Karya: Dev Seixas 25
Dexas yang mulai fokus menata kehidupan baru dan berharap tidak akan pernah bertemu dengan Yano selalu terlintas di benaknya.
Waktu terus berjalan akhirnya tiba pada tanggal 26 merupakan hari dimana ada acara dan dalam acara Dexas adalah salah satu narasumber.
Usai acara tersebut, Yano langsung menelfon berkali-kali ke nomor Dexas karena Yano menyaksikan berita lewat publikasi media oleh tamu undangannya.
Kesempatan berpose bersama yang di sharee oleh banyak orang dalam acara tersebut, justru sebuah benefit bagi Yano untuk mencari Dexas.
Handphone Yano rusak jadi kebetulan sim Dexas di pakai bersama di HP sang putra. Ketika Yano telefon putrinya Dexas tidak mengangkatnya. Pada akhirnya Yano terus berjuang menelfon berkali-kali namun, jawabannya tetap tidak ada.
Belum sampai hitungan bulan ternyata Yano berjuang keras untuk menemukan alamat baru Dexas. Ia terus berusaha semaksimal mungkin meskipun dari akun facebook atau WhatsApp. Yano terpaksa menggunakan telpon biasa akan tetapi Dexas terus cuek.
Dexas melihat laporan panggilan di mana ia terus menerus berjuang hingga tanggal 28 Mei 2025 tepatnya hari kebangkitan nasional bangsa Indonesia.
Sejarah baru setelah sejarah lama mempertemukan Yano dengan Dexas, di mana Yano terus berjuang menelfon Dexas.
Akhirnya Dexas mencoba memberikan respon lewat chat WhatsApp. Hi apa kabar Yano, bisakah kau melupakan diriku seutuhnya? Karena aku sudah tahu apa maksud kamu.
Tanpa berkata Yano Langsung marah, please katakan di mana posisi kamu sekarang? Yano aku sudah ada di kampung halamanku, ujar Dexas. Kamu bohong Dexas, kamu ada di Dili, aku baru melihat kamu beraktivitas di tempat lamamu, kenapa kamu harus bohong Dexas?
Terus kamu mau aku harus laporkan ya semua kegiatanku ke kamu bahkan keberadaan kamu? Tolong jawab. Yano apakah kamu sudah gila? Kamu kira aku apanya kamu? ujar Dexas dengan marah melalui rangkaian kata-katanya.
Tidak aku mau kamu jawab saja aku, di mana posisi kamu sekarang? Jelaskan di mana posisi kamu Dexas? Dexas lalu menjelaskan pada Yano jangan bertanya di mana posisi kamu, tapi sadarlah bahwa aku masih tergolong wanita baik yang menginginkan keutuhan rumah tanggamu. Tidak peduli Dexas apapun alasanmu sembunyi dariku, yang jelas aku akan mencari kamu di manapun kamu berada.
Iya aku sudah di kampung halaman aku Yano jadi fokuslah pada kegiatan kamu dan jangan pernah ceroboh lagi, ingat kuliah sampai selesai iya ujar Dexas melalui chat.
Dexas kamu bohongi aku, kamu ada di kota Dili kamu tidak pernah kemana-mana Dexas kamu bohong,ujar Yano penuh percaya diri.
Sumpah aku sudah di kampung halaman Yano. Kenapa masih berbohong Dexas. Kamu mengira setelah kamu berbohong kamu akan bebas dari aku?
Yano maksudmu apa? Coba jelaskan. Apa sebenarnya salahku hingga kau menjadi orang gila Yano.
Hey Dexas aku gila karena kamu ingat itu, aku gila benar aku gila karena kebaikanmu bagiku Dexas, jadi harusnya kamu jangan bertanya padaku, tapi tanya pada diri kamu apabila kamu tidak ingin di bohongi oleh orang lain kelak.
Pokonya aku di kampung Yano titik ujar Dexas. okey fine Dexas kamu terus berbohong dan terus berbohong dengan cara itu kamu ingin aku menghindari diriku bukan ?
Yano aku mau kamu sadar satu hal jangan seperti anjing liar yang tidak mengenal etika dan tata krama Yano.
Aku sadar dan aku sadar selama lima tahun ini aku akui aku telah mencintaimu Dexas. Jadi aku harap kamu mengerti perasaan aku.
Hahaha sambil tersenyum Dexas menjawab, oh Iya sejak kapan cintamu berlabuh di dermaga hatiku Yano. Dexas kamu binatang atau manusia kok tega banget nyakitin aku kenapa?
Habis kamu bukan single tapi double, gimana aku bisa akui jika aku mencintaimu kalau aku sadar jika kau adalah suami sesama kaum aku.
Dexas tanpa berkata, ia justru tersenyum sinis sambil membalas chat Yano. Yan kamu harusnya sadar bahwa kamu itu bukan siapa-siapanya aku Yano. Kita hanya teman Yan, sebatas teman tidak lebih mengapa kamu sampai mencariku seperti orang gila?
Dexas kamu tunggu saja, jika sampai kamu di kota Dili, lalu membohongi saya kamu di kampung halaman kamu akan tahu siapa aku sesungguhnya. Aku akan terus mencari kamu Dexas jadi please jujur karena feeling aku mengatakan kamu ada di Dili Dexas ujar Yano.
Iya terserah aku mau tinggal di mana kamu siapa shii so peduli, so perhatian emang lu siapa dulu buat aku.
Ingat Dexas kemanapun kamu pergi aku akan mendapatkan dirimu jadi jangan bilang sebut namaku Yano jika aku tidak mampu berjuang untuk dirimu.
Namun camkan satu hal jika sampai aku mendengar kabar kalau kamu menikah dengan pria lain aku akan bunuh pria itu atau kamu ingat itu Dexas.
Dexas jadi takut, Yano kamu sudah benar-benar gila sampai tidak ada lagi akal sehat ya! Kamu mau bunuh orang sadar tidak, kamu siapa kenapa terus mengancam aku Yan.
Lihat saja kalau kamu tidak percaya karena selama mencari dirimu di rumah lama justru aku merasa tiap malam harus berlinang air mata, karena memikirkan keberadaan kamu terus, kamu masih terus ingin berbohong kamu binatang atau manusia Dexas.
Jujurlah di mana posisimu sayang aku rindu dan feelingku berbisik ke aku jika kamu bohongi aku dan kamu ada di kota Dili.
Tidak aku sudah jujur aku di kampung. Okey terus berbohong aku akan mencari kamu sampai menemukan diri kamu dan aku mohon off dulu karena mau ke kampus. Okey kuliahlah dengan benar karena aku ingin kamu sukses, ujar Dexas.
