Oleh: Juharman Muliadi

Selasa, 25 November 2025. SDN 246 Tabarano mengadakan upacara peringatan hari guru nasional yang ke-80 terhitung sejak berdirinya organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1945. Upacara yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah SDN 246 Tabarano (Andarias mande, S.Pd) ini berlangsung dengan penuh khidmat. Siswa-siswa dengan antusias mengikuti upacara, semua terlihat jelas pada saat siswa-siswa memasuki lapangan upacara dan langsung berbaris dengan kelasnya masing-masing. Semua siswa mengenakan pakaian adat sesuai dengan arahan dari kepala sekolah yang telah disampaikan sebelumnya.

Dalam amanat yang disampaikan oleh kepala SDN 246 Tabarano, ternyata himbauan kepada siswa-siswi bukan tanpa alasan. Katanya “ saya ingin berpesan kepada semua siswa-siswi SDN 246 tabarano bahwa setiap diantara kita memiliki adat daerah masing-masing yang patut kita syukuri, hargai dan menghormati karena itu merupakan suatu kebanggaan untuk kita semua. Jika semua siswa-siswi SDN 246 Tabarano mampu implementasikan itu, maka akan tercipta namanya toleransi. Ketika sikap toleransi itu sudah tertanam dalam diri para siswa-siswi. Maka saya pastikan tidak ada lagi yang namanya bullying di sekolah. Dan sekolah akan menjadi tempat yang pertama dirindukan oleh siswa setelah bangun pagi”

Kepala sekola SDN 246 Tabarano juga berpesan kepada semua tenaga pendidik yang ada disekolah agar tidak hanya sekedar mengajar ataupun hanya sekedar mendidik menjadi pintar namun bagaimana seorang pendidik mampu menumbuhkan kesadaran sosial dan mempertajam lagi kepekaan siswa siswi terhadap lingkungan atau kepedulian kepada sesama. Tentunya itu semua bisa kita lakukan dengan pendidikan keteladan yang kita terapkan dalam kehidupan sehari- hari.

Setelah upacara selesai siswa-siswi kemudian diarahkan wali masing masing untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh sekolah. siswa -siswi yang selama ini sangat senang dengan olahraga kompetisi sangat antusias mendengar penyampaian itu. Guru kelas menyampaikan bahwa semua siswa-siswi boleh mendaftarkan diri ke panitia. Antusias dari para peserta membuat panitia yang diambil alih oleh kelas VI menjadi kewalahan. Terpilihnya panitia dari kelas VI ini merupakan suatu bentuk penerapan dari sistem pembelajaran dengan metode Sport Education Model (SEM). lomba terdiri dari lomba balap gelas plastik untuk kelas 1, 2 dan 3 dan lomba lari balon untuk kelas 4, 5 dan 6. Meski panitianya dipilih dari siswa-siswi yang di dampingi oleh guru namun lomba tetap berjalan lancar dan sukses.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.