuh baik, potensi terpapar COVID-19 akan berkurang.

Daun Kelor (Moringa oleifera, Lamk) sangat banyak mengandung protein. Bagian dari tanaman yang memiliki nutrisi tinggi adalah daunnya. Daun kelor dilaporkan memiliki kandungan protein (19-29%), serat (16-24%), lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, magnesium, fosfor, besi, sulfur, asam oksalat, vitamin A, vitamin B (Kolin), vitamin B1 (thiamine), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3, vitamin C dan vitamin E.

Dilansir dari WHO, mengonsumsi daun kelor membantu perkembangan tubuh dan menjadi bahan obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. WHO sampai menjuliki daun kelor sebagai miracle tree karena khasiat yang terkandung di dalamnya. Semua senyawa tersebut sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh.

Nutrisi yang dimiliki daun kelor, membuat manfaat tanaman ini selalu diminati pencinta herbal. Tanaman kelor memiliki energi dingin. Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi seperti radang, inflamasi, atau kanker. Energi dan ketahanan tubuh pun akan meningkat setelah mengonsumsi tanaman kelor.

Terdapat sejumlah manfaat kesehatan apabila mengonsumsi daun kelor, baik jadi sajian sayuran sehari-hari maupun untuk teh. Konsumsi daun kelor sangat mudah. Daun tanaman dipetik tiga tangkai, dicuci bersih lalu ditiriskan. Panaskan air sampai mendidih, lalu masukan daun kelor, tambahkan potongan jagung muda, daun salam, sedikit garam dan gula.

Masakan sayur kelor dapat dikonsumsi selagi masih hangat. Khasiat antioksidan pada tanaman kelor akan tetap kuat meskipun diminum dalam kondisi hangat dengan cara direbus dengan air panas. Selain berkhasiat sebagai obat, daun kelor juga sumber makanan yang lezat.

Nah, dengan rutin mengonsumsi daun kelor, kita akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan terhindar dari risiko terjangkit berbagai penyakit. Tunggu apa lagi?

(Visited 66 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.