Karya: Dev Seixas 1125
Komunikasi antara Dexas dan Yano kembali tersambung sejak hari itu lewat chat. Dexas belum jujur sejarah detail akan tempat tinggal yang sebenarnya. Ia terus berjuang menutupi alamat sesungguhnya entah kenapa. Alasan Dexas hanya satu tak ingin berhubungan lagi dengan Yano.
Namun, Yano tetap jadi pemenan dalam relasi yang sudah terjaling erat selama hampir enam tahun tersebut. Yano terus bejuang mencari cara agar mendapatkan kesempatan emas dari Dexas untuk melanjutkan lagi komunikasi melalui chat dan video call.
Hari sial untuk Dexas ketika tanggal 28 malam ada sebuah acara makan bersama di rumah kakak Dexas di mana Yano justru merasa bersyukur melihat Dexas lagi online jadi ia terus menelfon Dexas untuk melanjutkan komunikasinya.
Kesempatan itu bagai kesempatan emas dimana Yano terus menelfon Dexas. Dexas sibuk akhirnya terus saja mengabaikan. Namun, Yano juga terus berjuang menelfon akhirnya Dexas harus melanjutkan lagi komunikasi pada malam dimana acara tersebut. Tidak peduli mau berjuang seperti apa agar Yano benar- benar menghilangkan bayangan Dexas dari ingatannya.
Yano mau kamu apa terus menganggu hidupku? Apakah kamu benar-benar sudah kehilangan akal sehat. Kamu sudah benar-benar gila Yano, ujar Dexas. Yano aku emang sudah gila bahkan jauh lebih gila lagi karena kau menipu aku akan alamat tinggal kamu Dexas. Aku memang gila Dexas dan semua itu terjadi padaku karena kamu bukan karena wanita lain. Gila karena kamu Dexas.
Ya silahkan gila tapi jangan libatkan namaku dalam kegilaan kamu karena aku sadar kamu bukan pria baik. Yano jika kamu pria baik tentu kamu sadar akan statusmu. Kamu sudah memiliki keluarga bagaimana mungkin gila seperti ini ke aku Yan? Sadarlah bahwa kita hidup di antara masyarakat Kenapa kita harus bertindak seperti orang gila benaran bahkan lebih jauh dari orang gila asli.
Dexas kamu bisa bilang aku gila, kamu bisa bilang akui miskin bahkan tidak punya apa-apa, tapi jujur aku akan selalu mencintaimu Dexas mencintaimu dan akan terus mencintai kamu.
Ingat nasehatku, jika sampai kamu memilih pria lain untuk kali ke dua dalam hidupmu aku akan menghabisi pria itu juga kamu. Okey fine, aku terima semua omongan kamu apapun yang kamu katakan aku membenarkan semua tapi jangan lupa nasehatku bahwa, jika sampai kamu menikah dengan pria lain aku akan membunuhmu juga pria itu.
Yano apakah kamu mengira aku akan takut sama nasehatmu? Apakah kamu mengira aku akan terjebak dalam kebohonganmu? Justru kamu harus bersyukur bahwa kamu bisa diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengenal wanita berwibawa seperti aku, yang masih sanggup menyadarkan kamu untuk mencintai istri dan anak-anakmu Yan.
Mengapa aku rela menasehati kamu meskipun kamu sering memaki aku sesuka hatimu hanya karena terbawa hawa nafsu, karena aku sadar jika zaman tidak akan merubah pola pikir seseorang, kecuali kita sendiri yang tidak siap menyambutnya.
Kamu yang sesungguhnya mengutamakan keluargamu malahan terlalu sibuk untuk diriku yang lagi sendiri. Apakah kamu mengira aku hanya bisa hidup karena pria? Atau jangan-jangan kamu justru ingin menjebakku agar bisa terjatuh ke lubang yang sama Yano, ujar Dexas.
Bukan begitu alasanku terus mencari kamu, karena aku sadar kamu pun tahu alasanku sesungguhnya bahwa aku begitu mencintaimu Dexas, mencintaimu, ujar Yano dengan rangkaian kata amat tersusun rapi melalui chat.
Dexas aku tidak peduli alasan apa yang membuat aku terus menghindari diriku sampai kamu pindah alamatpun tak memberikan kabar padaku. Sangat jelas, bukan hanya aku yang menyadari melainkan kamu juga harus menyadari Dexas bahwa kita sesungguhnya saling mencintai satu sama lain dan kamu adalah wanita yang beda definisi buatku sepanjang hidupku Dexas, ingat itu.
Aku tahu kamu sengaja menghindariku demi membuatku melupakan dirimu bukan? Tanya Yano.
Aku tahu kamu sengaja melakukan semua ini, hanya demi menjauh dariku Dexas. Kamu pikir aku akan mengiklaskan kamu dengan pria lain? Tentu itu salah. Aku bersumpah padamu Dexas sampai kamu berani menikahi pria lain aku akan membunuh pria itu di hadapanmu, agar kamu tahu bahwa aku tidak pernah berdusta padamu.
Dexas makin jengkel. Yano kamu benaran sudah tidak waras. Kamu pikir aku akan sanggup hidup seperti ini denganmu ! Kamu salah Yano. Justru kamu harus bangga pada diriku yang hina ini, karena aku sadar seorang wanita single parent. Di tengah masyarakat sering dijadikan bahan bicara sesuka hati masyarakat bahkan dijadikan lagu atau apa saja. Akan tetapi aku masih berjuang untuk membuat kamu sadar agar kamu segera sadar dan mengutamakan kepentingan anak dan istrimu.
Itu tidak ada sangkut paunya dengan relasi kita Dexas, sadarlah bahwa sesungguhnya kamu sangat mencintaiku bukan? Tanya Yano.
Ya ya aku mencintaimu Yano mencintaimu sangat mencintaimu lebih dari mantan suamiku dan aku sadar akan perasaanku kepada dirimu Yano. Namun, aku hanya mohon satu hal yaitu lepaskan aku dan jadikan aku bagian dari beban pikiran kamu. Biarkan aku hidup dengan jalanku apabila kamu juga mencintai diriku Yano, Dexas memohon.
Jangan pernah ganggu kehidupanku, biarkan aku hidup dengan tenang karena aku hanya ingin fokus menjalani sisa nafasku. Tidak Dexas, aku bersumpah aku tidak akan pernah melepaskan dirimu dan aku pamit off dulu, karena mau ke kampus, ujar Yano.
Tanpa basa basi Dexas langsung off . Keesokan hari Yano terus menelfon lagi bahkan chat namun, Dexas tidak sempat membalas karena lagi busy untuk sebuah acara di rumah. Dexas hanya mencoba meninggalkan pesan lewat chat, maaf lagi busy. Yano menjawab video call dulu.
Hmm jangan aku busy karena itu mohon kamu paham. Tidak jika kamu tidak melayani panggilan video callku akan ke rumah dimana kamu tinggal sesuai dengan feelingku katakan.
Dexas merasa kenapa niih dengan orang ini? Okey coba feelingmu mengatakan aku ada dimana sekarang? Yano langsung jawab kamu ada di rumah kakakmu bukan?
Bukan aku jauh dari rumah kakakku. Bohong, Dexas bohong! Jika kamu terus membohongiku maka aku tidak akan segan-segan mencarimu di rumah semua saudaramu Dexas, ujar Yano.
bersambung……
