Di abad ke-20 telah banyak muncul Emerging Infectious Diseases (EIDs). Kebanyakan penyakit emerging dan re-emerging bersifat zoonotik. Sejauh ini, sekitar 60% penyakit infeksi pada manusia telah dikenali. Sekitar 75% EIDs yang menyerang manusia dalam tiga dekade terakhir berasal dari hewan.
Ini menjadi kekhawatiran khusus dalam kesehatan masyarakat. Tidak hanya karena menyebabkan kematian pada manusia dalam jumlah besar, tetapi membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar. Dunia ibarat di ujung tanduk. Saat ini, kerugian akibat pandemi COVID-19 bisa sangat luar biasa. Kita berada dalam masa ketidakpastian ekonomi, sosial, dan medis yang besar.
Sistem kesehatan masyarakat yang kuat menjadi syarat untuk mengatasi Kejadian Luar Biasa (KLB) EIDs. Namun, KLB itu sendiri dapat mengganggu sistem kesehatan masyarakat secara signifikan. Karena itu, memperkuat kesiapsiagaan, surveilans, penilaian risiko, komunikasi risiko, fasilitas laboratorium, dan kapasitas respon di lapangan merupakan hal yang sangat penting. Tak kalah pentingnya adalah membangun kemitraan semua pihak di sektor kesehatan hewan, pertanian, kehutanan, dan kesehatan di tingkat nasional, regional, dan internasional/global.
Buku ajar ini sangat menarik. Penulis merespon cepat berbagai perubahan yang terjadi sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Sementara Penyakit Tidak Menular (PTM) dan obesitas pun terus berkembang sebagai konsekuensi dari sedentary lifestyle. Bahkan, sebagian permasalahannya menjadi semakin berat dengan adanya beban pandemi COVID-19.
Ruang-ruang kelas tidak boleh tertinggal oleh wacana-wacana global new emerging. Setiap tenaga kesehatan masyarakat harus tampil di garda depan preventif dan promotif. Teriring rasa bangga sebagai keluarga besar PERSAKMI, kami ucapkan selamat atas terbitnya buku ajar “Isu Kesehatan Masyarakat Internasional” ini.
Salam sehat,
Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM, M.Kes, M.Sc.PH.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
Ketua Umum Pengurus Pusat PERSAKMI
