KEPRIBADIAN NARSIS DALAM PERILAKU SOSIAL.

Seseorang dikatakan mengalami gangguan kepribadian narsisistik ketika menunjukkan ciri-ciri berikut: Mengutamakan kepentingan dirinya di atas segala-galanya dan sulit menerima kritikan dari orang lain. Merasa dirinya paling hebat, unik, spesial, dan berharap orang-orang menganggapnya demikian.

15 Mar 2021

olodokter.com

Tentang Leb4y dan 4l4y.
Pengertian lebay dalam KBBI adalah a cak berlebihan (tentang gaya berbicara, penampilan, dan sebagainya).26 Jul 2020
Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. Kasali, Rhenald. (2011)Istilah ini merupakan sterotipe yang menggambarkan gaya hidup yang dianggap norak atau kampungan.Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan (lebay) dan selalu berusaha menarik perhatian. Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dalam hal bahasa dan gaya hidup. Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, menyingkat secara berlebihan, atau membolak balik huruf sehingga membentuk kosakata baru. Dalam gaya bicara, mereka berbicara dengan intonasi dan gaya yang berlebihan.
Di Filipina terdapat fenomena yang mirip, sering disebut sebagai Jejemon.
Alay” merupakan singkatan dari “anak layangan”.   Kasali, Rhenald. (2011) Disebut demikian karena alay identik dengan anak berambut merah karena banyak bermain layang-layang di luar ruang sehingga memiliki kulit yang tidak bersih dan berbau matahari. Alay juga identik dengan taraf kehidupan menengah ke bawah. Meskipun demikian, sumber lain berpendapat bahwa alay memiliki beberapa kemungkinan lakuran lain,Rania, Darin (2018-03-12) yakni:
1). Anak Layar, anak-anak yang tumbuh dan berkembang dari apa yang mereka lihat di layar komputer, tablet, atau ponsel.
2).Anak Lebay, masih bertautan dengan “Anak Layangan” di atas. Lebay berarti berlebihan, norak (dalam gaya berbusana, berbahasa dll.).
3).Anak Layu
4).Anak Kelayapan
Sejarah alay sebenarnya sama dengan kemunculan anak-anak muda krosboi pada masa akhir 1960-an dan awal 1970-an, kemudian remaja, ABG, atau anak gaul pada 1990-an. Kelompok-kelompok ini lahir dari fenomena budaya populer seiring makin gencarnya ekspansi industri dan arus informasi.data IndoPROGRESS (dalam bahasa Inggris). 2014-12-16
Fenomena alay bermula dari kebiasaan menulis pesan singkat (SMS). Karena keterbatasan karakter, yakni 160 karakter saja, orang cenderung untuk meringkas pesannya. Salah satu cara untuk meringkas pesan ini adalah dengan cara mengurangi huruf dari yang seharusnya ditulis.
Fenomena ini kemudian makin berkembang dengan kemunculan media sosial seperti friendster. Para pengguna Friendster merancang tampilan halamannya sedemikian rupa untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari orang lain. Hal serupa juga dilakukan ketika Facebook muncul. Tulisan alay yang mencolok salah satunya berfungsi untuk mendapatkan perhatian lebih dari teman-teman Facebook mereka.
Okezone(2019).
Kata alay sendiri mulai populer pada pertengahan 2010-an,Ridho, Luthfi Fazar menyebut  sumber lain menyatakan 2008 ketika kata alay berhasil menjadi topik tren di Twitter kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2019-06-09. Kata alay telah masuk KBBI V daring.Monica Asha. (2015). 

Walaupun pada mulanya istilah alay hanya untuk merujuk penggunaan gaya tulisan yang khas pada pesan singkat atau media sosial, tetapi alay kemudian juga digunakan untuk merujuk ke banyak hal, seperti gaya berpakaian, cara bergaul, bermusik, film, iklan, sampai acara televisi. Hal ini membuat ‘alay’ menjadi semacam budaya tidak hanya bagi anak muda, tetapi juga orang dewasa.
NARSIS DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI

Asal mula kata narsis

Narsis koleksi pribadi 2021

Untuk memahami lebih luas tentang makna kalimat  Narsisme untuk pertama kali dipopulerkan oleh psikolog ternama, Sigmund Freud, untuk menjelaskan kepribadian seseorang yang mengejar pengakuan dari orang lain terhadap kekaguman dan kesombongan egoistik akan ciri pribadinya.

Selanjut di temukan dari berbagai literasi, Istilah narsis berakar dari tokoh mitos Yunani, Narcissus. Narcissus sangat terpengaruh oleh rasa cinta akan dirinya sendiri sehingga dikutuk mencintai bayangannya sendiri di kolam. Ia tanpa sengaja menjulurkan tangannya untuk meraih refleksi dirinya tersebut hingga tenggelam.

Narsisisme, atau yang kini lebih sering disebut narsisme, juga dianggap sebagai masalah budaya dan sosial. Banyak pakar yang menganggap bahwa narsisme merupakan salah satu dari tiga ciri utama gangguan kepribadian (dua lainnya adalah psikopati dan machiavellianisme). Tetapi, perlu dipahami juga bahwa narsisme tidak sama dengan egosentrisme.

NARSIS BUKAN PERCAYA DIRI

“It took me quite a long time to develop a voice, and now that I have it, I’m not going to be silent.” 

Madeleine Albright

Perbedaan antara kepercayaan diri dengan narsisme terlihat jelas dari tingkat personal dan sosial. Kepercayaan diri berbeda dari narsisme karena pada orang yang percaya diri, kualitas diri ini dibangun atas dasar keberhasilan dan pencapaian yang telah diraih, keterampilan hidup yang sudah dikuasai, prinsip dan norma yang dipegang teguh, dan kepedulian yang ditunjukkan kepada orang lain.
Sdangkan Sebaliknya, narsisme sering kali didasari oleh rasa takut kegagalan atau takut menunjukkan kelemahan diri, perhatian yang ingin ditujukan hanya kepada diri sendiri, dorongan yang tidak sehat untuk selalu menjadi yang terbaik, dan rasa ketidaknyamanan yang tertanam dalam di benak terhadap ketidakmampuan diri.

Narsisme mendorong kecemburuan dan persaingan yang tidak sehat, sedangkan kepercayaan diri menghargai belas kasih dan kerjasama. Narsisme merujuk kepada dominasi, sedangkan kepercayaan diri mengakui kesetaraan. Narsisme melibatkan keangkuhan, kepercayaan diri mencerminkan kerendahan hati. Orang yang narsis (dalam arti kata sesungguhnya, bukan istilah plesetan modern) tidak bisa menghargai kritik, sementara orang yang pede akan semakin meningkatkan diri setiap diberi kritik yang membangun. Orang narsis akan berusaha kuat untuk menjatuhkan lawannya dalam rangka mengungguli yang lain. Orang yang penuh dengan kepercayaan diri akan menghargai setiap lawannya sebagai manusia.

Lingkungan memiliki peran yang besar dalam menumbuhkan sifat percaya diri dan narsisme.
Teoris manajemen teror, Dr. Sheldon Solomon, menjelaskan bahwa kepercayaan diri sejatinya adalah konstruksi sosial, karena standar nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat untuk menilai diri sendiri berakar dari mengikuti standar sosial. Standar-standar ini dapat menyediakan beragam cara untuk orang merasa nyaman terhadap diri sendiri, atau sebaliknya, justru mempromosikan harapan semu yang pada akhirnya bisa menghancurkan kepercayaan diri.

Lalu, apa itu narcissisticpersonality disorder?

Narcissisticpersonality disorder dimiliki oleh 1% penduduk dunia.

Walaupun ciri narsisme dimiliki oleh sebagian orang, tingkat narsisme yang sangat tinggi dapat memupuk kepribadian patologis dalam bentuk narcissisticpersonality disorder (NPD).

Orang yang memiliki personality disorder ini biasanya menunjukkan perilaku arogan, minimnya empati terhadap orang lain, dan kebutuhan terhadap puja-puji, yang semuanya terlihat dengan konsisten di lingkungan kerja dan hubungan sosial. Orang-orang dengan kondisi ini sering dideskripsikan sebagai orang yang sombong, egois, manipulatif, dan doyan menuntut sesuatu. Narcissisticpersonality disorder memungkinkan pengidapnya untuk memfokuskan diri pada hasil yang di luar akal sehat (misalnya, ketenaran) dan merasa sangat yakin bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus dari orang di sekitarnya.

Banyak ahli menggunakan kriteria dalam jurnal Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) untuk mendiagnosis berbagai kondisi mental. Berikut adalah sejumlah ciri narcissistic personality disorder berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh American PsychiatricAssociation ini:

a).Memiliki rasa kepentingan diri sendiri yang berlebihan.
b)Mengharapkan untuk diakui sebagai seseorang yang superior, bahkan tanpa adanya prestasi yang menjamin
c)Melebih-lebihkan bakat dan prestasi.
d).Disibukkan oleh fantasi mengenai kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, kesempurnaan fisik, atau sebagai pasangan hidup yang sempurna.
d).Memercayai bahwa dirinya adalah pihak superior dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang berkedudukan sama tinggi atau sama spesialnya.
e).Membutuhkan puja-puji yang konstan setiap saat.
f)Merasa berhak terhadap segala sesuatu.
g).Mengharapkan perlakuan khusus dari semua orang.
h). Mengambil keuntungan dari orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
i).Memiliki ketidakmampuan atau ketidakinginan untuk mengakui kebutuhan dan perasaan orang lain.
j). Cemburu dan iri terhadap orang lain, sekaligus memercayai bahwa orang lain cemburu terhadap dirinya.
k).Berperilaku arogan dan sombong.

Walaupun beberapa karakteristik di atas bisa terlihat sebagai kualitas kepercayaan diri, namun kedua hal ini tidak sama. Karakteristik orang-orang NPD melewati batas dari kepercayaan diri yang sehat, sehingga memunculkan ide bahwa Anda adalah tidak terkalahkan dan menempatkan diri Anda jauh di atas orang lain.
Narsis susah disembuhkan, tapi bisa disembuhkan kalau pasien bersedia.

Mengobati gangguan kepribadian narsistik seringkali memiliki tantangan tersendiri karena pengidap gangguan tersebut biasanya tidak merasa bahwa mereka memiliki gangguan dan cenderung menyalahkan orang lain untuk semua hal yang terjadi. Meski begitu, bila pengidap bersedia, gangguan kepribadian narsistik dapat diobati.6 Agu 2020(https://www.halodoc.com )

Referensi Sunting:
1. ^ a b c Kasali, Rhenald. 2011. CrackingZone. Jakarta: Gramedia. Hal. 71.
2. ^ The Jakarta Post
3.^ a b Rania, Darin (2018-03-12). “Deddy Corbuzier Sindir Artis-Artis Alay, Ternyata Begini Lho Asal Mula Budaya Alay di Indonesia”Hipwee. Diakses tanggal 2019-06-07.
4.^ “Geliat ‘Alay’ Makin Terasa di Dunia Maya”detikinet. Diakses tanggal 2019-06-07.
5.^ a b c “Pemuda, Remaja, dan Alay: Dari Politik Revolusioner Menjadi Sekadar Gaya Hidup”IndoPROGRESS (dalam bahasa Inggris). 2014-12-16. Diakses tanggal 2019-06-07.
6.^ Okezone. “Asal-usul Perkembangan Bahasa Alay : Okezone News”okezone.com. Diakses tanggal 2019-06-07.
7. Ridho, Luthfi Fazar“FENOMENA ALAY, BUDAYA POPULER, DAN PENGHANCURAN BUDAYA” (dalam bahasa Inggris).
8.^ “Hasil Pencarian – KBBI Daring”kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2019-06-09.
9.^ Benning, Monica Asha. 2015. Keberadaan Fenomena Budaya Alay di Kalangan Remaja Indonesia. WEB Diarsipkan 2019-06-07 di WaybackMachine.
10.^ Times, I. D. N.; Zakaria, Indra. “7 Gaya Pakaian yang Perlu Dihindari Agar Tak Disangka Cowok Alay”IDN Times. Diakses tanggal 2019-06-07.
11.^ Sari, Maya Tita (2016-01-02). “21 Ciri-Ciri Anak Alay Jaman Sekarang”CintaLia.com. Diakses tanggal 2019-06-07.
12.^ Amalia, Hardita (2015-07-27). Anak Muda “Keren” Akhir Zaman. Bhuana Ilmu Populer. ISBN9786022499442.
13.^ Unknown, Oleh. “5 Grup Band Alay Di Indonesia”. Diakses tanggal 2019-06-07.
14.^ “‘Alay’ Ternyata Bisa Jadi Profesi”suara.com. 2015-03-01. Diakses tanggal 2019-06-07.
15.^ Ungkai, Iradat (2018-01-22). “Nggak Cuma Dahsyat, 5 Acara Ini Juga Mesti Kamu Jauhkan dari Adik-Adikmu. Demi Kebaikan Bersama!”Hipwee. Diakses tanggal 2019-06-07.

Satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk mencintai dirimu adalah kamu sendiri, bukan orang lain

unknown
Sumber:foto lebay , ala4y narsis koleksi pribadi


(Visited 41 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

One thought on “Narsis (Lebay, Alay) Dalam Perspektif Psikologi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.