Oleh: Rosmawati*

Semalam cuaca Kota Lasusua begitu sejuk, sesekali semilir angin bertiup mengiringi langkah kami memasuki rumah jabatan Bupati Kolaka Utara. Sesaat kemudian orang nomor satu Kolaka Utara bersama Ibu, bunda literasi muncul dengan sangat familiar menyapa kami.

Sebagai anggota Bengkel Narasi (BN) dan koordinator Pena Anak Indonesia (PAI) Kolaka Utara, kami sangat bersyukur bisa diterima di rumah jabatan dan berbincang perihal pengembangan dunia literasi di Kolaka Utara. Banyak ide dan saran yang disampaikan untuk dikolaborasikan demi melahirkan generasi aktif dan produktif berkarya untuk masa depan Kolaka Utara lebih berkemajuan.

Begitulah PJ Bupati Kolaka Utara Dr. Ir. Sukanto Toding MSP., MA banyak menaruh harapan pengembangan generasi muda di tengah derasnya pengaruh media daring. Beliau prihatin generasi milenial terjangkit virus informasi lewat android lebih dalam tanpa melihat realitas sesungguhnya.

Menurutnya, sehebat apa pun perkembangan digitalisasi tidak bisa gantikan kedudukan buku sebagai sumber ilmu dan jendela dunia. Sebagai pimpinan daerah, perhatiannya terhadap pengembangan literasi sangat tinggi, dan sangat mengapresiasi keberadaan BN dan PAI Kolut sebagai wadah pengembangan literasi menulis. Ke depannya BN dan PAI bisa mendapat perhatian dari Pemda khususnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagai wujud komitmen memajukan dunia literasi di Kolaka Utara, Insya Allah setelah lebaran Idul Adha akan diadakan silaturahim bincang santai dengan beliau bersama penulis BN dan PAI.
Semoga dengan dukungan Pemda bisa lebih banyak lagi anggota BN dan PAI untuk menularkan virus menulis di kalangan masyarakat umum khususnya siswa-siswi Kolaka Utara.

Pendapat yang sama disampaikan oleh Bunda literasi Kolaka Utara Ir. Hj. Nina Hariani Yuniarti Sukanto. Sebagai Bunda literasi, sangat berharap bersama PAI, anak-anak Kolaka Utara bisa lebih produktif lagi dalam menulis. Begitu juga kepada guru diharapkan juga bisa menjadi panutan. Jangan sampai siswa bisa menulis bahkan terbitkan buku tetapi gurunya belum ada, jelas Bunda literasi.

Untuk membuktikan keseriusan BN dan PAI dalam memajukan literasi me nulis di Kolaka Utara, diserahkan buku berjudul “Pandemi Cinta di Taman Literasi” karya anggota BN dan buku karya siswa-siswi Kolaka Utara berjudul “Pena Anak Indonesia untuk Bumi Patampanua”.

*Anggota BN dan koordinator PAI Kolaka Utara

(Visited 129 times, 3 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.