Jangan Ada Sekat di antara Kita
Oleh: Tammasse Balla Kemarin pagi (25 Maret 2026), cahaya Makassar jatuh dengan lembut di pelataran Unhas Convention Hall. Momentum ini seakan-akan ingin ikut bersaksi bahwa kemarin bukan sekadar ada pertemuan,…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh: Tammasse Balla Kemarin pagi (25 Maret 2026), cahaya Makassar jatuh dengan lembut di pelataran Unhas Convention Hall. Momentum ini seakan-akan ingin ikut bersaksi bahwa kemarin bukan sekadar ada pertemuan,…
Oleh: Tammasse Balla Ada manusia yang berjalan dengan mata penuh curiga. Setiap senyum orang lain ia tafsir sebagai ancaman, setiap keberhasilan ia dengar seperti denting lonceng kematian bagi harapannya sendiri.…
Oleh : Rosmawati* “Jika ingin mengenal dunia membacalah, jika ingin dikenal dunia menulislah.” Filosofi ini terus menjadi bahan bakar bagi Ruslan Ismail Mage (RIM) dalam memperkaya khazanah literasi Indonesia. Hingga…
Oleh: H. Tammasse Balla Dunia ini, kata para filsuf, hanyalah rumah persinggahan sementara bagi jiwa yang sedang merantau. Kita mampir seperti embun di ujung daun berkilau sebentar, lalu jatuh ke…
Oleh : Rahmawati* Ada suatu masa dalam hidupku, keberanian dan tekad seolah menjadi dua bekal utama yang kugenggam erat. Aku masih sangat muda, duduk di bangku kuliah dengan mimpi-mimpi yang…
Oleh : Rahmawati Tahun 1998 menjadi titik balik paling berani dalam perjalanan hidupku. Dari tanah kelahiran, Tanete-Bulukumba yang penuh kenangan, aku melangkah menuju seberang lautan ke Kota Kendari dengan satu…
Oleh: Tammasse Balla Tahun 2025 segera pamit, seperti senja yang menutup pintu langit dengan lembut. Ia datang membawa cahaya dan bayang-bayang, keberhasilan yang menegakkan dada, juga kelelahan yang mengajarkan diam.…
Oleh: Tammasse Balla Ada orang-orang yang hidupnya seperti batu kali di tengah arus sungai, keras, kaku, tak mau bergeser meski air kehidupan berkali-kali “membelainya”. Mereka mematok diri pada aturan yang…
Oleh: Tammasse Balla Bepergian jauh selalu punya cerita yang sama, tubuh remuk, mata panas, pikiran setengah melayang. Terbang ke Amerika atau Kanada butuh waktu dua puluh empat jam, ke Eropa…
Oleh: Tammasse Balla Kali pertama menginjakkan kaki di Kota Manila, ada satu hasrat yang langsung memanggil-manggil dari sudut ingatan, yaitu mengunjungi museum sepatu Imelda Marcos. Di antara hiruk-pikuk kota, sejarah…