Ada seorang bocah laki-laki yang lebih suka bermain daripada bersekolah, oleh karena itu dia selalu sedih. Kemudian seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan memberinya seutas benang. Yang harus Anda lakukan hanyalah melepas lelah dan memotong sebagian benang untuk memuaskan keinginan Anda.

Jadi bocah laki-laki itu melakukannya, dan dia segera mulai mempelajari segala hal di sekolah, dengan cepat melewati tahun itu dan segera tiba di universitas. Kemudian dia menarik benang lagi dan menikah serta mempunyai anak dan cucu. Ketika dia melepaskan lebih banyak benang, dia menyadari bahwa bola tersebut hampir habis dan sudah berada di akhir masa pakainya. Dan dia hanya hidup selama sebulan…

  • Anda perlu memberinya waktu.
  • Jangan lewatkan langkah-langkahnya.
  • Langkah demi langkah masih panjang.
  • Mereka yang banyak berlari cepat lelah.

Kesimpulan:

Dari cerita singkat di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa, kehidupan kita di dunia ini begitu singkat seiring dengan berjalannya waktu yang melaju dengan cepat, semakin kita melakukan pekerjaan kita waktu kita semakin pendek dan singkat. Maka selagi masih hidup harus menggunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan pada kita dengan sebaik-baiknya, agar saatnya tiba Tuhan memanggil kita, kita siap menghadapNya dengan amal perbuatan kita selama di dunia, karena dunia ini adalah tempat ujian. Siapa yang lulus ujian Ia akan masuk surga, tapi siapa yang menolak Tuhan dan ajarannya dia dalam kategoria tidak lulus, dan tempatnya bersama para iblis di neraka.

by EdoSantos’25

Em Português

Menino que Emvelheceu Cedo

Havia um menino que preferia brincar do que andar na escola e, por isso, vivia triste. Apareceu­-lhe então um anjo que lhe deu um novelo de fio. Bastava desenrolar e cortar um pouco do fio para ver satisfeitos os seus desejos.

Assim fez o menino, e começou logo a saber tudo na escola, passando rapidamente de ano e chegando em breve à universidade. Depois puxou mais um pouco de fio e casou e teve filhos e netos. Quando ia a desenrolar mais fio, reparou que o novelo estava praticamente esgotado e que ele se encontrava já no fim da vida. E só  tinha vivido ainda um mês….

  • É necessário dar tempo ao tempo.
  • Não queimar etapas.
  • Passo a passo se faz muito caminho.
  • Quem muito corre, depressa se cansa.      

Conclusão:

Do breve relato acima, podemos concluir que a nossa vida neste mundo é tão curta que, quanto mais trabalhamos, mais tempo se torna, porque o tempo é voa. Portanto, enquanto ainda estamos vivos, devemos aproveitar ao máximo o tempo e as oportunidades que Deus nos deu, para que, quando chegar o momento em que Deus nos chamar, estejamos prontos para encará-Lo com nossas ações enquanto estivermos neste mundo, pois este mundo é um lugar de provações. Quem passar no teste irá para o céu, mas quem rejeitar a Deus e Seus ensinamentos não passará na prova, e seu lugar será com os demônios no inferno.

by EdoSantos’25

(Visited 35 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Aldo Jlm

Elemen KPKers-Lospalos,Timor Leste, Penulis, Editor & Kontributor Bengkel Narasi sejak 2021 hingga kini telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan ke BN, berupa cerpen, puisi, opini, dan berita, dari negeri Buaya ke negeri Pancasila, dengan motonya 3S-Santai, Serius dan Sukses. Sebagai penulis, pianis dan guru, selalu bergumul dengan literasi dunia keabadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.