Entah kata- kata apalagi yang bisa aku keluarkan setelah bergabung dengan keluarga Bengkel Narasi ini. Air mata tak bisa terbendung lagi di acara itu walaupun hanya Virtual yang dirancang dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI  ke-76 . Acara yang digelar oleh komunitas Bengkel Narasi  adalah webinar kemerdekaan bertajuk “Sastrawan Lintas Generasi : Menginspirasi Anak Negeri Menulis Puisi untuk Bangsa”.

Mengapa tema webinar ini disebut “Sastrawan Lintas Generasi ? Menurut Bang Ruslan Ismail Mage selaku founder dari Bengkel Narasi yang melaksanakan hajatan besar ini, alasannya jelas karena acara webinar ini menghadirkan dua narasumber yang beda generasi. Pertama, sang maestro puisi Indonesia bapak Taufiq Ismail (TI)  lahir di Bukittinggi 25 Juni 1935 silam dan Iin Tammasse (IT) yang lahir di Makassar 8 April 1995. Jadi ada selisih tahun kelahiran selama 60 tahun.Iin Tammasse sudah menjadi dokter muda yang bermetamorfosis menjadi sastrawan muda dengan karya-karya verbal dan nonverbalnya yang memukau publik.

Kehadiran Bapak Taufik Ismail  bersama  Iin Tammasse dalam webinar kemerdekaan di Bengkel Narasi sebagai narasumber telah membuatku menangis dan takjub . Hal itu disaksikan oleh semua peserta webinar yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Banyaknya peserta dalam webinar ini menunjukkan bahwa Bengkel Narasi sudah membumi dan semakin bertaji. Bengkel Narasi bukan kaleng-kaleng. Acara yang menghadirkan narasumber yang seorang tokoh sastra nasional dan seorang sastrawati muda bangsa sudah membuktikan eksistensi luar biasa dari Bengkel Narasi.

Saya sebagai peserta merasa seperti bermimpi bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan Pak Taufiq Ismail walau hanya secara virtual. Bahkan, saya sempat terharu dan meneteskan air mata ketika diberi kesempatan  berbicara langsung dengan sang maestro yang selama ini hanya saya baca puisinya sewaktu masih duduk di sekolah dasar. 

Dan dengan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Pak Taufiq Ismail karena selama ini saya mengira beliau sudah wafat.  Karya beliau dulu banyak terdapat di buku-buku pelajaran yang sering saya baca dan menjadi pegangan wajib bagi anak sekolah. 

Terus terang, aku  sempat tak bisa berkata apa apa setelah melihat beliau. Luar biasa. Ini seperti mimpi di siang bolong. Aku cubit pipi kananku. Waduh ..sakit. Ini ternyata bukan mimpi. Aku belalakkan mataku. Semua nyata adanya. Semakin berkecamuk rasa di dada karena ditambah lagi dengan penampilan dari sastrawati muda penuh talenta Iin Tammasse yang sangat menggugah hati dari kata kata yang ditampilkannya di layar. Saya sempat menyelipkan doa semoga kelak  ada salah satu putra saya yang bisa mengikuti jejak Adik Iin yang sangat menginspirasi.

Ruslan Ismail Mage menyebut Iin Tammasse sang dokter muda yang kemampuannya melipat kata di forum sama kemampuannya menyulam kalimat di atas kertas. Itu benar-benar membuat takjub peserta. Diksi katanya begitu indah, vokalnya begitu memukau dalam menarasikan kalimatnya yang menginspirasi. 

Semoga Bengkel Narasi semakin mengukuhkan eksistensinya dengan selalu menghadirkan tokoh-tokoh besar nasional di setiap acara yang digelar. Bengkel Narasi akan semakin diakui keberadaannya sebagai komunitas tempat berkumpulnya orang-orang hebat yang rendah hati. Orang-orang yang memiliki ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Orang-orang yang tidak adanya henti-hentinya untuk selalu belajar.

Kolaka Utara, 15 Agustus 2021

(Visited 28 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.