Hidaya Mushlihah

Oleh: Hidaya Mushlihah*

Alhamdulillah kita sudah mau berada di penghujung Ramadan, bulan yang penuh kemuliaan, bulan turunnya Al-Qur’an, surah Al-‘Alaq ayat 1-5 kepada Nabi Sang Penyeru Muhammad saw di Gua Hira. Surah ini diawali dengan kata ‘IQRA‘ yang berarti “Bacalah.” Sebuah kata perintah (fiil amri) yang menunjukan sesuatu untuk dilakukan, dan Allah Swt memerintahkan Muhammad saw melalui perantara Malailkat Jibril. Walaupun saat itu Rasullullah dalam keadaan ummi (tidak bisa membaca), namun Jibril pun menuntunnya membaca kalam-kalam ilahi tersebut. Perintah “Bacalah, dengan nama Tuhan yang telah menciptakan.”

Dari sinilah sebagai ummat Nabi Muhammad saw kita diperintahkan juga untuk membaca apa yang tertulis terutama kalam-kalam Allah Swt yang tertulis di dalam kitab Al-Qur’an secara tersurat sebagai pedoman hidup kita. Begitu juga membaca apa yang tersirat dari semua yang diciptakan Allah Swt yang ada di sekeliling kita sebagai kemahabesaran Allah Swt.

Anjuran bahkan perintah membaca sudah tercantum jelas dalam Kitabullah, utamanya membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebagai tuntunan kehidupan ummat Islam. Tentunya diawali dengan proses belajar membacanya dengan mengenal huruf-huruf hijaiyyah, cara membacanya dengan dasar hukum-hukum tajwid. Sehingga membaca Kitabullah yang mulia ini dapat secara tepat dan benar, dan selanjutnya mempelajari isi kandungannya melalui terjemahan dan mengamalkannya dalam kehidupan kita.

Dalam mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an ini tentu kita butuh ilmu juga, disinilah kita perlu belajar dari guru-guru, para ulama kita yang paham betul tentang isi Al-Qur’an tersebut. Tetapi bagaimana kita bisa mempelajari sampai mengamalkan isi Al-Qur’an tersebut kalau membacanya pun kita enggan, lalai bahkan seluruh waktu kita dalam aktivitas seharian dihabiskan hanya untuk kepentingan dunia semata. Tidak ada waktu kita siapkan untuk membaca, mempelajari dan mentadabburi Al-Qur’an.

Jadi, di momen bulan ramadan yang penuh kemuliaan ini jangan lewatkan untuk banyak membaca Kitabullah dan mempelajarinya. Bahkan kalau perlu menulisnya, karena sesungguhnya perintah “membaca” itu kalau dipelajari lebih dalam tidak berdiri tunggal. Ia diikuti kata “kalam” untuk menulisnya.

Allah Swt tidak memerintahkan begitu saja kepada kita untuk banyak membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, tetapi sesuatu yang bernilai ibadah disisi Allah Swt. Ganjarannya adalah pahala yang berlipat ganda menanti. Apalagi disaat bulan ramadan ini, dimana bulan turunnya Al-Qur’an.

Selain mempelajari isi kandungan Al-Qur’an dengan belajar langsung dari para asaatiz (guru-guru), para ulama, dapat juga kita mengisi bulan ramadan ini dengan membaca buku-buku karya para ulama-ulama besar untuk menambah keimanan, keislaman dan keilmuan kita. Agar dapat menjadi manusia yang tetap berada di jalan kebenaran yang telah dituntunkan Rasulullah Muhammad saw.

*Penulis adalah penggerak literasi di Kabupaten Kolaka Utara.

(Visited 73 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.