Oleh : Imam Abdullah El- Rashied

Aku tak tahu, pun dirimu, apakah kisah kita adalah bait-bait puisi yang tak rampung dituliskan, atau sebuah lirik yang tak pernah dinyanyikan.

Kita terlalu banyak berharap, hingga semua do’a dan munajat hanya soal rasa, dan asa-asa yang tertunda. Hari-hari kita hanya tentang asmara dan lamunan di ujung senja.

Kita berharap melukis masa depan bersama, menyelesaikan sketsa dari harapan-harapan lama, dalam biduk cita-cita, pun kisah-kisah cinta.

Kita, angin senja, temaram cahaya purnama, sujud-sujud di penghujung malam gulita, munajat dan rajutan-rajutan do’a.

Semua puisi masih berkisah tentang kita, bait-bait asa, sajak-sajak jumpa, diksi dan rima asmara.

Bahkan, dalam perjalanan ini yang kutuliskan adalah tentang dirimu, tentang cerita yang ingin kau dengar, tentang canda yang ingin kau mainkan.

Entahlah, jangankan buku catatanku, bahkan semua lamunanku, do’a-do’aku, adalah tentang kamu, tentang seorang yang menjelma kata rindu.

Tentang rindu yang tak pernah jemu, tentang asa untuk bertemu, tentang kamu.

Peternak Rindu
Perjalanan Tarim-Mukalla, 3 Oktober 2021.

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.