“Salah satu kunci kebahagiaan adalah menggunakan uangmu untuk pengalaman, bukan untuk keinginan,”

BJ.HABIBIE

Malam ini, ikut berpartisipasi dalam sebuah WEBINAR:
*PERINGATAN 85 Tahun Alm. Prof. Dr. Ing. BJ HABIBIE*
Dengan Thema :

_*”Masa Depan Demokrasi dan Tekno-Ekonomi Indonesia di Tengah Krisis dan Pandemi: Menjaga Warisan Habibie”*_
*Jum’at, 25 Juni 2021*
*Pk. 19.30 WIB s.d selesai*
*Via Zoom :*

Kegiatan ini di dukung : Forum Guru Besar dan Doktor (FGD) Insan Cita,
Para Pemateri :
1). Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita Keynote Speaker
2). Dr. Dipo Alam, M.E.A.
_Kebijakan Riset dan Teknologi_
3). Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA*
_Industri Strategi_
4). Prof. Dr. M. Amien Rais
_Politik Internasional_
5). Dr. Aviliani*
_Ekonomi Politik_
6). Prof. Dr. Widi Agoes Pratikto
_Ekonomi Kelautan_
7). Dr. Umar Juoro
_Tekno Ekonomi_
8). Fachry Ali, MA*
_Sosial Ekonomi_
MODERATOR:
*Prof. Dr. Didik J. Rachbini*
_LP3ES_

Kegiatan ini dihadiri 500 peserta lewat zoom, dan 300 live youtube.

Resume dan point yang bisa saya tangkap di webinar ini, walaupun tidak sedetail dari, materi narsum atau catatan panitia,

Jasa terbesar Pak Habibie yang dilupakan orang adalah menyelesaikan krisis ekonomi tahun 1998, bukan hanya keberhasilan sebagai ekonom dan teknolog. Pak Ginanjar sudah membuat 2 buku yang ada kaitan dengan Pak Habibie.
Judul topik Pak Ginanjar malam hari ini adalah Refleksi penanganan krisis ekonomi 1998 sebagai referensi mengatasi krisis pandemi Covid-19. Krisis akibat pandemi Covid-19 sekarang ini merupakan yang pertama kali dihadapi Indonesia sejak merdeka, tetapi dari sisi ekonomi tidak separah krisis ekonomi 1998 waktu itu. Nilai tukar rupiah Rp 2400/USD (Juni 1997)  Rp 16.000/USD (Juli 1998). Sektor perdesaan justru yang menjadi pendukung perekonomian selama krisis ekonomi 1998. Pak Ginanjar diminta oleh Pak Habibie menjadi Menko Perekonomian sekaligus Kepala Bappenas. Ada 5 strategi pemulihan ekonomi yang diambil pada waktu itu (1998 – 1999).

Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita. :

1). Menyelesaikan KRISMON

Tak hanya mengenang jasa di bidang teknologi, Indonesia juga harus mengenang jasa Habibie dalam hal menyelesaikan krisis ekonomi tahun 1998.
“Justru jasa yang selamanya namanya akan diingat dan sangat prinsipil dalam perkembangan bangsa kita adalah menyelesaikan krisis ekonomi tahun 1998,” kata Ginandjar,
Menurutnya, jika krisis ekonomi 1998 itu tak diatasi, maka Indonesia tidak akan berada pada masa sekarang.

Tanpa mengucilkan pemimpin negara yang lain, tetapi hal itu yang setidaknya dirasakan dan dinilai Ginandjar selama bekerja dalam pemerintahan Habibie.

“Bagi mereka yang bukan teknolog, bagi mereka yang bukan ekonom, peristiwa itu dan upaya Pak Habibie yang berhasil mengatasinya itu akan selalu teringat di dalam sejarah,” ucapnya.

Ginandjar lantas mengenang saat-saat dirinya berada di pemerintahan Habibie usai Orde Baru yang dipimpin Presiden ke-2 RI Soeharto runtuh.

2). WARISAN KONDISI CARUT MARUT
Ia menyebutkan, Presiden Habibie memimpin pemerintahan dengan warisan kondisi negara yang carut marut akibat krisis moneter 1997 dan krisis ekonomi 1998.

“Prof Habibie diwarisi sebagai presiden, keadaan negara yang sangat morat marit. Di ujung kehancuran, secara ekonomi maupun secara politik,” ucapnya.

“Di mana empat orang mahasiswa menjadi korban. Dan terus buntut-buntutnya itu berdampak. Jadi penanganan krisis 98 itu sangatlah utama dalam perjalanan kita sebagai bangsa,” jelasnya.

Terkait krisis ekonomi, Habibie diwarisi keadaan ekonomi yang sangat mengkhawatirkan mana kala nilai tukar rupiah turun dari Rp 2.400/dollar AS pada Juli 1997 menjadi Rp 16.000/dollar AS pada Juni 1998.

“Jadi bayangkan berapa persen itu penurunannya. Pertumbuhan yang selama 30 tahun Indonesia tumbuh rata-rata 7 persen selama masa Orde Baru. Pada 1998 lalu minus 13,6 persen. Inflasi 77,6 persen,” ucapnya.

Kondisi ekonomi itu, lanjut dia, membuat situasi di sejumlah wilayah Indonesia terjadi kerusuhan.

Masyarakat tumpah ruah ke jalan dan tak bisa dikendalikan. Kemudian, transportasi pun juga terhenti dan banyak yang menjadi korban.
“Paling utama di ekonomi kita, industri kita berhenti bekerja. Jadi inilah warisan yang diterima Pak Habibie waktu itu,” kata dia.

3). Wariskan Pemberian Bansos

Ginandjar mengungkapkan, pada masa pemerintahan Habibie dipilih berbagai strategi dalam pemulihan ekonomi.

Di antaranya stabilitas ekonomi makro, restrukturisasi perbankan, menyelesaikan masalah utang swasta, melanjutkan reformasi struktural, dan mengurangi dampak krisis bagi orang miskin dan jaring pengaman sosial.

Ia mencontohkan salah satu program yang dimulai sejak masa Habibie dan hingga kini terus dilanjutkan adalah pemberian bantuan sosial (bansos).

“Bagi mereka yang tidak mampu untuk menghidupi keluarganya diberi bantuan yang sekarang disebut bansos. Itu dimulai waktu itu. Setiap keluarga diberi 10 kilogram beras, dinaikkan menjadi 20 kilogram beras dan diberikan kepada 17 juta keluarga di desa-desa miskin, diberi makanan tambahan untuk anak sekolah,” kenang Ginandjar.

Selain itu, pemerintahan Habibie berhasil mengatasi krisis ekonomi dengan cara membangun dinding pengaman (firewall) sektor keuangan atau moneter.

Dinding pengaman itulah yang dinilainya mampu mengatasi krisis ekonomi yang dialami Indonesia selanjutnya pada tahun 2008.

“Pada krisis ekonomi 2008, Indonesia dapat bertahan. Padahal hampir semua di seluruh dunia itu perekonomian minus, tetangga kita minus, cuma kita yang masih positif. Itu bukan karena kehebatan pemerintah waktu itu, tapi oleh karena pada saat krisis 98, kita membangun firewall,” ungkap Ginandjar.

Demikian inti dari keynote speaker, yang saya rangkum dalam Kegiatan Webinar ini digelar dalam rangka memperingati 85 tahun kelahiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

Almarhum BJ Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare. Ia meninggal pada 11 September 2019.

Peserta, webinar
Sdm.

(Visited 119 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.